← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Apa itu Scabies?”

Klaten, Rabu 14 Juni 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Mengenal Apa itu Scabies?”. Narasumber dr. Riana Herviati, M.Kes, Sp. KK. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST. Scabies atau kudis merupakan penyakit infeksi parasit pada kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes Scabiei. Scabies merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum terjadi. Scabies adalah penyakit kulit yang menular, apabila seseorang melakukan kontak langsung dengan penderitanya, ada kemungkinan tungau penyebab Scabies berpindah dan menjangkiti orang tersebut. Scabies  menyebabkan ruam yang dapat menyebabkan stigma serta gatal yang dapat menyebabkan gangguan tidur, kesulitan konsentrasi dan ketidakhadiran dari pendidikan dan pekerjaan. Scabies merupakan predisposisi infeksi kulit bakteri supersisial (terutama karena Staphylococcus Aureus dan Streptococcus Pyogenes) yang pada gilirannya dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk infeksi kulit dan jaringan lunak yang parah, sepsis, Glomerulonefritis dan kemungkinan demam rematik akut. Penyebab Penyebab Scabies adalah tungau Sarcoptes Scabiei. Tungau ini berukuran sangat kecil dan sulit dilihat dengan mata telanjang, karena itulah penderita Scabies awalnya tidak menyadari keberadaan tungau pada permukaan kulitnya. Gejala
  1. Kulit terasa sangat gatal terutama saat malam hari
  2. Muncul ruam berwarna kemerahan dan berbentuk seperti jerawat di kulit, khususnya pada bagian lipatan-lipatan tangan dan kaki
  3. Kulit bersisik dan lecet
  4. Kulit luka-luka akibat garukan
Penularan
  • Kontak Langsung, pasien sebaiknya menjaga kebersihan diri agar tidak menyebarkan tungau Sarcoptes Scabiei pada orang lain. Berpelukan dan kegiatan seksual meningkatkan risiko pasien menularkan tungau Sarcoptes Scabiei pada orang lain.
  • Kontak tidak langsung, penggunaan barang pribadi secara bersama-sama dengan pasien. Penularan melalui barang-barang yang terpapar tungau Sarcoptes Scabiei, seperti penggunaan tempat tidur, baju, selimut yang sama.
Faktor risiko
  • Melakukan kontak langsung dengan penderita Scabies
  • Menggunakan barang-barang tertentu, seperti sprei, bantal, atau sisir milik orang lain
  • Daya tahan tubuh yang lemah
  • Menderita penyakit yang menyerang daya tahan tubuh, seperti HIV atau AIDS, kanker, dan lain sebagainya
  • Hidup secara berkelompok dengan orang lain, seperti di penjara, pesantren, panti asuhan
Pemeriksaan Karena dapat terdeteksi dengan mudah, dokter umumnya akan melakukan diagnosis Scabies dengan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa area kulit pasien yang terasa gatal, selain itu, juga akan memastikan pada pasien dengan mencari serta mengeluarkan tungau dari kulit menggunakan jarum. Pada beberapa kasus dokter akan mendiagnosis dengan mengambil sampel kulit pasien untuk diperiksa. Sampel kulit tersebut nantinya akan dilihat melalui mikroskop untuk memastikan keberadaan telur serta tungau dewasa. Pengobatan Untuk mengobati Scabies, dokter biasanya akan meresepkan krim kepada pasien. Beberapa krim yang biasa diresepkan oleh dokter antara lain Losion benzyl benzoate, Calamine, Crotamiton, Lindane, Krim sulfur, Permethrin. Krim tersebut dioleskan ke seluruh tubuh pasien kemudian biarkan selama 8 jam dan aplikasikan kembali krim tersebut hingga Scabies hilang. Dokter dapat meresepkan beberapa obat tertentu kepada pasien apabila gejala yang ditimbulkan sudah cukup parah. Beberapa obat yang diresepkan tersebut adalah antibiotik apabila terjadi infeksi pada tubuh pasien dan antihistamin untuk mengendalikan reaksi alergi karena gigitan tungau. Pencegahan ·      Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi Scabies ·      Hindari pertukar barang pribadi ·      Cuci barang yang terkontaminasi ·      Rutin membersihkan rumah Daftar Pustaka
  • Marminingrum Putri Pratiwi. 2018. Analisis Faktor Scabies pada Santri Laki- Laki di Pondok Pesantren Al- Hasan Ponorogo. Program Studi Pendidikan Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya.
  • Mutiara Hanna, Firza Syailindra. 2016. Skabies. Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung dan Mahasiswa,Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung. Jurnal Majority Volume 5 Nomor 2.