← Kembali ke Informasi Terkini
“Perubahan Iklim, Waspadai Alergi”
Klaten, Senin 19 Juni 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Perubahan Iklim, Waspadai Alergi”. Narasumber Dr. dr. Budi Santoso, M.Sc, Sp. THT-KL. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.
Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang terkait suhu dan pola cuaca di bumi. Perubahan iklim dunia dalam bentuk pemanasan global dapat berdampak pada berkurangnya cadangan air tanah hingga terjadi kekeringan dimana-mana, bergesernya musim tanam dan kekeringan lahan pertanian hingga terjadi gagal panen, serta meningkatnya suhu laut hingga terganggunya keseimbangan ekosistem terumbu karang. Dewasa ini, perubahan iklim dunia mengakibatkan terjadinya anomali cuaca yang kita rasakan di Indonesia, seperti intensitas hujan yang sering terjadi belakangan ini, yang justru pada beberapa tahun lalu kita sebut sebagai musim kemarau. Perubahan iklim ini tentunya juga berdampak pada kesehatan manusia. Alergi merupakan suatu reaksi dari sistem imun tubuh yang terjadi karena suatu zat yang disebut alergen. Zat tersebut dianggap berbahaya oleh tubuh, meski sebenarnya tidak, sehingga akan menimbulkan gejala alergi, misal ada ruam kemerahan, bentol di kulit, bersin bersin, hidung mampet, sesak nafas.
Penyebab perubahan iklim
Aktifitas manusia seperti pembakaran lahan, cerobong pabrik, mobil dan lain- lain akan meningkatkan konsentrasi CO2 dan gas rumah kaca. Perubahan iklim berkaitan dengan pemanasan global yg mempengaruhi kuantitas, intensitas dan frekuensi yang memicu terjadinya gelombang panas, badai dan banjir.
Apa yang terjadi akibat perubahan iklim?
- Polusi udara / udara tercemar
- Meningkatnya suhu bumi / gelombang panas
- Meningkatnya allergen / zat penyebab alergi seperti serbuk sari bunga
- Tanaman tumbuh lebih cepat
- Musim pollen / serbuk sari bunga terjadi lebih lama
- Musim polen / serbuk sari bunga terjadi lebih awal
- Peningkatan jumlah polen / serbuk sari bunga dan allergen lainnya
- Bertambanya zat kimia
- Serbuk kayu dan pertumbuhan tungau
- Memiliki riwayat alergi di keluarga
- Terlalu jarang terkena allergen / penyebab alergi
- Dibatasi makanan tertentu
- Sering terkena allergen / penyebab alergi di tempat kerja
- Tinggal di rumah yang terlalu kering / lembab
- Rinitis alergi
- Asma bronkial
