← Kembali ke Informasi Terkini
“Cara Minum Obat TBC yang Baik dan Benar”
Klaten, Kamis 2 Maret 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Cara Minum Obat TBC yang Baik dan Benar”. Narasumber Riske Aulia, S.Farm. Apt. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan salah satu penyebab kematian sehingga perlu dilaksanakan program penanggulangan Tuberkulosis secara berkesinambungan. Penyakit TBC bisa disembuhkan asal penderita mengikuti tahapan pengobatan dengan seksama. Obat- obat TBC (OAT) antara lain Isoniasid, Rifampisin, Pirasinamid, Streptomisin, Etambutol. Durasi pengobatan yang cenderung lama 6-9 bulan tanpa putus dan jenis obat yang bervariasi bisa membuat penderita tidak disiplin saat menjalani pengobatan dan menjadi tidak efektif. Dalam program pengobatan ini diupayakan agar penderita yang telah menerima obat atau resep untuk selanjutnya tetap mengambil obat, minum obat secara teratur dan kembali kontrol untuk menilai hasil pengobatan.
Tujuan pengobatan TBC
Tujuan pengobatannya adalah
- Menyembuhkan
- Memperbaiki produktivitas serta kualitas hidup, mencegah terjadinya kematian atau dampak buruk selanjutnya
- Mencegah terjadinya kekambuhan
- Menurunkan penularan
- Mencegah penularan TB resisten obat
- Sakit perut, mual, muntah, tidak nafsu makan
- Tangan atau kaki kesemutan atau mati rasa
- Kulit gatal, ruam atau memar
- Pandangan kabur
- Kulit atau bagian putih mata kekuningan
- Urine berwarna gelap
- Badan lemah, Lelah atau demam
- Situmorang, Farida P. 2017. Solusi Mengatasi Ketidakpatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis. Papuan Youth Health
- 2016. Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Kepatuhan Pengobatan dan Pasien Tuberkulosis di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. J. Farm sains and pract.
