← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Pulihkan Kondisi Tubuh Anda, Latihan Pasca Melahirkan yang Aman dan Efektif”

Klaten, Selasa 29 Agustus 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Pulihkan Kondisi Tubuh Anda, Latihan Pasca Melahirkan yang Aman dan Efektif”. Narasumber ibu Catarina Budi Prihatiningsih, M.Fis. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Masa nifas atau Post Partum atau masa Puerperium merupakan waktu yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ reproduksi seperti saat sebelum hamil. Selama masa nifas, organ reproduksi secara perlahan akan mengalami perubahan seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan organ reproduksi ini disebut involus. Membentuk kembali tubuh anda setelah bersalin adalah langkah yang membutuhkan kesabaran dan komitmen. Paparan berikut akan menampilkan tatacara dan pengetahuan untuk berlatih dengan aman dan efektif setelah melahirkan. Perubahan fisiologis Post Partum
  1. Sistem hormon, selama kehamilan terjadi peningkatan kadar hormone estrogen dan progesterone. Hormone tersebut berfungsi untuk mempertahankan agar dinding uterus tetap tumbuh dan berproliferasi sebagai media tempat tumbuh dan berkembangnya hasil konsepsi.
  2. Sistem kardiovaskuler, perubahan hormone selama hamil dapat menyebabkan terjadinya hemodilusi sehingga kadar Hemoglobin (Hb) wanita hamil biasanya sedikit lebih rendah dibandingan dengan wanita tidak hamil. Selain itu, terdapat hubungan antara sirkulasi darah ibu dengan sirkulasi janin melalui plasenta. Setelah janin dilahirkan, hubungan sirkulasi darah akan terputus sehingga volume darah ibu relative akan meningkat.
  3. Sistem pencernaan, buang air besar (BAB) biasanya mengalami perubahan pada 1 – 3 hari pertama postpartum. Hal ini karena penurunan tonus otot selama proses persalinan.
  4. Sistem perkemihan, setelah melahirkan kadar steroid menurun sehingga menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Fungsi ginjal kembali normal dalam waktu satu bulan setelah wanita melahirkan.
  5. Sistem reproduksi, Uterus perubahan yang terjadi pada dinding uterus adalah munculnya thrombosis, degenerasi dan nekrosis di tempat implantasi plasenta lalu jaringan-jaringan ini akan terlepas.
  6. Sistem integument, perubahan kulit selama kehamilan berupa hiperpegmentasi pada wajah leher, mammae, dan dinding perut beberapa lipatan sendi karena pengaruh hormone, akan menghilang selama masa nifas.
  7. Sistem Musculoskeletal, nyeri tonus Uterus meningkat sehingga fundus (bagian puncak dari rahim ibu ketika sedang berada pada masa kehamilan) pada umumnya tetap kencang. Relaksasi dan kontraksi yang periodik; sering dialami multipara (perempuan yang telah melahirkan seorang anak lebih dari satu kali) dan sering menimbulkan nyeri yang bertahan sepanjang masa awal puerperium (masa nifas).
Memahami tubuh anda Sebelum memulai latihan sangat penting kita pahami perubahan tubuh setelah menjalani kehamilan dan proses persalinan. Perubahan hormonal, kelemahan otot dan diastasis recti adalah masalah-masalah yang perlu ditindaklanjuti. Diperlukan konsultasi yang memadai dengan para petugas kesehatan sebelum memulai latihan. Latihan setelah melahirkan
  1. Latihan pernapasan perut, agar otot lebih rileks anda dianjurkan untuk melatih pernapasan perut setelah melahirkan. Latihan ini tergolong ringan sehingga bisa dilakukan pasca melahirkan secara rutin.
  2. Pelvic Tilt, gerakan ini rekomendasikan sebagai gerakan olahraga setelah melahirkan karena dapat mengencangkan otot perut serta mengurangi rasa nyeri pada punggung.
  3. Squat, merupakan gerakan yang dilakukan untuk mengencangkan otot tubuh bagian bawah.
  4. Jalan kaki, Salah satu jenis olahraga setelah melahirkan yang aman dan mudah dilakukan adalah jalan kaki. Olahraga ini dapat dilakukan secara bertahap beberapa hari setelah melahirkan normal atau minggu keempat pasca operasi caesar.
  5. Senam kegel, Senam kegel sering dianjurkan sebagai olahraga pasca melahirkan sebab senam kegel dapat memperkuat otot dasar panggul yang melemah selama masa kehamilan dan persalinan.
Manfaat latihan pasca melahirkan Latihan fisik secara reguler setelah melahirkan sangat bermanfaat. Antara lain untuk memulihkan kekuatan otot, meningkatkan enerji dan mengurangi risiko depresi pasca melahirkan. Prinsip latihan adalah dilakukan secara bertahap meningkat sesuai kondisi dan kemampuan. Praktek latihan yang aman Untuk meyakinkan keamanan selama latihan, sangat penting untuk melakukan pemanasan yang memadaii, memakai pakaian olahraga dan alas kaki yang nyaman, menjaga asupan cairan, serta memperhatikan sinyal tubuh anda. Hindari latihan High Impact dan pilih latihan Low Impact yang berfokus pada penguatan otot-otot inti tubuh/ Core Muscles, dasar panggul dan punggung. Program latihan Post Natal Latihan pasca melahirkan hendaknya meliputi kombinasi latihan kardio, latihan kekuatan, dan latihan fleksibilitas. Beberapa contoh latihan yang efektif misalnya jalan, berenang, yoga, Pilates, dan latihan dengan karet beban. Latihan hendaknya selalu disesuaikan dengan tingkat kebugaran masing-masing serta menghindari gerakan yang menyebabkan nyeri atau ketidaknyamanan. Kesimpulan Memulihkan kembali tubuh anda setelah melahirkan adalah proses yang membutuhkan kesabaran, dedikasi dan kesabaran. Dengan tatacara dan pengetahuan yang baik anda dapat melakukan latihan pasca melahirkan dengan aman dan efektif. Ingatlah prinsip melakukan latihan dengan memperhatikan sinyal tubuh anda, mulai dari tempi dan intensitas yang pelan, dan mencari informasi dari petugas kesehatan profesional jika diperlukan. Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  1. Ainun Nur. 2022. Pengaruh Core Stability Exercise terhadap Kekuatan Otot Perut pada Ibu Post Partum dengan Diastasis Recti Abdominis di Puskesmas Kota Makassar. Skripsi Program Studi Fisioterapi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin Makassar.
  2. Amalia Parida Harahap. 2020. Efektifitas Senam Hamil dan Postnatal Exercise dalam Meningkatkan Status Fungsional pada Wanita dengan Sectio Caesarea. Skripsi Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.