← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Diet Jantung”

Klaten, Kamis 13 April 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Diet Jantung”. Narasumber Mahasiswa Poltekkes Yogyakarta Jurusan Gizi. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Penyakit Jantung merupakan kondisi dimana jantung mengalami gangguan. Jantung secara berangsur kehilangan kemampuannya untuk melakukan fungsi secara normal. Faktor risiko Penyakit jantung dibagi menjadi dua golongan, yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah antara lain umur, jenis kelamin, keturunan/ras, faktor risiko yang dapat diubah antara lain, merokok, dislipidemia, Hipertensi, Diabetes Melitus, kurang aktifitas fisik, berat badan lebih dan obesitas, diet yang tidak sehat, stres, konsumsi alkohol berlebih. Salah satu faktor utama dalam mencegah penyakit jantung adalah dengan memperhatikan pola makan yang sehat. Pola makan yang sehat merupakan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan energi tubuh dan bergizi seimbang. Jika konsumsi lemak terlalu berlebihan maka dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Pencegahan Penyakit Jantung
  1. Olahraga teratur
  2. Tidak merokok dan tidak minum beralkohol
  3. Mengatur berat badan yang ideal
  4. Mengonsumsi makan yang kaya akan serat, ikan dan membatasi garam
  5. Kurangi konsumsi lemak jenuh
  6. Mengurangi/ mengelola stres
  7. Rutin periksa kesehatan
Tujuan diet penyakit jantung adalah memberikan makanan secukupnya dengan tidak memberatkan kerja jantung, menurunkan berat badan bila penderita terlalu gemuk, mencegah/menghilangkan penimbunan garam/air. Cara Mengatur Diet
  1. Porsi kecil dan diberikan sering serta teratur
  2. Mudah cerna dan tidak merangsang
  3. Makanan Lebih baik dikukus, direbus atau dibakar/panggang.
  4. Olahraga sesuai kondisi (nasehat dokter)
  5. Kolesterol rendah terutama jika disertai dengan dislipidemia.
  6. Vitamin dan mineral cukup. Hindari penggunaan suplemen kalsium, kalium, dan magnesium jika tidak dibutuhkan.
  7. Garam rendah, 2-3 g/hari, jika disertai dengan hipertensi dan edema.
  8. Makanan mudah cerna dan tidak menimbulkan gas.
  9. Serat cukup untuk menghidrasi konstipasi.
  10. Konsumsi cairan dibatasi.
Makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan . Bahan makanan yang dianjurkan 1.Sumber karbohidrat : Nasi, kentang, makaroni, 2.Sumber protein hewani : daging sapi, ayam tanpa kulit, ikan, telur, susu rendah lemak dalam jumlah yang telah ditentukan. 3.Sumber protien Nabati : kacang-kacangan kering, seperti kacang kedelai dan hasil olahanya, misalnya tahu dan tempe. 4.Sayuran : sayuran yang tidak menimbulkan gas, seperti bayam, kangkung, buncis, kacang panjang, labu siam, wortel, tomat, dan tauge. 5.Buah-buahan: semua buah-buahan segar. 6.Lemak: minyak jagung, minyak kedelai, margarine, mentega dalam jumlah terbatas dan tidak untuk menggoreng tetapi untuk menumis, kelapa atau santan encer dalam jumlah terbatas. 7.Minuman: teh encer, coklat, sirup.
  • Bahan Makanan Yang dibatasi
  1. Karbohidrat : Mie, roti putih, ketan, kue-kue, cake, biskuit, pastries.
  2. Protein Hewani : daging tanpa Lemak 1x/minggu, ayam 3x/minggu, bebek, sarden (makanan kaleng) dan kuning telur 3x/minggu.
  3. Sayur : Sayuran yang menimbulkan gas seperti kol, sawi, nangka muda, lobak.
  4. Buah-buahan : Buah yang mengandung gas dan tinggi lemak durian, alpukat, nangka tua dan nanas.
  5. Susu full cream, coklat, es krim, dodol, keju.
  6. Makanan yang mengandung natrium seperti soda kue, dan alkohol, kopi, teh kental, tape.
  7. Makanan yang mengandung bumbu yang tajam : cabe, cuka, merica.
  8. Bumbu-bumbu : kecap, terasi, petis, garam, saus tomat, sasu sambal, tauco.
  • Bahan makanan yang tidak dianjurkan
  1. Sumber protein hewani: daging sapi dan ayam berlemak, gajih, sosis, ham, hati, limpa, babat, otak, kepiting dan kerang.
  2. Minuman yang mengandung soda dan alkohol : arak, bir, brem, soft drink.
  3. Makanan kaleng yang diawetkan: dendeng, abon, ikan asin, telur asin, acar dan manisan buah.
  4. Lemak: minyak Kelapa dan minyak kelapa sawit, santan kental.
  5. Minuman: teh/kopi kental, minuman yang mengandung soda dan alkohol.
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.