← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Apa itu Perbaikan Postur”

Klaten, Rabu 21 Juni 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Apa itu Perbaikan Postur”. Narasumber Taufik Hidayat, A.Md. Ft. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Postur adalah posisi yang dapat menopang tubuh saat duduk, berdiri, berjalan, maupun berbaring. Postur tubuh menjadi salah satu hal yang cukup diperhatikan. Postur dianggap sebagai salah satu daya tarik seseorang, sehingga postur yang baik dapat menambah kepercayaan diri seseorang, namun tidak semua orang memiliki postur yang baik dan tidak semua orang sadar akan pentingnya memiliki postur yang ideal. Postur yang baik didapatkan dari adanya keselarasan antara bagian tubuh dengan otot-otot, sehingga distribusi beban tubuh tersebar merata. Postur yang buruk dapat menyebabkan distribusi beban tubuh menjadi tidak merata, serta dapat merubah penampilan seseorang dan juga dapat menyebabkan keluhan seperti nyeri leher dan punggung. Kebiasaan sehari-hari dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Salah satu kebiasaan yang menjadi perhatian adalah postur berdiri dan duduk yang kerap kali salah dipraktikan.kebiasaan sehari-hari dapat mempengaruhi kesehatan tubuh anda. Salah satu kebiasaan yang menjadi perhatian adalah postur berdiri dan duduk yang kerap kali salah dipraktikan. Gejala Postur tubuh yang tidak tepat
  • Sakit Punggung
  • Nyeri leher
  • Nyeri Kepala
  • Kelelahan Otot
  • Lutut tertekuk saat berdiri atau jalan
Postur tubuh yang sebaiknya dihindari 1.Berdiri membungkuk, beberapa orang mempunyai kebiasaan berjalan atau berdiri dengan sedikit membungkuk. Kebiasaan ini tidak terjadi tanpa sebab. Ada yang tidak sadar karena terlalu sering melihat gawai elektronik ketika berdiri maupun berjalan. 2.Duduk membungkuk, kebiasaan duduk membungkuk berpotensi meningkatkan risiko terkena berbagai masalah kesehatan. Seseorang cenderung duduk membungkuk karena posisi kursi dan bangku yang kurang sesuai, atau posisi objek yang dilihat terlalu rendah. 3.Sering bersandar, duduk bersandar memang terasa nyaman dan membuat lebih rileks, namun postur tubuh yang paling nyaman sekalipun berpotensi membawa akibat buruk pada kesehatan dalam jangka panjang. 4.Duduk terlalu lama, keluhan nyeri punggung atau nyeri leher sangat umum terjadi, apalagi pada orang yang menghabiskan waktunya dengan duduk berjam-jam, mengangkat atau memikul barang berkali-kali. Postur tubuh yang tidak sesuai ini menimbulkan stres dan tekanan berlebihan pada otot-otot tubuh, sehingga akan mengalami nyeri terutama pada punggung maupun leher. 5.Terlalu condong ke depan, ini karena postur tubuh tersebut mengarahkan tulang ke arah yang tidak seharusnya, sehingga bisa membuat tulang terlalu condong ke depan atau membentuk huruf S. Kondisi ini dikenal dengan sebutan Kifosis dan Skoliosis. Macam-macam postur
  1. Scoliosis, kelainan pada tulang belakang di mana tulang melengkung ke samping secara tidak normal
  2. Khyposis, kelainan pada tulang belakang yang membuat postur tubuh terlihat bengkok ke belakang secara tidak normal
  3. Lordosis, jenis kelainan yang disebabkan oleh berat badan berlebihan. Kondisi ini dapat terjadi karena area perut memiliki beban lebih besar sehingga bagian lumbar lebih maju
Latihan- latihan Terapi latihan merupakan salah satu modalitas yang digunakan fisioterapis untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah 1.Latihan Stretch (Do Both Side), bentuk latihan fisik saat otot atau tendon tertentu sengaja ditekuk atau diregangkan untuk meningkatkan elastisitas otot dan mencapai tonus otot yang nyaman. 2.Child’s Pose merupakan cara memperbaiki postur tubuh yang efektif untuk memanjangkan serta meregangkan tulang rusuk, bokong dan hamstring. Gerakan ini akan meredakan nyeri di punggung bawah dan leher. Langkahnya adalah
  • Mulai dengan berlutut di lantai dengan jari-jari kaki menyentuh lantai
  • Duduklah di tumit, dengan posisi lutut dibuka selebar pinggul
  • Lanjutkan dengan membaringkan badan menelungkup di antara paha. Biarkan lengan berbaring di lantai di sisi anda, tangan di samping pinggul, telapak tangan mengarah ke atas
  • Biarkan bagian belakang atas tulang kepala menarik dan menjauh dari leher dan biarkan berat bahu anda menarik tulang belikat lebar-lebar
  • Tahan dari 30 detik hingga 3 menit
3.Cobra Pose, gerakan ini dianjurkan karena dapat memperkuat Spina Erector(otot punggung yang memperpanjang tulang belakang dan mencegah bungkuk) dan otot punggung bawah lainnya. Berikut langkah- langkahnya :
  • Mulai dengan posisi berbaring telungkup dengan telapak tangan menempel di lantai di samping dada.
  • Tinggikan kaki lurus di belakang dan tekan ujung kaki ke lantai
  • Buang napas kuat dan tarik otot perut ke atas dan ke arah tulang belakang
  • Ulurkan melalui tulang belakang dan perlahan angkat kepala dan dada anda dari lantai, hanya dengan mengencangkan otot punggung. Jangan menekan lengan untuk menahan. Pastikan anda menjaga posisi tulang pinggul di lantai
  • Alihkan tatapan wajah ke bawah lantai untuk mengendurkan otot-otot leher. Perlahan-lahan turunkan punggung bawah
  • Ulangi tiga hingga lima kali, tambahkan intensitas dan frekuensi lebih jika punggung bawah anda semakin kuat
  4.Cat Cow, merupakan gerakan untuk meregangkan tulang belakang. Gerakan ini membantu membebaskan bahu dan leher dari ketegangan, serta mengoptimalkan sirkulasi darah. Langkah-langkahnya adalah
  • Posisikan diri seperti kucing atau sapi, dengan kedua tangan dan lutut menyentuh lantai
  • Tarik napas sambil mendongakkan dagu dan melihat ke atas. Upayakan agar perut masuk ke dalam saat anda meregangkan tulang belakang
  • Buang napas dan lengkungkan tulang belakang ke arah langit-langit. Letakan dagu ke dada
  • Lanjutkan gerakan ini setidaknya selama 1 menit
5.High Plank, Gerakan ini dapat meredakan rasa sakit dan kekakuan di tubuh. Gerakan ini dapat memperkuat bahu, bagian sekitar pantat dan paha belakang. Langkah-langkahnya adalah
  • Posisikan tubuh seperti Push Up. Angkat pangkal tumit dan pinggul anda
  • Letakkan tangan selebar bahu dan kaki selebar pinggul
  • Luruskan tangan, pastikan tubuh tetap lurus dan tidak membungkuk
  • Pastikan dada tetap terbuka
  • Tahan posisi ini hingga 1 menit atau sesuai kemampuan tubuh
Saat melakukan gerakan-gerakan di atas, pastikan untuk memperhatikan ketahanan tubuh. Hindari memaksakan diri guna menghindari risiko cedera.

