← Kembali ke Informasi Terkini
Atrial Flutter
Tim Promkes RSST, Atrial flutter adalah kondisi ketika bilik atas jantung (atrium) berdetak terlalu cepat. Ini mengakibatkan jantung berdetak dengan ritme yang cepat, tetapi biasanya teratur. Atrial flutter adalah jenis gangguan irama jantung (aritmia) yang disebabkan oleh masalah pada sistem kelistrikan jantung. Atrial flutter mirip atrial fibrilasi (atrial fibrillation), kelainan umum yang membuat jantung berdetak dengan pola abnormal. Orang dengan atrial flutter memiliki ritme jantung yang lebih teratur dan tidak semrawut dibanding atrial fibrilasi. Kadang seseorang bisa mengalami episode atrial flutter dan atrial fibrilasi.
Orang dengan atrial flutter mungkin tidak memiliki gejala. Namun, gangguan tersebut dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan komplikasi lainnya. Normalnya, jantung berdenyut sebanyak 60–100 kali per menit saat tubuh dalam kondisi diam. Akan tetapi, pada atrial flutter, denyut jantung menjadi sangat cepat, yaitu sampai 150 kali per menit bahkan lebih. Pada atrial fibrilasi, jantung berdenyut cepat dan iramanya sangat tidak beraturan. Sementara pada atrial flutter, irama jantung masih teratur meskipun denyutnya juga sangat cepat.
Penyebab Atrial Flutter
Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya atrial flutter. Namun, kondisi ini diduga terjadi akibat adanya gangguan pada sel-sel penghasil sinyal listrik jantung yang berfungsi mengontrol denyut jantung. Gangguan sinyal listrik jantung tersebut dapat disebabkan oleh kelainan atau penyakit pada jantung, seperti:- Penyakit jantung koroner
- Gagal jantung
- Penyakit jantung rematik
- Penyakit jantung bawaan, seperti atrial septal defect
- Kelainan otot jantung (kardiomiopati)
- Penyakit katup jantung
- Riwayat operasi jantung terbuka
- Serangan jantung
- Kekurangan oksigen parah (hipoksia)
- Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
- Emfisema
- Emboli paru
- Kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme)
- Pheochromocytoma
- Gangguan elektrolit
- Keracunan digitalis
- Sleep apnea
- Kecanduan alkohol
- Penyalahgunaan NAPZA
- Kebiasaan merokok
- Konsumsi minuman berkafein secara berlebihan
- Efek samping obat-obatan tertentu, seperti aminophylline, teofilin, epinephrine, obat pilek yang mengandung phenylpropanolamine, atau dobutamin
Faktor risiko atrial flutter
Atrial flutter lebih sering terjadi pada orang dengan faktor-faktor berikut :- Tekanan darah tinggi
- Berusia 50 tahun atau lebih
- Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
- Merokok
- Menderita stres berat atau gangguan cemas dalam jangka panjang
Gejala Atrial Flutter
Gejala atrial flutter dapat bervariasi dan berlangsung dalam hitungan jam hingga hari. Beberapa gejalanya adalah:- Jantung berdebar
- Pusing atau terasa akan pingsan
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Lemas
- Linglung
Pemeriksaan Atrial Flutter
Pada pasien atrial flutter yang tidak stabil, dokter akan terlebih dahulu memberikan penanganan darurat sebelum memeriksa pasien. Pengobatan darurat yang dilakukan dokter meliputi:- Memberikan oksigen
- Memasang infus untuk akses obat dan cairan
- Melakukan kardioversi, yaitu menyetrum jantung dengan alat khusus
- Rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG), untuk melihat aktivitas listrik jantung
- Ekokardiogram, untuk memeriksa bentuk dan fungsi katup jantung
- Holter monitoratau EKG portabel, yaitu alat yang ditempelkan di dada untuk merekam aktivitas listrik jantung selama 24 jam atau lebih
- Elektrofisiologi, untuk merekam aktivitas listrik jantung dengan cara memasang kateter ke jantung
- Tes darah, untuk mengetahui penyebab yang mendasari gangguan irama jantung, seperti hipertiroidisme