← Kembali ke Informasi Terkini
“Apa itu Demam Berdarah Dengue?”
Klaten, Selasa 19 September 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Apa itu Demam Berdarah Dengue?”. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Demam Berdarah Dengue merupakan demam akut disertai dengan adanya pendarahan dalam yang memiliki kecenderungan untuk menimbulkan syok atau kejang- kejang dan dapat menyebabkan kematian. Umumnya penyakit ini menyerang anak- anak yang berusia kurang dari 15 tahun namun saat ini penderitanya dapat berasal dari orang dewasa. Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dan penularannya dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini dapat terjadi sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur. Gejala DBD umumnya demam mendadak tanpa sebab yang berlangsung sekitar 2 – 7 hari.
Penyebab
Penyebab Demam Berdarah Dengue adalah Virus Dengue.
Penularan
Penularan terjadi lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang membawa infeksi virus. Penularan terjadi ketika nyamuk tersebut menggigit seseorang yang terinfeksi.
Ciri nyamuk Aedes Aegypti
- Badan nyamuk berwarna hitam, dan terdapat belang- belang putih pada tubuhnya
- Berkembangbiak pada Tempat Penampungan Air dan barang- barang yang memungkinkan untuk digenangi air
- Nyamuk Aedes Aegypti mengigit pada pagi hari dan sore hari
- Nyamuk Aedes Aegypti hinggap pada pakaian yang bergantungan dalam kamar
- Demam tinggi mendadak 2 sampai 7 hari hingga 40 derajat Celcius
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Mual dan muntah
- Sakit dibelakang mata
- Pembengkakan pada kelenjar getah bening
- Pembesaran pada organ hati
- Muncul tanda perdarahan
- Kegagalan sirkulasi darah yang ditandai dengan denyut nadi yang teraba lemah dan cepat, pada ujung jari terasa dingin dan juga dapat disertai shock yang dapat menyebabkan kematian
- Tinggal atau bepergian di daerah tropis
- Pernah mengidap DBD sebelumnya
- Perdarahan internal dan kerusakan organ
- Tekanan darah dapat turun ke tingkat yang berbahaya hingga menyebabkan syok
- DBD yang parah juga dapat menyebabkan kematian
- Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi atau toren, minimal 1 minggu sekali
- Menutup rapat tempat penampungan air
- Mendaur ulang barang yang dapat menjadi tempat nyamuk Aedes Aegyptiberkembang biak, seperti ban bekas yang dapat menampung air hujan
- