← Kembali ke Informasi Terkini
“Latihan Pemulihan Fungsi Paru pada Pasien Pasca Rawat Inap dengan PPOK"
Klaten, Rabu 13 September 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Latihan Pemulihan Fungsi Paru pada Pasien Pasca Rawat Inap dengan PPOK”. Narasumber Muhammad Rezza Muktiaji, A.Md.FT. Acara diselenggarakan di ruang tunggu rehabilitasi Medik.
Penyakit Paru Obstrukstik Kronis/ PPOK adalah istilah yang digunakan untuk sejumlah penyakit yang menyerang paru- paru untuk jangka panjang. Penyakit ini menghalangi aliran udara dari dalam paru- paru sehingga pengidap akan mengalami kesulitan dalam bernafas. PPOK umumnya merupakan kombinasi dari dua penyakit pernafasan yaitu Bronkitis Kronis dan Emfisema. Gejala nya adalah batuk kronik dengan/ tanpa dahak yang tidak kunjung sembuh, makin sering tersengal- sengal bahkan saat melakukan aktifitas fisik yang ringan seperti memasak atau mengenakan pakaian, mengi atau sesak nafas disertai bunyi, lemas (kehilangan kemampuan/ produktivitas), rasa berat di dada, penurunan berat badan. Menurut (Lewis, 2000; Black; 2005) Penanganan PPOK dapat diberikan latihan pernafasan. Latihan pernafasan dapat membantu pasien selama istirahat dan melakukan aktifitas. Untuk memaksimalkan fungsi paru dilakukan latihan nafas dalam yaitu Pused- Lip Breathing/ PLB. PLB menurunkan volume ekspirasi akhir, frekuensi pernafasan dan waktu ekspirasi.
Latihan pernapasan untuk penderita PPOK
Bila dilakukan secara teratur, latihan pernapasan dapat membantu menenangkan saluran pernapasan, sehingga paru-paru dapat mengganti udara lama yang tidak mengandung oksigen dengan udara segar yang kaya akan oksigen. Urutan melakukan latihan pernapasan Pursed-Lip Breathing adalah:
- Duduklah di tempat yang nyaman
- Posisikan leher dan bahu Anda serelaks mungkin, tetapi jangan sampai membungkuk.
- Tenangkan pikiran
- Bernapaslah perlahan melalui hidung sambil tetap menutup mulut.
- Lalu, kerucutkan bibir seperti hendak bersiul atau meniup lilin.
- Hembuskan semua udara dari paru-paru melalui mulut yang telah dikerucutkan itu secara perlahan dan lembut. Tujuannya, untuk membuat napas keluar lebih lama daripada bernapas biasa.
- Lakukan latihan ini selama 5-10 menit setiap harinya
Berlatih napas diafragma atau perut
- Duduk atau berbaringlah di tempat yang nyaman dan letakkan kedua tangan di atas perut
- Buat otot-otot leher dan bahu relaks
- Bernapaslah perlahan melalui hidung dengan mulut ditutup
- Rasakan paru-paru yang dipenuhi oleh udara yang mengembang seperti balon, sementara biarkan perut mengembang ke luar
- Kemudian, buang napas melalui bibir yang mengerucut
- Tekan lembut perut untuk mengeluarkan udara dari diafragma secara perlahan
- Lakukan latihan ini selama 5-10 menit
Tips meningkatkan kualitas hidup penderita PPOK
- Mengambil kelas bernyanyi. Hal ini dapat melatih pernapasan diafragma
- Melakukan yoga. Dengan demikian, fungsi paru dapat bekerja lebih baik, yang kemudian dapat meningkatkan kemampuan dalam berolahraga
- Melakukan seni bela diri tai chidengan fokus pada latihan fisik yang ringan, peregangan, meditasi, dan kesadaran diri yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup penderita PPOK
- Berhentilah merokok dan hindari berkumpul bersama orang-orang yang merokok
- Jangan terlalu lama berada di lingkungan yang terpapar debu, asap, dan bahan kimia, seperti jalan raya besar dan pabrik
- Sebisa mungkin dapatkan vaksinasi flu supaya infeksi pernapasan tidak semakin parah
- Tarigan Br Rosina. 2008. Pengaruh Latihan Otot Pernafasan terhadap Ekspansi Dada dan Paru pada Pasien PPOK di RS H. Adam Malik Medan. Tesis Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
- Hasanah Uswatun Dyah. 2016. Penatalaksanaan Fisioterapi pada Penyakit Paru Obstruksi Kronik di RSKP Respira Yogyakarta. Program Studi Diploma III Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
