← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Apa Itu Manajemen Nyeri?”

Klaten, Kamis 22 Februari 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. SoeradjiTirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal apa itu Manajemen Nyeri?”. Narasumber Larasati Putri Pertiwi, Ners. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Nyeri adalah bentuk ketidaknyamanan baik sensori maupun emosional yang berhubungan dengan terjadinya kerusakan jaringan tubuh, dan menyebabkan individu tersebut bereaksi untuk menghilangkan rasa nyeri. Rasa nyeri timbul akibat respon saraf yang menerima rasa nyeri baik dari dalam maupun dari luar tubuh lalu membawa sensasi tersebut ke dalam otak. Penyebab Trauma, tumor, bengkak, nyeri dada Skala nyeri Tujuan manajemen nyeri
  • Meningkatkan kualitas hidup pasien
  • Membantu mengurangi rasa nyeri
  • Meningkatkan fungsi dari anggota tubuh yang mengalami nyeri
Jenis Jenis nyeri berdasarkan waktu
  1. Nyeri akut adalah nyeri yang dirasakan dengan waktu yang singkat dan berakhir kurang dari 6 bulan.
  2. Nyeri kronis yaitu nyeri yang dirasakan lebih dari 6 bulan.
Penatalaksanaan nyeri 1. Farmakologi/ obat
  • Non Narkotik dan anti inflamasi non- steroid (NSAID): dapat digunakan untuk nyeri ringan hingga sedang.
  • Analgesik narkotika atau opioid : diperuntukkan nyeri sedang hingga berat
  • Obat tambahan atau adjuvant (koanalgesik) : obat dalam jenis sedative, anti cemas dan pelemas otot. Obat ini dapat meningkatkan kontrol nyeri dan menghilangkan gejala penyertanya.
2.Non obat/ mandiri Teknik manjemen nyeri non farmasi dapat dilakukan secara mandiri/ pendamping ahli, antara lain : a. Pijat Memijat area nyeri dapat merelaksasikan otot, melancarkan aliran darah dan mengurangi nyeri. b. Kompres Hangat dan Dingin -Kompres hangat dapat memberikan kenyamanan dan mengurangi nyeri. Sedangkan kompres dingin dapat mengurangi bengkak serta menekan proses peradangan. -Kompres hangat atau dingin dapat diberikan selama 15 sampai 30 menit dan dapat diulang 2-3 kali sehari.   c. TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) Alat TENS menghantarkan aliran lisrik tegangan rendah pada elektroda yang ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.  TENS mampu menghentikan proses terjadinya nyeri dan melepaskan hormon endokrin sehingga nyeri yang dirasakan akan berkurang. d. Relaksasi Metode ini menggunakan pendidikan dan latihan pernafasan dengan prinsip dapat mengurangi nyeri dengan cara mengurangi sensasi nyeri dan mengontrol intensitas reaksi terhadap nyeri. Tahap :
  1. Ciptakan lingkungan yang tenang
  2. Posisikan tubuh dengan nyaman
  3. Konsentrasi pada obyek atau bayangan visual
4. Melepaskan ketegangan e. Terapi Musik Musik  dapat memberikan ketenangan pada pasien. Pemberian musik dapat mengalihkan perhatian pasien dan menurunkan tingkat nyeri yang dialami. f. Distraksi Satu teknik distraksi yang sering digunakan adalah latihan nafas dalam. Pasien diarahkan untuk fokus pada pernafasan mereka dengan konstrasi pada inhalation dan exhalation. g. Guided imagery Imajinasi terbimbing merupakan intervensi dimana penderita dibimbing untuk memikirkan sesuatu yang menenangkan. Teknik ini dapat mengurangi rasa stres dan menciptakan perasaan tenang. Teknik imanjinasi terbimbing dapat dilakukan bersamaan dengan teknik relaksasi nafas dalam untuk kondisi relaksasi. 3. Operasi a. Dorsal root entry zone operation (DREZ). Pembedahan ini untuk mengatasi jaringan atau serabut saraf pencetus rasa nyeri. b. Penghambat saraf. Metode pembedahan ini memotong aliran impuls saraf dari sumber nyeri ke otak. c. Stimulasi listrik. Pada pembedahan ini, aliran listrik digunakan untuk merangsang serabut saraf pada operasi tulang belakang. Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • Gumilang Muhamad. 2019. Gambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Profesi Ners Universitas Diponegoro Tentang Manajemen Nyeri. Skripsi Departemen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.
  • Endang Wahyuti. 2015. Hubungan Penerapan Manajemen Nyeri Non Farmakologi Dengan Kepuasan Pasien Post Operatif Di Ruang Edelweis Dan Seruni Rsud Taman Husada Bontang. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Samarinda.