← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Apa itu Mimisan pada Anak”

Klaten, Senin 19 Juni 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Apa itu Mimisan pada Anak”. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Mimisan atau Epistaksis adalah suatu perdarahan yang terjadi di rongga hidung yang dapat terjadi akibat kelainan lokal pada rongga hidung ataupun karena kelainan yang terjadi di tempat lain dalam tubuh. Bagian dalam hidung yang dilapisi oleh selaput lendir yang selalu basah banyak mengandung jalinan pembuluh darah, di bagian depan jalinan pembuluh darah disebut Pleksus Kiesselbach yang bila pembuluh darah ini pecah maka terlihat mimisan. Mimisan biasanya dialami oleh anak- anak, merupakan kejadian yang dapat disebabkan oleh pembuluh darah yang masih tipis dan peka karena suatu benturan atau trauma akibat mengkorek-korek hidung, bersin yang terlalu kuat, perubahan cuaca yang ekstrim (panas, kering) dan tekanan udara juga dapat sebagai pemicu terjadinya mimisan yang dapat terjadi secara spontan. Mimisan bukan merupakan penyakit tetapi suatu gejala dari adanya kelainan sehingga pada saat anak dengan kondisi mimisan dan terjadi perdarahan di hidung. Penyebab 1.Cuaca ekstrem Cuaca ekstrem, salah satunya adalah udara yang sangat panas dapat mengiritasi dan mengeringkan selaput hidung maka dapat menyebabkan gatal dan berdarah saat digaruk serta perubahan suhu dan lingkungan dapat mempengaruhi pecahnya pembuluh darah pada rongga hidung 2.Kebiasaan mengorek hidung Anak- anak kadang memiliki kebiasaan mengorek hidung terlalu dalam dan kuat dapat menyebabkan anak mimisan 3.Hidung terbentur Ketika hidung terbentur pembuluh darah pada hidung dapat pecah dan akhirnya keluar darah dari lubang hidung. Sebaiknya mengawasi anak saat bermain supaya tetap aman dan terhindar dari benturan 4.Pilek, alergi dan sinus Pada saat sedang pilek, baik akibat adanya alergi, flu, maupun sinusitis umumnya dapat terjadi peradangan pada rongga hidung yang menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah lokal pada area tersebut yang menjadikan lebih rentan terjadinya mimisan 5.Infeksi bakteri Gangguan pada rongga hidung yang kerap menyebabkan mimisan dapat bervariasi jenisnya. Seringnya mimisan menandakan pembuluh darah di hidung yang melebar dan rentan pecah. Pencetus hal ini salah satunya bisa karena peradangan akibat infeksi, seperti karena virus atau bakteri. Infeksi pada rongga hidung seringnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya asalkan ditangani dengan benar 6.Kelainan bentuk hidung Beberapa anak mungkin ada yang memiliki hidung bengkok (Septum Deviasi) memang lebih mudah mengalami mimisan 7.Penyebab Lainnya Selain hal tersebut diatas, ada pula beberapa penyebab mimisan pada anak yang perlu diketahui antara lain kelelahan, membuang ingus terlalu kencang, iritasi zat kimia tertentu, tumor pada rongga hidung, operasi hidung, sinusitis akut Mimisan yang perlu diwaspadai
  • Berlangsung lebih dari 30 menit
  • Kulit berubah pucat
  • Mimisan yang disertai perdarahan dari bagian lain tubuh, contohnya pada urin
  • Mimisan yang terjadi setelah mengalami cedera
  • Menyebabkan kesulitan bernapas
  • Detak jantung tak beraturan
  • Volume darah yang keluar cukup banyak
  • Mimisan yang terjadi pada anak di bawah dua tahun
  • Terjadi setelah operasi di daerah hidung atau sinus
  • Sering mimisan dalam waktu singkat
  • Demam dan mengalami ruam
Pemeriksaan
  1. Nasoendoskopi
  2. foto kepala (posisi waters, lateral dan caldwell)
  3. Cumputed Tomografi Scan (CT Scan)
  4. Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Penanganan mimisan
  1. Tenang dan tidak panik
  2. Minta anak untuk duduk dengan tegak di kursi atau di pangkuan anda
  3. Miringkan kepala anak sedikit ke arah depan
  4. Jangan biarkan anak bersender atau menengadahkan kepala, sebab hal ini bisa mengakibatkan darah mengalir ke tenggorokan dan tertelan anak
  5. Minta anak untuk bernapas melalui mulut dan jepit dengan lembut cuping hidung anak dengan tisu atau lap bersih selama kurang lebih 10 menit. Jangan berhenti terlalu cepat, karena perdarahan bisa terjadi lagi
  6. Minta anak untuk beristirahat sejenak setelah mimisan mengering
  7. Awasi anak agar tidak mengorek, menggosok, atau membuang ingusnya terlalu kencang
Cara mencegah mimisan pada anak
  1. Gunakan alat pelembap udara (Humidifier) di kamar anak, terlebih ketika udara di rumah sedang kering
  2. Ajarkan anak untuk tidak membuang ingus terlalu keras dan
  3. Menasihati anak agar menghindari mengorek hidung terlalu dalam
  4. Sebaiknya tidak merokok di dekat anak dan hindarkan anak dari asap rokok
Beberapa penyebab mimisan pada anak tidak berbahaya, tapi sebagian penyakit yang serius juga bisa ditandai dengan mimisan, apabila anak sering mengalami mimisan sebaiknya dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat. Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • T Husni Teuku, Zikral Hadi. 2019. Pendekatan Diagnosis dan Tatalaksana Epistaksis. Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika Volume 2 Nomer 2.
  • Rizki Aulia Nur. 2018. Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Ketrampilan Perawatan Sinkop dan Epistaksis pada Siswa di MI Plus Bunga Bangsa Dolopo Kabupaten Madiun. Skripsi Program Studi Keperawatan Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.