← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Apa itu MRSA?”

Klaten, Selasa 13 Juni 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Apa itu MRSA?”. Narasumber PPDS Mikrobiologi. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. MRSA atau Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang sudah tidak dapat lagi diatasi dengan berbagai golongan antibiotik yang umum dipakai. Staphylococcus sebenarnya adalah suatu bakteri yang tidak membahayakan dan biasa hidup pada kulit serta hidung manusia. Namun, jika pertumbuhannya tidak terkendali, bakteri ini dapat menyebabkan berbagai infeksi di tubuh manusia. MRSA adalah bakteri Staphylococcus aureus yang mengalami kekebalan terhadap antibiotik jenis metisilin. MRSA mengalami resistensi karena perubahan genetik yang disebabkan oleh paparan terapi antibiotik yang tidak rasional. Transmisi bakteri berpindah dari satu pasien ke pasien lainnya melalui alat medis yang tidak diperhatikan sterilitasnya. Transmisinya dapat pula melalui udara maupun fasilitas ruangan, misalnya selimut atau kain tempat tidur. Jenis infeksi MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus) 1.   Hospital acquired MRSA (HA-MRSA), adalah infeksi MRSA yang ditularkan dalam lingkungan rumah sakit (infeksi Nosokomial). Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan luka yang terinfeksi atau tangan yang terkontaminasi. HA-MRSA dapat menyebabkan infeksi yang serius, seperti infeksi pada aliran darah (bakteremia) dan paru-paru (Pneumonia). 2.  Community acquired MRSA(CA-MRSA), yaitu infeksi MRSA yang terjadi melalui kontak langsung dengan orang-orang di sekitar yang sudah lebih dahulu terinfeksi MRSA. Infeksi ini umumnya diakibatkan oleh kebersihan yang buruk. Faktor resiko 1.  Faktor resiko Hospital acquired MRSA(HA-MRSA)
  • Menggunakan perangkat rumah sakit, misalnya Hemodialisa
  • Menjalani rawat inap di rumah sakit lebih dari 3 bulan
  • Memiliki kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pada pengidap AIDS atau kanker
2.  Faktor resiko Community acquired MRSA (CA-MRSA) ·     Tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kumuh ·     Bekerja di rumah sakit atau klinik ·     Sering pinjam-meminjamkan barang-barang pribadi dengan orang lain, seperti peralatan olahraga, handuk, maupun pisau cukur ·     Melakukan hubungan intim yang tidak aman ·     Aktif dalam kegiatan atau olahraga yang banyak melakukan kontak langsung Penyebab Infeksi MRSA disebabkan oleh bakteri Staphylococcus Aureus yang sudah resisten terhadap antibiotik disebabkan karena penggunaan antibiotik yang tidak sesuai prosedur. Gejala Gejala infeksi MRSA antara lain batuk, demam, lemas, menggigil, nyeri dada, nyeri kepala, nyeri otot., sesak napas, bengkak, bernanah, kemerahan, nyeri. Pemeriksaan Dokter akan melakukan pemeriksaan yang diawalai dengan wawancara medis lengkap. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh khususnya daerah infeksi, jika dicurigai MRSA maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang, yaitu
  1. Pemeriksaan laboratorium, meliputi :
  • Darah rutin
  • Sampel urine, dahak maupun jaringan
  • Kultur, uji sensifitas antibiotik
  1. Radiologi: Rontgen/ CT Scan, untuk pemeriksaan adanya infeksi paru- paru
  2. pemeriksaan EKG, Eco Cardiografi, untuk pemeriksaan jantung
Pencegahan
  1. Pada HA-MRSA
  • Desinfeksi dengan benar peralatan medis yang akan digunakan di rumah sakit
  • Pengidap infeksi HA-MRSA harus dirawat di ruang isolasi di rumah sakit
  • Pengunjung dan petugas medis menjaga kebersihan tangan dan menggunakan pakaian khusus/ Alat Pelindung Diri
  1. Pada CA-MRSA
Mencegah penularan dengan jalan:
  • Tidak berbagi pakai barang-barang pribadi
  • Menutup luka dengan penutup khusus agar tidak terkontaminasi
  • Menjaga kebersihan pakaian
  • Mengeringkan semua pakaian dengan suhu panas
  • Mencuci tangan dengan benar
  • Cuci pakaian dengan air panas dan sabun cuci, jika memiliki luka pada kulit
Penanganan Penanganan disesuaikan dengan kondisi pasien dan lokasi infeksi dan berat ringannya penyakit. Infeksi MRSA dapat diobati dengan antibiotik yang masih sensitif berdasarkan hasil pemeriksaan kultur bakteri, dokter akan menentukan terapi yang sesuai untuk Anda. Pemakaian antibiotik harus sesuai petunjuk untuk menghindari bakteri menjadi kebal terhadap obat yang diberikan. Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • Antibiotic Resistance Threats in the United States, 2019. Atlanta, GA: U.S. Department of Health and Human Services, CDC; 2019.
  • Kerti Yasa Ketut Ayu Gusti. 2018. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Perawat Dalam Penatalaksanaan Pasien Dengan Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (Mrsa) Koloni Di Rumah Sakit Khusus Bedah Bimc Nusa Dua. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bali Denpasar.