Cara mencegah penyakit akibat postur tubuh yang kurang benar

Cara untuk menghindari dampak dari postur tubuh yang kurang benar adalah membiasakan diri untuk duduk dan berdiri dengan posisi tubuh yang benar. Kuncinya adalah dengan konsisten untuk memposisikan tubuh dengan benar ketika melakukan aktivitas. Cobalah untuk berdiri dengan tegak saat berjalan, bukan membungkuk kepala maupun bahu ke depan. Pastikan anda duduk dengan posisi tegak dan tidak terlalu membungkuk ke depan, ke belakang, atau condong ke samping. Ketimbang menekukkan punggung anda ketika mengambil barang yang berat, lebih baik menekuk lutut dan menggapai barang tersebut dengan tangan. Jangan lupa untuk melakukan peregangan dan istirahat sejenak jika anda harus duduk atau berdiri dalam waktu yang lama. Mengubah kebiasaan ini dan tetap konsisten bisa membantu anda terhindar dari masalah kesehatan terkait postur tubuh yang kurang benar. Kondisi postur tubuh yang bagus dapat memaksimalkan setiap pergerakan tubuh serta dapat mencegah timbulnya berbagai kelainan kesehatan yang lain. “Lebih Mudah Mencegah Kebiasaan Buruk daripada Menghentikannya” Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • Setiawan Celine, dkk. 2021. Gambaran Postur dan Karakteristiknya pada Mahasiswa Kedokteran Umum. Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal Medika Udayana Volume 10 Nomer 4.
  • Nugroho Dwi Rizki, dkk. 2022. Program Preventif Primer Kelainan Postural Pada AnakUsia 10-12 Tahun Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Gumpang. Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilm Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Fisiomu Volume 3 Nomer 1.