← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Apa itu Metode Kangaroo Mother Care/ KMC ?”

Klaten, Jumat 9 Juni 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Apa itu Metode Kangaroo Mother Care/ KMC?”. Narasumber Ns. Fitria Mega Wardani, S.Kep. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan metode perawatan untuk bayi berat lahir rendah atau lahiran prematur dengan melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu atau Skin-To-Skin Contact, dimana ibu menggunakan suhu tubuhnya untuk menghangatkan bayi. Prevalensi bayi berat lahir rendah (BBLR) diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dan lebih sering terjadi di negara- negara berkembang atau sosio-ekonomi rendah. Kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah adalah penyebab terbesar angka kematian bayi diikuti kejadian infeksi. Bayi prematur dan BBLR membutuhkan perawatan dalam inkubator untuk mendapatkan respon fisiologis yang baik dalam menjalani masa transisi dari kehidupan dalam ke luar rahim, sehingga diperlukan infrastruktur yang mahal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kematian BBLR dapat dicegah menggunakan intervensi yang tidak mahal, mudah dilakukan dan tepat guna yaitu dengan Kangaroo Mother Care. Konsep Dasar KMC
  • Meniru binatang Kanguru yang berkantung
  • Bayi Kanguru yang baru lahir, disimpan ibunya dalam kantung di perut ibunya, sehingga pemindahan aliran panas dari tubuh induk kepada bayi Kanguru sehingga bayi Kanguru dapat tetap hidup terhindar dari bahaya Hipotermi
Komponen KMC
  • Posisi
  • Nutrisi
  • Dukungan
  • Pemantauan dan Penyapihan
Dukungan KMC Dilakukan oleh seluruh anggota keluarga, terutama ibu bayi. Pemantauan KMC
  • Berat badan bayi >2500 gram
  • Pemantauan dilakukan dengan memantau TTV dan status oksigenasi
  • Bayi kurang nyaman pada posisi kanguru :
  • Menggeliat
  • Menarik badannya
  • Menangis dan rewel saat diatur posisinya
  • Menunjukkan tanda stress (takipnea/ kondisi ketika laju pernapasan terlalu cepat. , takikardia kondisi jantung yang berdetak melebihi 100 kali per menit., instabilitas suhu dan desaturase oksigen/ saturasi menurun).
Jenis KMC
  1. Kontinyu KMC (terus menerus selama 24 jam)
  2. Intermitten KMC (cara selang seling, dilakukan selama 1-3 jam, sehari 1-3 kali)
Cara melaksanakan perawatan metode Kanguru
  1. Badan ibu sudah dalam keadaan bersih, dan dada tidak terhalang bra
  2. Melepas baju bayi
  3. Mengganti diapers
  4. Memakaikan topi dan kaos kaki bayi
  5. Mengenakan selendang PMK pada bayi
  6. Meletakkan bayi diantara payudara, dada bayi menempel pada dada ibu
  7. Memalingkan kepala ke sisi kanan / kiri dengan sedikit menengadah
  8. Memposisikan bayi dengan siku dan tungkai tertekuk, seperti katak
  9. Mengikat selendang dengan kencang saat Ibu melakukan perawatan metode Kanguru
  10. Mengenakan pakaian luar sebagai penutup
Manfaat melakukan KMC
  • Bagi bayi (suhu tubuh bayi lebih stabil, pola pernafasan bayi menjadi lebih teratur, denyut jantung bayi lebih stabil, frekuensi menangis berkurang, lebih sering minum ASI dan lama menyusui lebih panjang serta kenaikan berat badan lebih baik, waktu tidur bayi menjadi lebih lama yang ditandai dengan jumlah waktu terbangun bayi lebih rendah).
  • Bagi ibu (mempercepat pengeluaran ASI dan meningkatkan keberhasilan menyusui, stimulasi dini, kasih sayang antara ibu dan anak semakin meningkat, menurunkan infeksi nosokomial dan memperpendek masa rawat inap).
Kesimpulan
  • KMC mampu memberikan manfaat dalam peningkatan suhu, frekuensi denyut jantung dan saturasi oksigen namun tetap berada pada rentang normal supaya menjaga kestabilan respon fisiologis bayi prematur dan BBLR.
  • Bermanfaat dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, meningkatkan pemberian ASI, dan meningkatkan ikatan (Bonding) antara ibu dan bayi serta meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam merawat bayi.
  • Oleh karena itu diharapkan perawatan metode Kanguru dapat dilakukan sebagai intervensi yang tidak mahal, mudah dilakukan dan tepat guna bagi perawatan bayi premature dan BBLR di rumah sakit dan dapat dilanjutkan sebagai perawatan bayi di rumah, hingga bayi mencapai berat 2500 gram.
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • Triana A, Damayanti IP, Afni R, Yanti JS. Buku Ajar Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal: Penuntun Belajar Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal. Deepublish; 2015.
  • 2010. Bayi dengan BBLR.Yogyakarta : Nuha Medika