← Kembali ke Informasi Terkini
“Telinga Berdenging”
Tinnitus atau telinga berdenging adalah kondisi ketika dari telinga terasa ada suara yang mengganggu. Tinitus dapat terjadi dalam berbagai intensitas. Tinitus dengan nada rendah, seperti bunyi bergemuruh atau nada tinggi seperti berdengung dapat terjadi intermitten maupun kontinyu. Tinitus bisa muncul secara tiba-tiba atau perlahan-lahan. Pada beberapa orang, dapat merupakan masalah yang dapat mengganggu kualitas hidup seperti mengganggu konsentrasi, tidur dan pekerjaan, membuat cemas, hingga depresi.
Gejala
Telinga ada suara berdenging, gemuruh, bunyi klik, desis, bunyi senandung, angin, kemresek dan lain- lain.
Penyebab
Ini sebetulnya bukan penyakit, melainkan gejala dari masalah kesehatan tertentu, misalnya cedera telinga, masalah pada sistem sirkulasi tubuh atau kehilangan kemampuan mendengar seiring bertambahnya usia yaitu kerusakan telinga dalam, kehilangan pendengaran karena lanjut usia, sering mendengar suara keras., penumpukan kotoran liang telinga, infeksi pada telinga tengah, pertumbuhan tulang telinga yang abnormal, penyakit Meniere, cedera kepala atau leher, efek samping obat-obatan tertentu, Hipertiroidisme, pecahnya gendang telinga, Neuroma Akustik, gangguan kardiovaskular: Hipertensi, kekakuan pembuluh darah.
Faktor risiko
- Berumur lebih dari 60 tahun
- sering mendengar suara yang terlalu keras, seperti tentara, musisi, pekerja di pabrik atau konstruksi
- Laki-laki
- Merokok
- Stres
- Sering mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein
Komplikasi
- Kelelahan
- Stres
- Gangguan tidur
- Kesulitan berkonsentrasi
- Masalah memori
- Depresi
- Kecemasan dan lekas marah
- Sakit kepala
- Masalah dengan pekerjaan dan kehidupan keluarga
- Penggunaan alat bantu dengar
- Prosedur operasi
- Terapi suara, misalnya menggunakan bunyi-bunyi lain (seperti suara radio atau rekaman bunyi hujan) untuk menutupi bunyi Tinnitus yang dialami
- Penderita tinnitus membiasakan diri dengan bunyi tinnitus yang ia alami
- Gunakan pelindung telinga (Ear Plug)
- Kecilkan volume
- Kurangi paparan bising
- Menjaga kesehatan kardiovaskular
- Batasi alkohol, Kafein, dan Nikotin
- 2013. Analisis Korelasi Ambang Dengar, Frekuensi dan Intensitas Tinitus Dengan Kualitas Hidup Penderita Tinitus Di Makassar. Tesis Konsentrasi Pendidikan Dokter Spesialis Terpadu Bidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher Program Studi Biomedik Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin Makassar.
- Agustini Purwita Dewi. 2016. Mengenali Gejala Tinitus dan Penatalaksanaannya. Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal Intisari Sains Medis Volume 6 Nomer 1.
