← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Kegiatan Evaluasi Pembinaan Puskesmas dan Temu PPK I, II, dan Rumah Sakit Sekitar Jejaring PONEK RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2023

Tim Promkes RSST - Jumlah angka kematian ibu di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi dari negara-negara ASEAN dengan angka 305 per 100.000 kelahiran hidup (SUPAS, 2015). Penyebab kematian ibu tertinggi karena gangguan hipertensi dan penyebab kematian neonatal tertinggi disebabkan oleh komplikasi kejadian intrapartum. Target yang ditetapkan dalam RPJMN pada 2024 adalah 183 per 100.000 kelahiran hidup. Target tersebut tetap merupakan salah satu yang tertinggi di antara negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah dan sulit mencapai SDGs pada tahun 2030 tanpa inovasi atau strategi percepatan. Dalam upaya menurunkan kematian ibu dan bayi, WHO mencanangkan program safe motherhood yang mempunyai slogan making pregnancy safer, di dalamnya terdapat 4 pilar penting, salah satunya adalah pelayanan obstetrik neonatal esensial / emergency. Kementerian Kesehatan mengembangkan program tersebut dengan rangkaian paket pembelajaran dan pelatihan yaitu PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) dan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pemberi pelayanan kesehatan ibu dan bayi. RSUP dr. Soeradji tirtonegoro merupakan rumah sakit rujukan di Wilayah Klaten dan sekitarnya, yang ikut berperan serta dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta sebagai upaya untuk membina hubungan baik dengan pemberi pelayanan kesehatan ibu dan bayi di Wilayah Klaten, maka telah dilakukan kegiatan bimbingan dan pembinaan Puskesmas dan temu PPK I, II serta rumah sakit sekitar (jejaring PONEK RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro) yang bermaksud sebagai wadah update dan diskusi keilmuan di bidang pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif pada bulan November 2022. Selanjutnya sebagai upaya penurunan angka kematian ibu / bayi di Kabupaten Klaten dapat berjalan secara berkesinambungan, dilaksanakan juga kegiatan evaluasi dari kegiatan pembinaan Puskesmas dan temu PPK I, II serta rumah sakit sekitar (jejaring PONEK RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro) tersebut pada hari ini Selasa, 16 Mei 2023 pukul 08.30 - 13.00 WIB di Gedung Pertemuan Lantai 2 RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama dari Tim PONEK dan Tim Promosi Kesehatan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Kegiatan pembinaan Puskesmas dan temu PPK I, II, dan rumah sakit sekitar jejaring PONEK RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro ini dihadiri oleh 100 peserta dari berbagai instansi pelayanan kesehatan jejaring PONEK di Wilayah Klaten. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, Safety Induction, serta bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Sambutan dari RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro disampaikan oleh Direktur Utama, dr. Endang Widyaswati, M.Kes yang dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama sekilas resusitasi dan stabilisasi neonatus oleh dr. Samad, M.Sc, Sp.A (K), dan sebagai moderator yaitu dr. Afifah Isnaini. Selanjutnya adalah pemaparan materi edukasi kedua mengenai Persalinan Preterm oleh dr. Roy Jansen Sinaga, Sp.OG. Seluruh peserta kegiatan sangat antusias dari awal sampai di akhir kegiatan dan aktif dalam sesi diskusi tanya jawab, sharing berbagi pengalaman dalam pelayanan ibu dan anak, serta berkenan dalam mengikuti kegiatan pretest dan post-test yang diselenggarakan oleh panitia. Secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar dan sesuai dengan rundown yang telah disusun oleh panitia kegiatan. Setiap peserta juga diminta mengisi lembar kritik saran sebagai upaya monitoring dan evaluasi mutu pelayanan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini akan terjalin hubungan yang lebih solid antar seluruh jejaring PONEK, khususnya di Wilayah Klaten dan meningkatnya skill para profesional di bidang pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan tinggi kepada ibu, bayi baru lahir, dan anak. Serta setelah pertemuan ini proses rujukan ibu dan bayi kedepannya dapat berjalan dengan lebih baik, sehingga penurunan angka kematian ibu dan bayi di Wilayah Klaten dapat terwujud.