← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Pencegahan Hipertensi Primer”

Klaten, Selasa 11 Juli 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Pencegahan Hipertensi Primer”. Narasumber Diana Nurlaila Sari, Ners. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Hipertensi merupakan penyakit yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah secara menetap dimana seseorang dikatakan mengalami Hipertensi jika tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg. Hipertensi merupakan Silent Killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Hipertensi Esensial atau Hipertensi Primer adalah peningkatan tekanan darah yang belum bisa diketahui secara pasti penyebabnya. Hipertensi jenis ini bisa dimulai pada usia berapa pun. Kebanyakan penderita mengalami saat menginjak usia paruh baya  (usia antara 45–64 tahun). Penyebab Penyebab Hipertensi Primer belum diketahui secara pasti, namun gaya hidup dan pola makan tidak sehat bisa memicu Hipertensi Primer. Faktor genetik atau keturunan juga berperan besar dalam menyebabkan Hipertensi Primer. Gejala Gejala-gejalanya adalah sakit kepala/rasa berat di tengkuk, pusing (Vertigo), jantung berdebar-debar, mudah lelah, penglihatan kabur, telinga berdenging (Tinnitus) dan mimisan. Faktor risiko Hipertensi
  1. Faktor risiko yang tidak dapat diubah, antara lain jenis kelamin, umur dan keturunan.
  2. Faktor risiko yang dapat diubah, antara lain pola makan, kebiasaan olah raga, merokok, obesitas, dan stres
Pencegahan Hipertensi Primer Pencegahan merupakan faktor penting dimana dengan mengetahui gejala dan faktor risiko Hipertensi yang terjadi, diharapkan masyarakat mampu mencegah terjadinya Hipertensi atau terjadinya komplikasi dan kematian. Dengan adanya pencegahan ini sebenarnya merupakan bagian dari pengobatan Hipertensi, karena mampu memutus mata rantai Hipertensi dan komplikasinya. Pencegahan Hipertensi dilakukan melalui dua pendekatan: 1.Pemberian edukasi tentang Hipertensi Munculnya masalah kesehatan seperti Hipertensi tidak hanya disebabkan oleh kelalaian individu, namun dapat juga disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat sebagai akibat dari kurangnya informasi tentang suatu penyakit. Rendahnya pengetahuan tenaga kesehatan, pasien dan masyarakat tentang Hipertensi merupakan penyebab utama tidak terkontrolnya tekanan darah, terutama pada pasien Hipertensi di Asia. Sebagian pasien Hipertensi dewasa tidak menyadari sebagai pasien Hipertensi sehingga mereka cenderung menjadi Hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor resiko. Masih kurangnya informasi tentang perbaikan pola makan bagi penderita Hipertensi juga membuat pengetahuan masyarakat tentang perbaikan pola makan masih rendah. Pemberian informasi kesehatan diharapkan mampu mencegah dan mengurangi angka kejadian suatu penyakit dan sebagai sarana promosi kesehatan. 2.Modifikasi gaya hidup Gaya hidup merupakan faktor penting yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi penyebab terjadinya Hipertensi Primer misalnya aktivitas fisik, pola makan, dan stres, dll. Risiko terjadinya Hipertensi Primer ini dapat dikurangi dengan cara sebagai berikut: a.Rutin berolahraga Rutin berolahraga bisa menjadi salah satu cara mengendalikan Hipertensi Esensial. Pasien Hipertensi disarankan untuk aktif bergerak setidaknya 30 menit per hari. Pasien Hipertensi Esensial tidak perlu memilih jenis olahraga yang terlalu berat, asalkan rutin dan dilakukan secara maksimal. Jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk mengontrol tekanan darah di antaranya berjalan kaki atau joging. Jogging atau jalan cepat selama 30-45 menit sebanyak 3-4 kali dalam seminggu dapat menambah kebugaran dan memperbaiki metabolisme tubuh yang akhirnya mengontrol tekanan darah. b.Pola makan sehat Agar terhindar dari peningkatan tekanan darah pastikan selalu menerapkan pola makan sehat. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari gejala Hipertensi Esensial menjadi lebih buruk. Pola makan sehat yang dapat diterapkan yaitu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, pembatasan gula, garam dan lemak. cMengatasi obesitas atau menurunkan kelebihan berat badan prevalensi Hipertensi pada obesitas jauh lebih besar. Risiko relatif untuk menderita Hipertensi pada seseorang yang gemuk 5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang badannya normal. d.Berhenti merokok dan batasi alkohol Berhenti merokok atau menghindari paparan asap rokok dan membatasi asupan minuman beralkohol bisa dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah. Asap rokok mengandung zat-zat kimia beracun seperti Nikotin dan Karbon Monoksida dapat merusak dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko Hipertensi. e.Mengelola stres dan istirahat cukup 6-8 jam per hari Risiko mengalami Hipertensi Primer dapat dicegah dengan istirahat yang cukup 6-8 jam perhari serta mengelola stres. Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi stres seperti melakukan yoga atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama keluarga, hal ini dapat mngontrol sistem saraf yang dapat menurunkan tekanan darah Pencegahan Hipertensi dengan CERDIK yang merupakan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI yaitu C : Cek kondisi kesehatan secara berkala E : Enyahkan asap rokok R : Rajin aktifitas fisik D : Diet sehat dengan kalori seimbang I : Istirahat yang cukup K : Kendalikan stres Daftar Pustaka
  • Khairul,A. 2016. Gaya Hidup Sehat Mencegah Penyakit Hipertensi; Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjary: Banjarmasin Kalimantan Selatan. Jurnal Langsat Vol. 3 No. 2 Juli-Desember 2016.
  • Erica K, dkk. 2017.Peningkatan Pengetahuan tentang Hipertensi Guna Perbaikan Tekanan Darah pada Anak Muda Dusun Japanan, Margodadi, Sayegan, Sleman, Yogyakarta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol 3, September 2017 Hal 26 – 38.