← Kembali ke Informasi Terkini
“Mengenal Apa itu Etika Batuk?”
Klaten, Senin 12 Juni 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Apa itu Etika Batuk?”. Narasumber Nurtami, S.ST, Ners. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Batuk adalah suatu refleks pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas. Batuk juga membantu melindungi paru dari aspirasi yaitu masuknya benda asing dari saluran cerna atau saluran napas bagian atas. Yang dimaksud dengan saluran napas mulai dari tenggorokan, Trakhea, Bronkhus, Bronkhioli sampai ke jaringan paru. Batuk dan bersin bukanlah suatu penyakit. Batuk dan bersin merupakan mekanisme pertahanan tubuh pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Batuk merupakan gejala klinis dari gangguan pada saluran pernapasan. Batuk bukan merupakan suatu penyakit, tetapi merupakan manifestasi dari penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Penyakit yang bisa menyebabkan batuk sangat banyak sekali mulai dari infeksi, alergi, inflamasi bahkan keganasan. Etika batuk atau hygiene respirasi adalah suatu tindakan pengendalian sumber infeksi dengan cara menahan sekret keluar dari saluran pernapasan untuk mencegah penularan pathogen dalam lingkungan.
Penyebab batuk
Batuk umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang merupakan gejala flu, Infeksi Saluran Pernapasan bagian Atas (ISPA), alergi, asma atau tuberculosis, benda asing yang masuk kedalam saluran napas, tersedak akibat minum susu, menghirup asap rokok dari orang sekitar, masalah emosi dan psikologis (untuk batuk psikogenik).
Cara batuk yang benar
Cara batuk yang benr adalah dengan “Etika Batuk”. Etika batuk adalah tata cara batuk yang baik dan benar dengan cara menutup hidung dan mulut dengan tissue atau lengan baju sehingga bakteri tidak menyebar ke udara dan tidak menular ke orang lain.
- Tutup hidung dan mulut saat batuk dengan tisu atau lengan baju dalam. Hal ini agar virus tidak menyebar ke udara dan menular ke orang lain
- Segera buang tisu yang telah dipakai ke tempat sampah
- Cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol.
- Gunakan masker
- Mengeluarkan semua udara dari dalam paru- paru dan saluran nafas sehingga menurunkan frekuensi sesak nafas
- Menghemat energi sehingga tidak mudah Lelah dan dapat mengeluarkan dahak secara maksimal
- Melatih otot- otot pernafasan agar dapat melakukan fungsinya dengan baik
- Melatih pasien agar terbiasa melakukan cara pernafasan dengan baik
- Anjurkan minum air hangat sebelum memulai latihan batuk efektif
- Atur posisi duduk dengan mencondongkan badan ke depan
- Tarik nafas dalam melalui hidung dan hembuskan melalui mulut sebanyak 4-5 kali
- Pada tarikan nafas dalam yang terakhir, nafas di tahan selama 1- 2 detik
- Angkat bahu dan dada dilonggarkan serta batukkan dengan kuat dan spontan
- Keluarkan dahak dengan bunyi “huf” sampai 3 kali
- Lakukan berulangkali sesuai kebutuhan
- Hindari batuk yang terlalu lama karena dapat menyebabkan kelelahan dan Hipoksia
- 2021. Etika batuk pada masa pandemic Covid -19. Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran. Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Volume 21, Nomer 1.8
- Azidin Yustan, dkk. 2020. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Etika Batuk Terhadap Persepsi Pasien Tentang Etika Batuk di Ruang Paru RSUD Ulin Banjarmasin. Caring Nursing Journal Volume 4 Nomer 2.
