← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Tips Kendalikan Hipertensi dengan PATUH”

Klaten, Selasa 1 Agustus 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Tips Kendalikan Hipertensi dengan PATUH”. Narasumber Rochayati, AMK. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di angka 140/90 mmHg atau lebih. Jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan munculnya penyakit-penyakit serius yang mengancam nyawa seperti gagal jantung, penyakit ginjal dan Stroke. Tekanan darah dibagi menjadi tekanan sistolik dan tekanan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan saat jantung berelaksasi sebelum kembali memompa darah. Klasifikasi Pada pemeriksaan tekanan darah, yang diukur adalah tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan darah diklasifikasikan sebagai normal apabila sistoliknya kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg. Berikut ini adalah klasifikasi tingkatan dalam Hipertensi :
  1. Pra Hipertensi
Tekanan darah sistolik 120–139 mmHg atau tekanan darah diastolik 80–89 mmHg tergolong prahipertensi. Individu dengan pra Hipertensi tergolong berisiko lebih tinggi terkena Hipertensi.  
  1. Hipertensi tingkat 1
Tekanan darah sistolik 140–159 mmHg atau tekanan darah diastolik 90–99 mmHg. Jika tekanan darah sistolik atau diastolik berada pada rentang ini, anda sudah memerlukan pengobatan karena risiko terjadinya kerusakan pada organ menjadi lebih tinggi.
  1. Hipertensi tingkat 2
Tekanan darah sistolik > 160 mmHg atau tekanan darah diastolik > 100 mmHg. Pada tahap ini, penderita biasanya membutuhkan lebih dari satu obat. Kerusakan organ tubuh mungkin sudah terjadi, begitu juga dengan kelainan Kardiovaskular, walaupun belum tentu bergejala.
  1. Hipertensi krisis
Jika tekanan darah anda tiba-tiba melebihi 180/120 mmHg, anda mengalami Hipertensi krisis. Pada tahap ini, anda harus segera menghubungi dokter, terlebih jika mengalami tanda-tanda kerusakan organ seperti nyeri dada, sesak napas, sakit punggung, mati rasa, perubahan pada penglihatan, atau kesulitan berbicara. Tanda dan gejala
  • Sakit kepala parah dengan kebingungan dan penglihatan kabur
  • Sesak nafas dan nyeri dada
  • Mimisan
  • Mual muntah
  • Kejang
Penyebab Hipertensi dibagi menjadi Hipertensi primer dan Hipertensi sekunder. Hipertensi primer berkembang selama bertahun-tahun dan tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Hipertensi primer merupakan jenis Hipertensi yang paling sering terjadi. Berbeda dengan Hipertensi primer, Hipertensi sekunder bisa disebabkan oleh sejumlah kondisi yaitu penyakit ginjal, penyakit kelenjar tiroid, tumor kelenjar Adrenal, kelainan bawaan pada pembuluh darah, kecanduan alkohol, penyalahgunaan NAPZA, gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur (Sleep Apnea), konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat anti inflamasi non Steroid (NSAID), obat batuk pilek, atau pil KB. Faktor risiko Terdapat dua faktor risiko tekanan darah tinggi yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah adalah faktor risiko yang melekat pada pasien Hipertensi dan tidak dapat diubah antara lain umur, jenis kelamin, genetik.Kedua faktor risiko yang dapat diubah adalah faktor risiko yang diakibatkan perilaku tidak sehat dari pasien Hipertensi antara lain merokok, diet rendah serat, Dislipidemia, konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, stres, berat badan berlebih/ kegemukan, konsumsi alkohol. Komplikasi Hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan organ-organ lain di dalam tubuh. Jika tidak segera diobati, Hipertensi bisa menimbulkan penyakit serius seperti gangguan penglihatan hingga kebutaan, sindrom metabolik, penyakit ginjal, penyakit Arteri Perifer , penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, Demensia Vaskular, Aneurisma otak, Stroke. Pencegahan Hipertensi dengan PATUH P : Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter A : Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur T : Tetap diet dengan gizi seimbang U : Upayakan aktivitas fisik dengan aman H : Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya Pengendalian Terdapat beberapa cara yang perlu diperhatikan untuk mengendalikan penyakit Hipertensi diantaranya :
  1. Konsumsi makanan sehat/ gizi seimbang
Konsumsi makanan yang rendah garam, lemak, dan kolesterol. Memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, ikan dan daging tanpa lemak.
  1. Menjaga berat badan ideal 
Obesitas dan kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko Hipertensi. Menjaga berat badan ideal dengan cara mengatur pola makan dan berolahraga teratur dapat membantu mencegah penyakit ini.
  1. Rutin berolahraga
Olahraga teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung.
  1. Hindari alkohol
Konsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat mengganggu regulasi tekanan darah dan menyebabkan tekanan darah tinggi. Selain itu, alkohol dapat menyebabkan kerusakan hati, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi tekanan darah.
  1. Kurangi kebiasaan merokok 
Rokok mengandung zat-zat kimia berbahaya seperti Nikotin dan Karbon Monoksida yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Efek dari rokok juga dapat merusak dinding pembuluh darah, mempercepat perkembangan Aterosklerosis (penumpukan plak pada dinding arteri), dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan Stroke.
  1. Kelola stres 
Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Untuk mengelola stres dapat dilakukan dengan meditasi, yoga atau melakukan hobi yang menyenangkan.
  1. Minum obat sesuai petunjuk dokter
Gunakan obat sesuai dengan petunjuk dokter. Beberapa obat tertentu seperti Kortikosteroid dan obat penghilang rasa sakit Nonsteroid (NSAID) dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
  1. Cek tekanan darah secara teratur 
Cek tekanan darah secara teratur dapat membantu mendeteksi tekanan darah tinggi sejak dini dan mulai pengobatan yang tepat dengan tepat. Daftar Pustaka
  • Maryanti Rizki. 2017. Hubungan Kepatuhan Minum Obat terhadap Peningkatan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang.
  • Aulyah Nurfauziah. 2021. Kepatuhan Penderita Hipertensi dalam Menjalani Pengobatan Diwilayah Kerja Puskesmas Kajang Kabupaten Bulukumba. Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.