← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Pencegahan DBD”

Klaten, Selasa 16 Mei 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Pencegahan DBD”. Narasumber Putri Puspitasari, SKM. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh  virus Dengue dan sebagian besar penularannya berasal dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit demam akut disertai dengan adanya pendarahan dalam yang memiliki kecenderungan untuk menimbulkan syok atau kejang dan dapat menyebabkan kematian, umumnya penyakit ini menyerang anak- anak yang berusia kurang dari 15 tahun namun saat ini penderitanya dapat berasal dari orang dewasa. Penyebab Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Ciri nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
  • Badan nyamuk berwarna hitam dan ada bintik- bintik putih
  • Nyamuk Aedes Aegypti berkembangbiak pada Tempat Penampungan Air (TPA) dan pada barang- barang yang memungkinkan untuk digenangi air
  • Nyamuk Aedes Aegypti tidak dapat berkembangbiak di got atau selokan ataupun kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah
  • Nyamuk Aedes Aegypti biasanya menggigit manusia pada pagi dan sore hari
  • Hinggap pada pakaian yang bergantungan dalam kamar
Gejala
  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot, tulang, atau sendi
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit di belakang mata
  • Pembengkakan di kelenjar getah bening di leher dan selangkangan
  • Bintik-bintik merah atau bercak pada kulit
Komplikasi
  • Perdarahan
  • Kerusakan organ
  • Tekanan darah juga bisa turun ke tingkat yang berbahaya hingga menyebabkan syok
  • Denyut nadi melemah
  • Frekuensi buang air kecil menurun dan jumlah urin yang keluar sedikit
  • Demam berdarah yang parah juga bisa menyebabkan kematian
Pencegahan 1.Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebaiknya dilakukan 2 kali dengan jeda waktu satu minggu agar tidak ada jentik nyamuk. 2.3 M Plus a.3 M yaitu -Menguras tempat penampungan air minimal setiap minggu -Menutup rapat tempat penampungan air -Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti b.Plus yaitu -Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah -Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah -Menggunakan kelambu saat tidur -Menanam tumbuhan pengusir nyamuk -Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian -Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi -Menggunakan krim anti-nyamuk 3.Vaksin Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • Rizhal Moh. 2021. Hubungan Pengetahuan dengan Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas dr. Soebandi
  • Akhyar M. Zumaidil. 2013.Hubungan Antara Pengetahuan Warga Tentang Demam Berdarah dengan Pemilihan Cara Pencegahan Demam Berdarah di Desa Margahayu Kecamatan Loa Kulu. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Samarinda.