← Kembali ke Informasi Terkini
“Mengenal Apa Itu Keluarga Berencana?”
Klaten, Kamis 16 Februari 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. SoeradjiTirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Apa Itu Keluarga Berencana?”. Narasumber Mahasiswa Profesi Ners Universitas Respati Yogyakarta. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk merencanakan kehamilan dalam rangka menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Kebijakan keluarga berencana ditetapkan untuk menyesuaikan laju perkembangan penduduk. Dampak negatif bila tidak mengikuti program keluarga berencana antara lain berdampak pada kesejahtraan keluarga karena akan berpengaruh pada masalah ekonomi keluarga yang memiliki anak banyak atau kelahiran tidak terkontrol akan berdampak pada tingginya pengeluaran.
Tujuan program KB
- Mengatur kehamilan yang diinginkan
- Menjaga kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak
- Meningkatkan akses dan kualitas informasi, pendidikan, konseling, dan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi
- Meningkatkan partisipasi dan kesertaan pria dalam praktek Keluarga Berencana
- Mempromosikan penyusuan bayi sebagai upaya untuk menjarangkan jarak kehamilan
- Mencegah Kesehatan Terkait Kehamilan Kemampuan wanita untuk memilih untuk hamil dan kapan ingin hamil
- Mengurangi AKB/ Angka Kematian Nayi KB dapat mencegah kehamilan dan kelahiran yang berjarak dekat
- Memberdayakan Masyarakat dan Meningkatkan Pendidikan KB memungkinkan masyarakat untuk membuat pilihan berdasarkan informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi
- Pil KB, adalah obat pencegah kehamilan yang Pil diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil dan menginginkan untuk mencegah kehamilan.
- Penggunaan Pil KB mudah, dibutuhkan kepatuhan wanita untuk
- Kehamilan bisa segera terjadi setelah berhenti minum Pil KB
- Membuat lapisan endometrium mengalami penebalan dan peluruhan sesuai dengan siklus 28 hari schingga dapat mengurangi beberapa keluhan haid.
- Terjadi nyeri payudara
- Sebaiknya mempunyai stok lebih sebagai persediaan.
- Terjadi pendarahan yang lebih banyak (lebih hebat) dari haid biasa
- Mengalami keterlambatan haid
- Mengalami keputihan, suhu badan meningkat, mengigil
- Insersi dan pengeluaran harus dilakukan oleh tenaga medis
- Lebih mahal
- Timbul perubahan pola haid
- Permanen
- Nyeri setelah prosedur serta komplikasi lain akibat pembedahan dan anestesi
- Handayani, 2016. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Edisi Kedua. Pustaka Rihama. Yogyakarta.
- Mulyani, Nina Siti, Dan Rinawati, Mega. 2013. Keluarga Berencana Dan Alat Edisi Pertama. Nuha Medika. Yogyakarta.
