← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Kanker Nasofarings”

Klaten, Senin 6 Februari 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Kanker Nasofarings”. Narasumber Dr. dr. Budi Santosa, M.Sc, Sp.THT-KL. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST. Kanker Nasofarings adalah pertumbuhan sel kanker di jaringan nasofaring yang letaknya dibelakang hidung dan diatas tenggorokan dan adanya bukti Deferensiasi Skuama mikroskopik ringan atau ultrasruktur. Kanker Nasofaring termasuk salah satu jenis kanker ganas, namun gejala awal kanker Nasofaring sulit terdeteksi sehingga sering penderita menyadari penyakit ini ketika sudah memasuki stadium lanjut. Penyebab  Banyak penyebab, tetapi penyebab pasti belum diketahui. Kanker Nasofarings diduga terkait dengan infeksi virus Epstein-barr (EBV), dimana sel yang terinfeksi akan mengalami pertumbuhan yang tidak normal. Gejala 
  • Telinga berdenging
  • Mimisan
  • Keluar cairan dari hidung
  • Nyeri pada wajah
  • Sakit kepala
  • Mati rasa pada area wajah
  • Benjolan di leher
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan pendengaran
  • Penurunan berat badan
Faktor risiko  Memiliki keluarga dengan riwayat Kanker Nasofarings, Ras Mongoloid, umur, jarang mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan Karoten, kebiasaan merokok, sering minum alkohol, dan sering mengonsumsi makanan yang diawetkan (mengandung nitrosamine) seperti ikan asin, dagiung asap, faktor genetik. Komplikasi
  • Xerostomia (mulut kering)
  • Mukositis (peradangan membran mukosa saluran pencernaan)
  • Osteonekrosis (kematian sel tulang).
  • Kerusakan gigi
  • Fibrosis (penebalan atau pembentukan luka) pada jaringan lunak
  • Disfungsi saraf kepala
Pemeriksaan dokter
  • Pemeriksaan Nasoendoskopi
  • Pemeriksaan Aspirasi Jarum Halus benjolan di leher.
  • CT scan dan MRI
  • Foto rontgen dada, scan tulang dan USG dilakukan untuk menentukan apakah ada penyebaran kanker ke area tersebut.
  • Biopsi
Penanganan
  • Radioterapi
  • Kemoterapi
  • Operasi
  • Kombinasi
Pencegahan  Berhenti merokok dan berhenti minum alkohol dapat mengurangi risiko terjadinya kanker Nasofaring. Di masa depan diupayakan adanya vaksin virus EBV (Ebstein-Barr) untuk mencegah penyakit ini . Daftar Pustaka
  • Ismail Febrianti Amirah. 2017. Karakteristik Pasien Karsinoma Nasofaring Di Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Wahidin Sudirohusodo Dan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar.
  • Fitria Cik Zein Emda. 2019.Hubungan Faktro Risiko dengan Kejadian Karsinoma Nasofaring (KNF) di RSD Dr. Soebandi. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Jember.