← Kembali ke Informasi Terkini
“Mengenal Hipertensi”
Klaten, Selasa 18 Juli 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Mengenal Hipertensi”. Narasumber Savitri, Ners. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Seseorang dikatakan terkena Hipertensi bila mempunyai tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≤90 mmHg. Pengukuran dilakukan 2 kali dengan waktu yang berbeda dan dilakukan pada saat istirahat dengan posisi duduk atau berbaring. Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala-gejalanya itu adalah sakit kepala/rasa berat di tengkuk, mumet (vertigo), jantung berdebar-debar, mudah Ielah, penglihatan kabur, telinga berdenging (tinnitus) dan mimisan. Hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko yang dikelompokkan menjadi faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah.
Penyebab
Hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu Hipertensi primer dan sekunder
a. Hipertensi Primer
Hipertensi primer tidak diketahui penyebabnya dengan pasti, namun diduga faktor genetik yang dikombinasikan dengan faktor gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi penyebabnya.
b. Hipertensi Sekunder
· Komplikasi Ginjal dari Diabetes (Nefropati Diabetik)
· Penyakit Ginjal Polikistik
· Sindrom Cushing
· Feokromositoma
· Hiperparatiroidisme
· Obesitas
· Kehamilan
· Konsumsi pengobatan atau suplementasi tertentu
Gejala
a. Sakit kepala
b. Mimisan
c. Masalah penglihatan
d. Nyeri dada
e. Telinga berdengung
f. Sesak napas
g. Aritmia
Faktor risiko
a. Faktor risiko yang tidak dapat diubah diantaranya adalah jenis kelamin, umur dan keturunan.
b. Faktor risiko yang dapat diubah diantaranya adalah pola makan (banyak mengkonsumsi garam, kolesterol, kafein, alkohol), kebiasaan olah raga, merokok, obesitas, dan stres. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa usia > 55 tahun, mempunyai riwayat keluarga dengan Hipertensi, pola makan tinggi natrium dan lemak, mengalami obesitas dan tidak melakukan olah raga mempunyai risiko yang lebih besar untuk terkena Hipertensi.
Tingkatan tekanan darah dibagi berdasar:
No Klasifikasi Sistolik Diastolik
1 Optimal <120 mmHg <80 mmHg
2 Normal <130 mmHg <85 mmHg
3 Normal Tinggi 130-139 mmHg 85-89 mmHg
4 Hipertensi ringan 140-159 mmHg 90-99 mmHg
5 Hipertensi sedang 160-179 mmHg 100-109 mmHg
6. Hipertensi berat > 180 mmHg >110 mmHg
Komplikasi
Komplikasi yang dapat ditimbulkan pada penyakit adalah:
· Pada mata, penyempitan pembuluh darah pada mata karena penumpukan Kolesterol dapat mengakibatkan Retinopati dan efek yang ditimbulkan pandangan mata kabur
· Pada jantung, bila terjadi Vasokonstriksi Vaskuler pada jantung yang lama dapat menyebabkan sakit lemah pada jantung sehingga timbul rasa sakit dan bahkan menyebabkan kematian yang mendadak;
· Pada ginjal, suplai darah Vaskuler pada ginjal turun menyebabkan terjadi penumpukan produk sampah yang berlebihan dan bisa menyebabkan sakit pada ginjal
· Pada otak, jika aliran darah pada otak berkurang dan suplai O2 berkurang bisa menyebabkan pusing. Jika penyempitan pembuluh darah sudah parah mengakibatkan pecahnya pembuluh darah pada otak (Stroke).
Penanganan
a. Perubahan gaya hidup sehat
· Melakukan aktivitas olahraga, berolahraga secara teratur merupakan salah satu cara untuk mencegah Hipertensi atau mengontrol tekanan darah
· Diet rendah garam, sedangkan yang dimaksud dengan dengan diet rendah garam adalah garam Natrium seperti yang terdapat di dalam garam dapur (NaCl), soda kue (Na HCO3), Baking Powder, Natrium Benzoate dan Vetsin (Mono Sodium Glutamate). Konsumsi Natrium yang dianjurkan tidak lebih dari 100 mmol/hari (6 gram NaCl)
b. Minum obat sesuai anjuran, pengobatan Hipertensi bertujuan untuk menurunkan komplikasi Hipertensi
c. Pemeriksaan kesehatan pemantauan tekanan darah
Pencegahan
Harus diakui sangat sulit untuk mendeteksi dan mengobati penderita Hipertensi secara Adekuat, harga obat-obatan Hipertensi tidaklah murah, obat-obat baru amat mahal dan mempunyai banyak efek samping. Pencegahan hipertensi dilakukan melalui dua pendekatan:
a. Pemberian edukasi tentang Hipertensi, munculnya masalah kesehatan seperti Hipertensi tidak hanya disebabkan oleh kelalaian individu, namun dapat juga disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat sebagai akibat dari kurangnya informasi tentang suatu penyakit. Rendahnya pengetahuan tenaga kesehatan, pasien, dan masyarakat tentang Hipertensi merupakan penyebab utama tidak terkontrolnya tekanan darah.
b. Modifikasi gaya hidup. Gaya hidup merupakan faktor penting yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi penyebab terjadinya Hipertensi misalnya aktivitas fisik, pola makan dan stres. Resiko seseorang untuk mendapatkan Hipertensi dapat dikurangi dengan cara memeriksa tekanan darah secara teratur, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi garam, tidak merokok, berolahraga secara teratur, hidup secara teratur, mengurangi stress, jangan terburu-buru, dan menghindari makanan berlemak. Menjalankan pola hidup sehat setidaknya selama 4–6 bulan dapat menurunkan tekanan darah dan secara umum dapat menurunkan risiko permasalahan kardiovaskular.
Daftar Pustaka
· Khairul Anam; Gaya Hidup Sehat Mencegah Penyakit Hipertensi; Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjary; Banjarmasin Kalimantan Selatan; Jurnal Langsat Vol. 3 No. 2 Juli-Desember 2016.
· Erica Kusuma Rahayu Sudarsono, Dkk ; Peningkatan Pengetahuan tentang Hipertensi Guna Perbaikan Tekanan Darah pada Anak Muda Dusun Japanan, Margodadi, Sayegn, Sleman, Yogyakarta ; JurnalPengabdian Kepada Masyarakat, Vol 3, September 2017 Hal 26 – 38.
