← Kembali ke Informasi Terkini
Avaskuler nekrosis
Tim Promkes RSST, Sistem peredaran darah memiliki peranan yang sangat penting bagi tubuh manusia. Sistem peredaran darah bertugas untuk mengedarkan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh, serta berperan dalam proses metabolisme. Oleh karena itu, kesehatan dan kelancaran aliran darah harus selalu dijaga agar tidak menyebabkan gangguan pada organ tubuh. Salah satu penyakit yang muncul karena gangguan peredaran darah adalah avascular necrosis, yaitu kematian jaringan tulang karena kekurangan suplai darah. Avascular necrosis atau yang juga disebut osteonecrosis dapat menyebabkan kerusakan kecil pada tulang yang akhirnya menyebabkan pengeroposan tulang. Avascular necrosis dapat menyebabkan nyeri sendi, terutama pada pinggul. Jika tidak diobati avascular necrosis dapat menyebabkan tulang kolaps (berpindah dari posisi seharusnya). Kondisi inilah yang akan menimbulkan nyeri ketika menggerakkan sendi yang terkena, bahkan pada kasus yang parah sendi tetap nyeri meski tidak digerakkan. Penyakit ini dapat menyerang siapa pun, tetapi paling sering terjadi pada orang berusia antara 30 sampai 50 tahun. Meski umum terjadi pada orang yang berusia lebih dari 30 tahun, kondisi ini pada dasarnya bisa dialami oleh siapa saja dari segala usia. Pada tahap awal, avascular necrosis umumnya tidak menunjukkan gejala. Namun, seiring waktu, sendi yang terkena gangguan ini akan terasa nyeri saat bergerak. Ketika kondisi sudah semakin parah, sendi dapat terasa nyeri meski tidak digerakkan.
Penyebab Avascular Necrosis
Avascular necrosis terjadi akibat berkurangnya pasokan darah ke tulang. Beberapa kondisi yang dapat membuat pasokan darah ke tulang berkurang adalah:- Cedera pada sendi atau tulang
- Penumpukan lemak di pembuluh darah
- Penyakit
- Tindakan medis
- Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
- Memiliki kebiasaan merokok
- Mengonsumsi obat steroid, seperti cortisone dan prednisone, dalam waktu lama
- Menderita penyakti tertentu, seperti penyakit Legg-Calve-Perthes
- Berusia 30–60 tahun
Gejala Avascular Necrosis
Avascular necrosis umumnya tidak menimbulkan gejala di awal. Namun, seiring kondisi berkembang, penderita avascular necrosis dapat merasakan gejala seperti berikut:- Nyeri ringan hingga berat di area sendi yang terserang
- Nyeri pada pangkal paha yang menyebar hingga ke lutut
- Nyeri ketika menopang beban tubuh dengan pinggul atau lutut
- Nyeri sendi yang cukup parah hingga membatasi pergerakan
Pemeriksaan Avascular Necrosis
Pemeriksaan fisik dilakukan dengan menekan daerah di sekitar sendi untuk melihat adanya bagian yang terasa lunak dan menggerakan sendi ke berbagai posisi untuk menilai kemampuan geraknya. Agar hasil diagnosis lebih akurat, dokter juga akan melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:- Foto Rontgen, untuk melihat perubahan tulang yang terjadi akibat avascular necrosis
- MRI atau CT scan, untuk melihat kondisi tulang dengan lebih detail
Penanganan Avascular Necrosis
Pengobatan untuk avascular necrosis akan disesuaikan dengan usia pasien, penyebab penyakit, bagian tulang yang rusak, dan tingkat kerusakannya.- Obat obatan
- Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
- Obat penurun kolesterol
- Antikoagulan
- Obat bifosfonat
- Operasi / bedah
- Transplantasi tulang
- Penggantian sendi
- Osteotomi
- Dekompresi inti tulang