← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Sudahkah Anda Mengetahui dan Mencegah Pitiriasis Versikolor ?"

Klaten, Kamis 21 September 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Sudahkah Anda Mengetahui dan Mencegah Pitiriasis Versikolor?”. Narasumber dr. Nur Dwita Larasati, Sp.KK. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Panu/ Pitiriasis Versikolor adalah infeksi jamur pada kulit luar oleh Malassezia yang merupakan organisme normal di kulit. Penyakit ini terjadi karena infeksi jamur superfisial kronis pada lapisan tanduk kulit ditandai dengan makula. Menurut Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), pityriasis versicolor merupakan penyakit infeksi kulit yang bersifat oportunistik epidermomikosis yang disebabkan oleh jamur Malassezia sp. (Pityrosporum orbiculare/ P. Ovale) yang ditandai dengan gambaran makula hipopigmentasi atau hiperpigmentasi dan kadang eritematosa. Pityriasis Versicolor sebagai penyakit jamur superfisial dapat menyerang seluruh tubuh dan biasanya hanya berupa bercak bersisik halus (skuama) dengan gradasi warna kulit coklat hitam hingga putih sesuai dengan warna kulit penderita. Penyakit ini menyerang dalam jangka waktu sekian tahun dengan gejala ringan dan biasanya tanpa gejala radang di area ketiak, lipatan paha, lengan, tungkai atas, leher, wajah dan kulit kepala berambut. Penyebab
  • Berkeringat berlebihan
  • Kulit yang mudah berkeringat secara berlebihan
  • Malnutrisi
  • Memiliki riwayat penyakit kulit panu secara turun temurun
Gejala
  • Gatal ringan
  • Bercak putih/kecokelatan/merah, dengan sisik halus, dapat tersebar/menyatu, terutama di tubuh bagian atas dan lengan atas
  • Terkadang disertai gatal terutama saat berkeringat
Sering dijumpai pada usia dewasa muda dan individu dengan penurunan kekebalan tubuh. Faktor risiko
  • Lingkungan panas dan lembab
  • Produksi kelenjar minyak yang meningkat saat pubertas
  • Keringat berlebih
  • Konsumsi kortikosteroid
  • Kelebihan/kekurangan gizi
Insidensi
  • Dewasa muda
  • Seseorang dengan penurunan kekebalan tubuh
  • Tetapi bisa mengenai siapa saja
Pemeriksaan penunjang
  1. Lampu Wood, Pendaran berwarna kuning keemasan pada bercak
  2. Kerokan kulit luar yang diteteskan KOH dan diperiksa dengan mikroskop secara langsung
Penatalaksanaan
  • Pengobatan antijamur topikal : krim, shampo.
  • Pengobatan antijamur sistemik (pada kasus yang sering kambuh)
  • Menghindari faktor risiko
Pengobatan Segera ke Dokter Spesialis Kulit Kelamin terdekat bila terdapat keluhan kulit serupa. Pencegahan
  • Jaga kebersihan diri
  • Hindari aktivitas yang membuat keringat berlebihan
  • Hindari faktor risiko lainnya
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • Menaldi SL, Brahmono K, Indriatmi W. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI;2019.
  • Veasey JV, Miguel BAF, Bedrikow RB. Wood’s Lamp in Dermatology: applications in the daily practice. Surg Cosmet Dermatol. 2017;9(4):324-6.