← Kembali ke Informasi Terkini
Mengenal Penyakit TBC
Klaten, Rabu 23 Agustus 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Penyakit TBC”. Narasumber Komunitas TBC Klaten. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Penyakit Infeksi Emerging/ PIE.
Penyakit Tuberculosis atau TBC atau TB, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri tersebut menyerang organ Paru- Paru tetapi tidak jarang juga menyerang organ lain misalnya kelenjar getah bening, kulit saluran pencernaan (usus), selaput otak dan lainnya. Tuberkulosis ditularkan melalui udara. Kebanyakan orang yang terkena tidak menunjukan gejala, karena bakteri dapat hidup dalam bentuk tidak aktif pada tubuh dan dapat menjadi aktif ketika sistem kekebalan tubuh menurun. Sumber penularan yaitu pasien Tuberculosis BTA (Bakteri Tahan Asam) positif melalui percikan dahak saat pasien batuk. Orang-orang disekeliling pasien TB tersebut dapat terpapar dengan cara menghisap percikan dahak (droplet). Infeksi dapat terjadi apabila seseorang yang rentan menghirup percikan renik yang mengandung kuman TB melalui mulut atau hidung , saluran pernafasan atas, Bronchus hingga mencapai Alveoli. Pengobatan penyakit Tuberkulosis biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan aturan minum obat yang ketat, guna mencegah resiko terjadinya resistensi antibiotik. Jika tidak ditangani dengan segera, penyakit TBC dapat berakibat fatal. Meski begitu TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan dan bisa di cegah.
Penyebab
Penyebab TBC adalah bakteri Mycobacterium Tuberculosis, bakterI ini mempunyai ukuran 0,5-4 mikron dengan bentuk batang tipis, lurus atau agak bengkok, bergranul atau tidak mempunyai selubung tetapi mempunyai lapisan luar tebal yang terdiri dari Lipoid.
Bakteri Tuberculosis Paru
Mycobakterium Tuberculosis berbentuk batang dengan ukuran 1-4 micron dan tebal 0,3-0,6 micron. Sifat khusus bakteri ini tahan terhadap asam, oleh karena itu sering disebut Bakteri Tahan Asam (BTA). Bakteri TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh, bakteri dapat Dorman, tertidur lama selama beberapa tahun.
Gejala
- Demam
- Penurunan nafsu makan dan berat badan
- Batuk lebih dari 3 minggu
- Perasaan tidak enak (Malaise) dan lemah
- Mengi
- Obat primer : INH (Isoniazid), Rimfapisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid. Obat Primer memperlihatkan keefektifan yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir.
- Obat sekunder : Exsionamid, Paraminisalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin, Protionamid, Tiazetazon, viomisin, Kanamisin.
- Edukasi kesehatan tentang penyakit Tuberculosis
- Pasien menutup mulut saat bersin, batuk dan membuang dahak tidak disembarang tempat.
- Vaksinasi BCG
- Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan mencuci tangan, menggunakan masker apabila sedang sakit melakukan kebersihan lingkungan baik di dalam maupun di luar rumah, terdapat vemtilasi rumah yang berfungsi dengan baik pencahayaan sinar matahari yang cukup.
- Agustin Asrini Nona. 2017. Hubungan Faktor Lingkungan dengan Kejadian Tuberculosis. Program Studi S1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang.
- Ihram Aandi Muhammad. 2013. Hubungan Tingkat Sirkulasi Oksigen dan Karakteristik Individu dengan Kejadian TB Paru pada Kelompok Usia Produktif di Puskesmas Pondok Pucung Tahun 2013. Skripsi Peminatan Kesehatan Lingkungan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
