← Kembali ke Informasi Terkini
Osteopetrosis
Osteopetrosis adalah kelainan tulang yang terjadi ketika tulang menjadi lebih padat daripada seharusnya. Kepadatan tulang yang abnormal menyebabkan penderita kondisi ini memiliki tulang yang lebih rentan patah. Osteopetrosis terjadi akibat gangguan pada salah satu jenis sel tulang yang disebut osteoklas. Normalnya, osteoklas memecah jaringan tulang yang tua saat jaringan tulang baru tumbuh. Pada osteopetrosis, osteoklas tidak menghancurkan jaringan tulang tersebut sehingga pertumbuhan tulang menjadi tidak normal. Sekilas osteopetrosis terdengar mirip dengan osteoporosis. Akan tetapi, perbedaan osteoporosis dan osteopetrosis terletak pada pengaruhnya terhadap tulang. Osteoporosis mengakibatkan tulang lemah, keropos, dan rapuh karena melambatnya proses regenerasi tulang seiring bertambahnya usia. Osteopetrosis justru mengakibatkan tulang menjadi lebih padat dari normalnya. Osteopetrosis adalah penyakit tulang langka yang bersifat herediter atau diturunkan. Diperkirakan hanya terdapat satu kasus osteopetrosis di antara 250.000 bayi yang lahir.
Penyebab Osteopetrosis
Berdasarkan pola penurunan dan mutasi gen penyebabnya, osteopetrosis dapat terbagi menjadi empat jenis, yaitu:- Autosomal dominant osteopetrosis (ADO)
- Autosomal recessive osteopetrosis (ARO)
- Intermediate autosomal osteopetrosis (IAO)
- X-linked osteopetrosis
Gejala Osteopetrosis
Gejala osteopetrosis dapat ringan hingga berat, tergantung pada jenisnya. Beberapa gejalanya adalah:- Autosomal dominant osteopetrosis (ADO)
- Infeksi tulang (osteomielitis), terutama pada tulang rahang
- Nyeri tulang
- Sakit punggung
- Osteoarthritis
- Patah tulang berulang
- Gangguan penglihatan dan pendengaran akibat tekanan intrakranial
- Hidung tersumbat akibat kelainan pada tulang-tulang sinus
- Pertumbuhan yang lambat
- Kelainan pada tulang tengkorak, seperti kepala membesar atau dahi menonjol
- Kadar kalsium rendah (hipokalsemia)
- Hidrosefalus
- Pertumbuhan gigi yang tidak normal
- Infeksi berulang
- Anemia berat
- Mudah memar dan berdarah
- Kerusakan saraf, seperti tuli, buta, dan kelumpuhan pada otot wajah
- Postur tubuh pendek
- Pembengkakan organ hati atau limpa (hepatosplenomegali)
- Patah tulang
- Intermediate autosomal osteopetrosis (IAO)
- Pengerasan tulang yang abnormal
- Patah tulang setelah cedera ringan
- Kaki X atau genu valgum
- Lemah otot
- Gangguan penglihatan
- Anemia ringan
- X-linked osteopetrosis
- Gangguan sistem kekebalan tubuh
- limfadema
- Anhidrotic ectodermal dysplasia, yaitu penyakit kulit yang ditandai dengan kurangnya rambut di kepala dan tubuh, serta kurangnya kemampuan tubuh dalam menghasilkan keringat
Penanganan Osteopetrosis
Osteopetrosis pada bayi harus segera ditangani, beberapa metode yang dilakukan adalah:- Pemberian vitamin D guna merangsang sel-sel osteoklas, agar proses pemecahan tulang dapat berjalan normal
- Pemberian interferon gamma 1-b, untuk meningkatkan fungsi sel darah putih dan meredakan infeksi
- Terapi hormon erythropoietin untuk mengatasi anemia
- Pemberian kortikosteroid guna merangsang pemecahan tulang
- Prosedur bedah untuk mengatasi keretakan tulang
- Transplantasi sel punca, untuk meningkatkan produksi sel darah yang kurang akibat kerusakan pada sumsum tulang
- Transplantasi sumsum tulang, untuk menyembuhkan penyakit sumsum tulang dan kelainan metabolisme