← Kembali ke Informasi Terkini
“Mengenal Penyakit Kusta”
Klaten, Rabu 5 Juli 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Mengenal Penyakit Kusta”. Narasumber Maulita Ferdiandana Yunar, AMK. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.
Penyakit Kusta/ Lepra atau Morbus Hansen adalah penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. Penyakit Kusta merupakan penyakit infeksi yang di sebabkan oleh infeksi Mycobakterium Leprae. Bakteri ini mengalami proses pembelahan cukup lama antara 2-3 minggu, daya tahan hidup kuman kusta mencapai 9 hari diluar tubuh manusia. Kuman kusta memiliki masa inkubasi 2-5 tahun bahkan lebih. Penatalaksanaan kasus kusta yang buruk dapat menyebabkan kasus kusta menjadi progresif, sehingga menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf anggota gerak dan mata. Kusta ditandai dengan lemah atau mati rasa di tungkai dan kaki, kemudian diikuti dengan timbulnya lesi di kulit. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri ini dapat menyebar melalui percikan ludah atau dahak yang keluar saat penderitanya batuk atau bersin. Kusta umumnya dapat ditangani dan jarang menyebabkan kematian, namun berisiko menyebabkan cacat. Akibatnya, pasien Kusta berisiko mengalami diskriminasi yang dapat berdampak pada kondisi psikologisnya.
Penyebab
Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Leprae. Bakteri ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui percikan cairan dari saluran pernapasan (droplet), yaitu ludah atau dahak, yang keluar saat batuk atau bersin.
Seseorang dapat tertular kusta jika terkena percikan droplet dari pasien Kusta secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Dengan kata lain, bakteri penyebab Kusta tidak dapat menular kepada orang lain dengan mudah, selain itu bakteri Mycobacterium Leprae membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak di dalam tubuh penderita. Kusta dapat menular jika terjadi kontak dalam waktu yang lama. Kusta tidak menular karena bersalaman, duduk Bersama, Kusta tidak menular dari ibu ke janinnya.
Selain penyebab di atas, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kusta, di antaranya:
- Bersentuhan dengan hewan penyebar bakteri kusta, seperti Armadillo
- Menetap atau berkunjung ke kawasan endemik Kusta
- Memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh
- Melakukan kontak dengan seseorang yang alami infeksi, seperti bersin atau batuk
- Kontak dekat dan berulang dengan seseorang yang mengidap penyakit ini yang tidak diobati dalam waktu lama
- Tinggal di area endemik Kusta
- Muncul bercak putih seperti panu, biasanya bagian tersebut mati rasa
- Ada tonjolan di kulit, kulit menebal, kaku dan kering
- Muncul bisul yang tidak sakit di telapak kaki
- Ada benjolan atau pembengkakan yang tidak sakit di wajah atau daun telinga
- Bulu mata dan alis rontok cukup banyak
- Tangan dan kaki yang terdampak lemas atau mengalami kelumpuhan otot
- Saraf di sekitar siku, lutut, samping leher, atau dada membengkak
- Gangguan penglihatan jika penyakit menyerang saraf wajah
- Hidung tersumbat
- Gampang mimisan
- Pemeriksaan bakterioskopik dibuat dari kerokan jaringan kulit di beberapa tempat, diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat adanya bakteri Lepra
- Pemeriksaan Histopatologis bertujuan untuk melihat perubahan jaringan dikarenakan infeksi
- Pemeriksaan serologis didasarkan atas terbentuknya antibodi pada tubuh seseorang akibat infeksi
- Obat- obatan
- Operasi
- Menormalkan fungsi saraf yang rusak
- Memperbaiki bentuk tubuh yang cacat
- Mengembalikan fungsi anggota tubuh
- Mati rasa
- Glaukoma
- Kebutaan
- Gagal ginjal
- Kerusakan bentuk wajah
- Kerusakan permanen pada bagian dalam hidung
- Kemandulan pada pria
- Lemah otot
- Kerusakan saraf permanen di luar otak dan saraf tulang belakang, termasuk pada lengan, tungkai kaki, dan telapak kaki
- Cacat permanen, seperti alis hilang, cacat pada jari kaki, tangan, dan hidung
- Selain itu diskriminasi yang dialami penderita dapat mengakibatkan tekanan psikologis atau bahkan depresi. Hal tersebut berisiko memunculkan keinginan penderitanya untuk melakukan percobaan bunuh diri.
- Yuslianawati Novita Shielda. 2018. Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku terhadap Pencegahan Penularan Penyakit Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Balerejo. Skripsi Program Studi Keperawatan Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.
- Dianita Rike. 2020. Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Kusta di Kabupaten Brebes. Skripsi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.
