← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Kenali Apa itu Vitamin D”

Klaten, Senin 29 Mei 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Kenali Apa itu Vitamin D”. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak dan mengandung struktur molekul steroid yang dibutuhkan untuk berbagai proses metabolisme di dalam tubuh. Sumber vitamin D yang berasal dari makanan ditemukan dalam minyak ikan, telur, mentega, hati, ikan seperti makarel, salmon, sarden dan tuna. Selain itu, banyak makanan yang sudah difortifikasi vitamin D, terutama produk susu dan sereal. Vitamin D penting untuk memelihara kesehatan tubuh. Selain baik untuk tulang dan gigi, kandungan vitamin D bagus untuk memperkuat sistem imun. Vitamin D adalah vitamin yang dapat larut dalam lemak, artinya vitamin D bisa disimpan dalam tubuh untuk waktu yang lama.

Sumber Vitamin D

  • Ikan salmon, tuna, sarden
  • Minyak ikan
  • Kuning telur ayam
  • Dagi ng merah
  • Keju dan susu
  • Jamur
  • Buah jeruk

Berapa banyak asupan vitamin D yang dibutuhkan setiap hari?

Kebutuhan vitamin D per hari berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor. Berikut ini adalah kebutuhan harian vitamin D yang dianjurkan untuk mencegah kekurangan vitamin D:
  • Usia 0 - 12 bulan membutuhkan 400 IU
  • Usia 1 - 64 tahun membutuhkan 600 IU
  • Usia > 65 tahun dan ibu hamil membutuhkan 800 IU
Pada beberapa kondisi kadar vitamin D dalam tubuh belum cukup atau kurang, dan disertai kebutuhan vitamin D yang meningkat. Untuk memastikan kondisi ini, sebaiknya lakukan pemeriksaan dengan dokter. Mengingat banyaknya manfaat vitamin D untuk kesehatan, penting bagi anda untuk memenuhi asupan vitamin D harian. Memenuhi asupan vitamin D sebetulnya tidaklah sulit. Selain berjemur di sinar matahari pagi, anda bisa mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D. Proses metabolisme di dalam tubuh Vitamin D merupakan nama generik dari dua molekul, yaitu Ergokalsiferol (vitamin D2) dan Kolekalsiferol (vitamin D3). Ergokalsiferol biasanya terdapat dalam tanaman, sedangkan kolekalsiferol terdapat pada hewan. Vitamin D bukan hanya terdapat di tanaman ataupun hewan, namun juga mampu disintesis di kulit melalui paparan sinar matahari langsung. Seseorang  memperoleh 80-90% vitamin D dari paparan matahari, sedangkan sisanya diperoleh dari makanan. Pada pembentukan vitamin D dari kulit, Dehydrocholesterol yang ada pada kulit akan terkonversi menjadi pre vitamin D dengan bantuan sinar ultraviolet atau sinar matahari, selanjutnya pre vitamin D ini akan mengalami Isomerisasi Thermal atau dengan penyinaran sinar ultraviolet. Cara mengonsumsi vitamin D dengan benar Perlu diingat bahwa suplemen vitamin dan mineral dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan tubuh terhadap vitamin dan mineral, terutama ketika asupan vitamin dan mineral dari makanan saja tidak cukup. Suplemen vitamin D bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, namun vitamin D sebaiknya dikonsumsi setelah makan guna meningkatkan penyerapan vitamin D oleh tubuh. Vitamin D bisa didapatkan dalam berbagai sediaan, yaitu sirup dan cairan tetes. Perhatikan cara penggunaan dan takaran obat sebelum memberikan vitamin D.  Takaran yang salah dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping atau overdosis. Manfaat vitamin D untuk tubuh

1.   Memelihara kesehatan tulang dan gigi

Vitamin D berperan penting bagi kesehatan tulang dan gigi. Vitamin D baik untuk membantu penyerapan Kalsium dalam tubuh.
  1. Meningkatkan kekebalan tubuh
Vitamin D dapat membantu mengoptimalkan kekebalan tubuh dengan menunjang kerja sel darah putih dalam melawan patogen. Sifatnya sebagai antiradang dan antioksidan mampu meningkatkan kerja sistem imun, saraf dan otot.
  1. Menjaga fungsi paru dan jantung
Manfaat vitamin D yang selanjutnya adalah menjaga fungsi paru dan jantung. Kekurangan vitamin D pada tubuh dapat berakibat pada meningkatnya risiko penyakit jantung dan paru.
  1. Mencegah Kanker
Mengonsumsi vitamin D yang cukup dapat menghindarkan dari risiko Kanker. Kandungan yang bersifat antikarsinogenik diketahui dapat memperlambat perkembangan sel Kanker, merangsang kematian sel Kanker hingga mencegah tumor.
  1. Mengatasi Depresi
Seseorang yang mengalami depresi yang mengonsumsi suplemen vitamin D mengalami perbaikan pada gejalanya. Seseorang dengan defisiensi vitamin D memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi.
  1. Menurunkan risiko Diabetes
Vitamin D membantu memproduksi hormon insulin dalam tubuh. Insulin berperan dalam mengatur kadar gula darah sehingga dapat mengurangi risiko penyakit Diabetes. Efek samping vitamin D Jika digunakan sesuai dosis yang dianjurkan, konsumsi vitamin D jarang menimbulkan efek samping, namun jika dikonsumsi berlebihan mungkin dapat menyebabkan kadar Kalsium berlebih/ Hiperkalsemia dan keluhan tertentu, seperti
  • Mual atau muntah
  • Mudah haus
  • Sering buang air kecil
  • Tubuh terasa lelah
  • Hilang nafsu makan
  • Sembelit
  • Perubahan suasana hati atau linglung
  • Sakit perut
  • Telinga berdenging
Segera hentikan konsumsi suplemen vitamin D dan periksakan ke dokter jika mengalami efek samping di atas, atau reaksi alergi yang ditandai dengan biduran, bengkak di bibir atau mata, atau kesulitan bernapas. Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • Daramatasia Wira. 2012. Peran vitamin D dalam Regulasi Sistem Imunitas Melalui Sel Dendritik. Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Widyagama Husada Malang Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Volume 01 Nomor 01.
  • Fiannisa Riskita. 2019. Vitamin D sebagai Pencegahan Penyakit Degeneratif hingga Keganasan. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Medula Volume 9 Nomor 3.