← Kembali ke Informasi Terkini
“Bagaimana Penyimpanan Obat yang Benar ?”
Klaten, Selasa 4 Juli 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Bagaimana Penyimpanan Obat yang Benar ?”. Narasumber Agustina Wulanningsih, S.Farm.Apt. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.
Penyimpanan obat adalah suatu kegiatan pengaturan obat agar terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia, agar aman dan mutunya terjamin. Penyimpanan obat merupakan suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan obat dan perbekalan kesehatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat dan perbekalan kesehatan. Dalam pengobatan suatu penyakit, ada beberapa jenis obat yang berbeda, baik dalam bentuk sediaan atau kemasan sehingga perlu diperhatikan cara menyimpan obat yang baik dan benar. Jika cara penyimpanan obat tidak memenuhi persyaratan, maka akan terjadi perubahan sifat obat, merusak obat sehingga zat berkhasiat dalam obat tersebut juga ikut rusak. Keadaan tersebut dapat mempengaruhi proses pengobatan suatu penyakit hingga penyembuhannya.
Penyebab obat rusak
- Udara yang lembab
- Sinar matahari
- Suhu
- Goncangan fisik
- Bentuk dan jenis sediaan
- Mudah atau tidaknya meledak/terbakar
- Stabilitas, narkotika dan psikotropika di simpan dalam lemari khusus
- Memelihara mutu obat
- Menghindari penyalahgunaan dan penggunaan yang salah
- Menjaga kelangsungan persediaan
- Memudahkan pencarian dan pengawasan
- Obat dapat mengalami kerusakan fisik maupun kimia
- Mutu obat tidak dapat terpelihara
- Terjadi penggunaan yang tidak bertanggung jawab
- Tidak terjaganya ketersediaan
- Mempersulit pengawasan
- Narkotika & psikotropika: lemari khusus dua pintu dengan dilengkapi kunci ganda
- Obat mudah terbakar (aseton, eter, & alkohol): lemari yang berventilasi baik, jauh dari bahan yang mudah terbakar dan peralatan elektronik
- Suhu penyimpanan obat terbagi menjadi :
- Lemari pembeku Lemari pembeku menunjukkan ruangan dengan suhu dipertahankan secara termostatik antara -25º dan -10ºC, misal untuk menyimpan vaksin
- Dingin Dingin adalah kondisi suhu tidak lebih dari 8ºC, lemari pendingin mempunyai suhu antara 2ºCdan 8ºC, misal Insulin
- Sejuk Adalah kondisi suhu antara 8ºC dan 15ºC
- Suhu ruang terkendali Adalah suhu yang dipertahankan secara termostatik antara 15º dan 30ºC
- Ikuti petunjuk penyimpanan pada label/ kemasan
- Simpan obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup rapat. Jangan pernah mengganti kemasan botol ke botol lain. Tidak melepas etiket pada wadah obat, karena tercantum nama, cara penggunaan, dan informasi penting lainnya
- Simpan obat pada suhu kamar dan hindari sinar matahari langsung
- Jangan menyimpan obat di tempat panas atau lembab
- Jangan menyimpan obat bentuk cair dalam lemari pendingin agar tidak beku, kecuali jika tertulis pada etiket obat
- Jangan menyimpan obat yang telah kadaluarsa atau rusak
- Jangan meninggalkan obat di dalam mobil untuk jangka lama
- Dijauhkan dari jangkauan anak-anak
- Perhatikan tanda-tanda kerusakan obat dalam penyimpanan, seperti perubahan warna, bau, penggumpalan.
- Periksa secara rutin tanggal kadaluarsa dan kondisi obat
- Tablet dan kapsul
- Sediaan obat cair (sirup dan suspense)
- Sediaan vagina dan anus
- Sediaan aerosol atau spray
- Munawaroh Madinatul. 2020. Evaluasi Kesesuaian Penyimpanan Obat di Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum Dr. H Koesnadi Bondowoso Tahun 2019- 2020. Skripsi Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
- Indriani Rahma Diah. 2020. Gambaran Tingkat Ketepatan Cara Penyimpanan Obat di Rumah pada Masyarakat Bandung. Program Studi Diploma III Fakultas Farmasi Universitas Bhakti Kencana Bandung.
