← Kembali ke Informasi Terkini
“Mengenal Angina Pektoris”
Klaten, Selasa 25 Juli 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Mengenal Angina Pektoris”. Narasumber Pramitasari Ediputri, S.Kep.Ns, Ners. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.
Angina Pektoris adalah suatu sindroma klinik yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara kebutuhan (Demand) dan suplai aliran Arteri Coroner. Angina Pektoris adalah nyeri dada yang menyertai Iskemia Miokardium yang dipicu oleh aktivitas yang meningkatkan kebutuhan Miokardium akan oksigen seperti latihan fisik dan hilang dalam beberapa menit dengan istirahat atau pemberian Nitrogliserin. Angina pectoris bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Nyeri akibat Angina Pektoris ini sering disalahartikan sebagai gejala dari kondisi lain seperti naiknya asam lambung dan peradangan pada paru-paru.
Penyebab
Angina Pectoris paling sering disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner terjadi akibat adanya penumpukkan plak di arteri (Aterosklerosis).
Tanda dan Gejala
Gejala utama Angina Pektoris adalah nyeri dada yang khas, meliputi:
- Lokasi nyeri di dada, menjalar ke leher, rahang, bahu kiri sampai dengan jari-jari, punggung atau pundak kiri
- Kualitas nyeri biasanya merupakan nyeri yang tumpul seperti rasa tertindih/ berat di dada, rasa desakan yang kuat dari dalam atau dari bawah diafragma
- Berhubungan dengan aktivitas, biasnya nyeri dada Angina timbul pada waktu melakukan aktivitas, misalnya: berjalan cepat dan tergesa-gesa
- Stable Angina Pectoris
- Nyeri dada muncul saat melakukan aktifitas, mengalami stres psikis atau emosi tinggi
- Pola gambar EKG:
- Serangan nyeri dada hilang bila klien istirahat dan mendapat Nitrogliserin/ ISDN.
- Serangan berlangsung kurang dari 15 menit dan stabil (frekuensi, durasi)
- Unstable Angina Pectoris/ UAP
- Nyeri dada muncul saat istirahat dan melakukan aktifitas
- Nyeri lebih hebat dan frekuensi lebih sering
- Diaphoresis (keringat dingin), mual, muntah, nyeri Abdominal dan sesak nafas
- Pola gambaran EKG terdapat ST depresi saat serangan dan setelah serangan
- Serangan nyeri dada akan hilang bila mendapatkan narkotik (Pethidine, Morfin), Nitrogliserin, Bed Rest total
- Serangan berlangung sampai dengan 30 menit atau lebih
- Berhenti beraktivitas dan segera beristirahat
- Minum obat-obatan
- Beritahu keluarga
- Hubungi rumah sakit terdekat
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
- Tidak merokok
- Tidak mengonsumsi minuman beralkohol
- Menjaga berat badan ideal
- Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dengan membatasi konsumsi lemak jenuh dan memperbanyak mengonsumsi biji-bijian, buah serta sayur
- Rutin berolahraga
- Mengelola stres
- Khairul Anam; Gaya Hidup Sehat Mencegah Penyakit Hipertensi; Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjary; Banjarmasin Kalimantan Selatan; Jurnal Langsat Vol. 3 No. 2 Juli-Desember 2016.
- Erica Kusuma Rahayu Sudarsono, Dkk ; Peningkatan Pengetahuan tentang Hipertensi Guna Perbaikan Tekanan Darah pada Anak Muda Dusun Japanan, Margodadi, Sayegn, Sleman, Yogyakarta ; Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol 3, September 2017 Hal 26 – 38.
