← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Osteoarthritis”

Klaten, Senin 12 Juni 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Mengenal Osteoarthritis”. Narasumber Ruli Maryani, AMK. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST. Osteoarthritis merupakan penyakit degenerasi pada sendi yang melibatkan Kartilago, lapisan sendi, ligamen, dan tulang sehingga menyebabkan nyeri dan kekakuan pada sendi. Dalam Perhimpunan Reumatologi Indonesia, Osteoarthritis secara sederhana didefinisikan sebagai suatu penyakit sendi degeneratif yang terjadi karena proses inflamasi kronis pada sendi dan tulang yang ada disekitar sendi tersebut. Penyebab Osteoarthritis disebabkan oleh kerusakan pada tulang rawan dan sendi. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang merupakan bantalan pelindung tulang kehilangan elastisitasnya. Akibatnya terjadi gesekan antartulang yang membuatnya lebih rentan mengalami kerusakan dan menyebabkan radang sendi. Faktor resiko 1.   Umur Osteoarthritis lutut biasanya terjadi pada usia lanjut, jarang dijumpai penderita Osteoarthritis lutut yang berusia di bawah 40 tahun. Usia rata−rata laki yang mendapat Osteoarthritis sendi lutut yaitu pada umur 59 tahun dengan puncaknya pada usia 55 - 64 tahun, sedang wanita 65,3 tahun dengan puncaknya pada usia 65 – 74 tahun. 2.   Obesitas Membawa beban lebih berat akan membuat sendi sambungan tulang bekerja dengan lebih berat, diduga memberi andil pada terjadinya Osteoarthritis lutut. 3.   Jenis kelamin Wanita lebih sering terkena Osteoarthritis lutut, dan lelaki lebih sering terkena Osteoarthritis paha, pergelangan tangan dan leher. Secara keseluruhan di bawah usia 45 tahun frekuensi Osteoarthritis pada wanita dan laki-laki sama, tetapi di atas usia 50 tahun frekuensi Osteoarthritis lebih banyak terjadi pada wanita. 4.   Riwayat trauma Cedera sendi, terutama pada sendi – sendi penumpu berat tubuh seperti sendi pada lutut berkaitan dengan risiko Osteoarthritis yang lebih tinggi. 5.   Genetik Jika salah satu anggota keluarga memiliki riwayat Osteoarthritis, maka orang tersebut mempunyai kesempatan besar untuk terjadinya Osteoarthritis. 6.   Riwayat pekerjaan Aktivitas yang dilakukan dengan sangat berat, berulang atau pekerjaan yang menuntut penggunaan fisik akan meningkatkan risiko Osteoarthritis. Pekerja yang sering membebani sendi lutut mempunyai risiko lebih besar dibanding dengan pekerja yang jarang membebani sendi lutut. Gejala 1.   Nyeri Nyeri merupakan keluhan utama yang sering membawa pasien ke dokter. Nyeri biasanya bertambah dengan gerakan dan sedikit berkurang dengan istirahat. Nyeri pada sendi berasal dari inflamasi pada Sinovium, tekanan pada sumsum tulang, fraktur daerah Subkondral, tekanan saraf akibat Osteofit, Distensi, instabilnya kapsul sendi, serta Spasme pada otot atau ligamen 2.   Kekakuan sendi Kekakuan pada sendi sering dikeluhkan ketika pagi hari ketika setelah duduk yang terlalu lama atau setelah bangun pagi 3.   Krepitasi Sensasi suara gemeratak yang sering ditemukan pada tulang sendi rawan. 4.   Pembengkakan pada tulang Biasa ditemukan terutama pada tangan sebagai Nodus Heberden (karena adanya keterlibatan sendi Distal Interphalangeal (DIP)) atau Nodus Bouchard (karena adanya keterlibatan sendi Proximal Phalangeal (PIP)). Pembengkakan pada tulang dapat menyebabkan penurunan kemampuan pergerakan sendi yang progresif. 5.   Perubahan gaya berjalan Hampir semua pasien Osteoarthritis pergelangan kaki, lutut, atau panggul berkembang menjadi pincang. Gangguan berjalan dengan gangguan fungsi sendi yang lain merupakan ancaman yang besar untuk kemandirian pasien Osteoarthritis yang umumnya tua. 6.   Deformitas sendi Pasien seringkali menunjukkan sendinya perlahan-lahan mengalami pembesaran, biasanya terjadi pada sendi tangan atau lutut. Pemeriksaan 1.   Dilakukan pemeriksaan fisik khususnya dilokasi sendi yang sakit 2.   Pemeriksaan penunjang ·      Radiologi, rontgen, CT Scan ·      Laboratorium, darah rutin dan cairan sendi Penatalaksanaan Tujuan penatalaksanaan pada Osteoarthritis untuk mengurangi tanda dan gejala osteoarthritis, meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan kebebasan dalam pergerakan sendi, serta memperlambat progresi Osteoarthritis. 1.   Terapi Konservatif Terapi konservatif yang bisa dilakukan meliputi edukasi kepada pasien, pengaturan gaya hidup, apabila pasien termasuk obesitas harus mengurangi berat badan, jika memungkinkan tetap berolah raga (pilihan olah raga yang ringan seperti bersepeda atau berenang). 2.   Fisioterapi Fisioterapi untuk pasien Osteoarthritis termasuk traksi, Stretching, akupuntur, Transverse Friction (teknik pemijatan khusus untuk penderita Osteoarthritis), latihan stimulasi otot, elektroterapi. Fisioterapi ini bertujuan untuk memperkuat otot – otot sekitar persendian. 3.   Pertolongan Ortopedi Pertolongan Ortopedi kadang-kadang perlu dilakukan seperti pembuatan alat bantu yang bagian dalam dan luar didesain khusus untuk pasien Osteoarthritis. 4.   Farmakoterapi Dapat berwujud obat oral maupun injeksi, bertujuan untuk mengurangi gejala agar penderitanya dapat tetap melaksanakan aktivitas dengan normal. 5.   Pembedahan Operasi dapat dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti sendi yang rusak. Metode operasi yang biasa dilakukan oleh dokter misalnya Total Hip Replacement pada Osteoarthritis panggul dan Total Knee Replacement pada Osteoarthritis lutut. Pencegahan 1.   Menjaga berat badan ideal 2.   Berolahraga rutin dan aktif secara fisik 3.   Menjaga postur tubuh saat duduk atau berdiri 4.   Melakukan peregangan otot setelah duduk dalam waktu yang lama 5.   Beristirahat yang cukup dan teratur 6.   Berhati – hati dalam melakukan aktivitas agar terhindar dari cedera   Daftar Pustaka Chintyawati, C. (2014). Hubungan Antara Nyeri Reumatoid Artritis dengan Tingkat Kemandirian dalam Aktivitas Kehidupan Sehari-hari pada Lansia di Posbindu Karang Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Pisangan Tangerang  Selatan Tingkat . Jakarta: UIN. Depkes, RI (1995), Penerapan Proses Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Maskuloskeletal, Jakarta, Pusdiknakes.