← Kembali ke Informasi Terkini
“Gizi pada Lansia”
Klaten, Senin 10 Juli 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Gizi pada Lansia”. Narasumber Jihad Kurniawan, A.Md. Gz. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Lanjut usia/ Lansia adalah tahap akhir perkembangan pada fase kehidupan manusia. Batasan lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun keatas menurut Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2004. Status gizi merupakan keadaan kesehatan tubuh dari adanya konsumsi makanan dan penggunaan zat – zat gizi. Status gizi dapat diartikan suatu keadaan dimana tubuh mengkonsumsi asupan berupa makanan dan minuman terkait dengan kebutuhannya. Permasalahan gizi lanjut usia merupakan serangkaian proses masalah gizi yang berkesinambungan sejak fase muda yang kemudian terjadi pada fase lanjut usia, dengan bertambahnya usia fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses penuaan sehingga penyakit degeneratif banyak muncul pada lanjut usia. Kondisi rentan terhadap gizi yang dialami seseorang disebabkan dari segi kondisi fisik baik anatomis maupun fungsional. Kondisi lain yang dapat mengganggu kesehatan gizi lansia adalah kondisi psikis labil yang sangat sensitif.
Perubahan pada lansia
- Massa otot berkurang
- Kebutuhan energi berkurang
- Berkurangnya kemampuan mencerna makanan akibat kerusakan gigi atau ompong
- Berkurangnya indera pengecapan
- Kerongkongan mengalami pelebaran
- Rasa lapar menurun, asam lambung menurun
- Gerakan usus melambat dan biasanya menimbulkan konstipasi
- Penyerapan makanan di usus menurun
- Obesitas
- Malnutrisi
- Kalori
- Karbohidrat dan serat
- Protein
- Lemak
- Cairan
- Jaga keseimbangan energi untuk mencapai dan menjaga Berat Badan Normal. Pola makan sehat diutamakan sepeti asupan makanan dan minuman yang padat gizi
- Batasi konsumsi gula (Karbohidrat sederhana termasuk tepung-tepungan), garam dan lemak jenuh. Konsumsi gula, garam dan lemak berlebihan dapat meningkatkan risiko Lansia untuk mengalami hiperglikemia, hipertensi, hiperkolesterolemia, stroke, penyakit jantung dan diabetes
- Biasakan mengkonsumsi sumber kalsium dan vitamin D, seperti ikan, susu untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang dan gigi
- Biasakan mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan produk whole grainsebagai sumber serat makanan dan kalium, terutama sayuran yang berwarna hijau, merah atau orange. Serat penting bagi kesehatan Lansia karena selain untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit/konstipasi, serat juga berfungsi untuk mengontrol kadar lemak dan gula dalam darah
- Minum air putih sesuai kebutuhan. Anjuran konsumsi air untuk lansia adalah 1500-1600 ml (sekitar 6 gelas) per-harinya
- Kebutuhan gizi sebaiknya terpenuhi dari Asupan makan sehari-hari. Bila dibutuhkan, makanan yang difortifikasi dan suplemen mungkin bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan satu atau lebih zat gizi pada kondisi khusus
- Pola makan yang sehat harus mencegah penyakit terkait makanan (foodborne disease)
- Tetap melakukan aktifitas fisik dan kurangi waktu untuk aktifitas sedenter. Kekakuan otot sering terjadi pada Lansia karena berkurangnya kemampauan otot untuk berkontraksi dan relaksasi lansia dianjurkan untuk melakukan aktifitas fisik ringan seperti, berjalan santai, bersepeda, berkebun, yoga atau senam lansia
- Karin Karenita Viola. 2021. Analisis Faktor Determinan Status Gizi Lansia Perempuan di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading Semarang. Skripsi. Program Studi Gizi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
- Oktariyani. 2012. Gambaran Status Gizi pada Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulya 01 dan 03 Jakarta Timur. Skripsi fakultas Ilmu Keperawatan Program Studi Ilmu Keperawatan Depok.
