← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Bagaimana Perawatan Penyakit Kuning pada Bayi?”

Klaten, Senin 26 Juni 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Bagaimana Perawatan Penyakit Kuning pada Bayi?”. Narasumber Wima Dayuanggreni, S.Kep.,Ns. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Penyakit kuning atau Hiperbilirubinemia adalah meningkatnya kadar Bilirubin dalam darah dengan kadar nilainya lebih dari normal. Nilai normal Bilirubin indirek 0,3 – 1,1 mg/dl, Bilirubin direk 0,4 mg/dl. Banyak bayi yang mengalami Hiperbilirubinemia dalam satu minggu pertama kehidupannya, terutama pada bayi kecil (berat lahir < 2500 gram atau umur kehamilan < 37 minggu, dengan kadar Bilirubin pada bayi cukup bulan 12,5 mg/dl, dan bayi kurang bulan 10 mg/dl. Pada sebagian kondisi bayi kuning tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu 2–3 minggu. Seorang ibu sebaiknya memberikan ASI atau susu formula lebih sering yaitu 8–12 kali sehari, akan tetapi bila seorang bayi yang mengalami kuning tidak membaik setelah 3 minggu atau dikarenakan kondisi medis tertentu maka akan membutuhkan penanganan dari dokter. Tanda dan gejala
  • Kulit bayi tampak kuning, bisa terlihat pada wajah, dada, perut, lengan, kaki, juga bagian putih pada mata
  • lemas
  • Tidak ingin menghisap ASI
  • Feses berwarna seperti dempul
  • Urin berwarna gelap.
  • Tangisan yang melengking (High Picth Cry)
  • Kejang
  • Perut membuncit Hepatomegali
  • Tuli, gangguan bicara dan retardasi mental. Tampak matanya seperti berputar putar
Penyebab ·      Kelahiran prematur ·      Perbedaan golongan darah dengan ibu ·      Kekurangan cairan ·      Infeksi ·      Nutrisi tidak tercukupi Faktor risiko
  1. Riwayat keluarga Ikterus, Splenektomi (pengangkatan Limpa), Sferositosis (salah satu jenis anemia hemolitik yang disebabkan defek molekularpada satu atau lebih protein sitoskleletal sel darah merah) , defisiensi glukosa 6-Fosfatdehidrogenase (G6PD)
  2. Riwayat keluarga dengan penyakit hati
  3. Riwayat saudara dengan ikterus, atau anemia mengarahkan pada kemungkinan inkompatibilitas golongan darah atau breast-milk Jaundice
  4. Riwayat sakit selama masa kehamilan seperti infeksi virus atau toksoplasma
  5. Riwayat obat-obatan yang dikonsumsi ibu
  6. Riwayat persalinan traumatik yang berpotensi menyebabkan perdarahan atau hemolysis
  7. Riwayat ibu hepatitis akut
Tingkatan keparahan penyakit kuning
  • Derajat I : kuning pada kepala dan leher
  • Derajat II : kuning mulai dari kepala hingga atas pusar
  • Derajat III : kuning mulai dari bawah pusar hingga lutut
  • Derajat IV : kuning mulai dari lutut hingga tungkai dan pada lengan
  • Derajat V : kuning pada telapak tangan dan telapak kaki
Kapan harus membawa bayi ke rumah sakit ?
  • Bayi baru lahir langsung terlihat kuning (kurang dari 24 jam setelah persalinan)
  • Kuning semakin bertambah
  • Bayi kuning disertai demam (lebih dari 37,5)
  • Bayi tampak lemah, tidak mau menyusu, tidak menyusu dengan kuat, tidur terus-menerus
Penanganan Pada sebagian besar kasus, penyakit kuning pada bayi tidak berbahaya, namun terdapat sebagian kecil bayi yang mengalami penyakit kuning yang berbahaya.
  1. Perawatan di rumah
  • Berikan ASI sesering mungkin
  • Jangan terburu-buru memberikan susu formula pada bayi, kecuali bayi sudah dehidrasi
  • Hindari memberikan obat-obatan pada bayi
  • Jemur di pagi hari
  1. Perawatan di rumah sakit
  • Pemberian ASI
  • Terapi sinar/ fototerapi
  • Tranfusi tukar darah
  • Imunoglobulin Intravena (IVIg)
  • Obat- obatan sesuai kebutuhan
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • Damayati Aramita. 2017. Skripsi. Gambaran Hiperbilirubinemia pada Bayi Baru Lahir Cukup Bulan dan Bayi Baru Lahir Kurang Bulan di RSU. Haji medan tahun 2014 – 2015. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan.
  • Septiani Nur Heni. 2019. Pengaruh Penggunaan Tirai Kain Putih Saat Fototerapi Terhadap Kadar Bilirubin pada Neonatus Hiperbilirubinemia di Ruang Perinatalogi RSUD Soreang. Skripsi Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Bhakti Kencana Bandung.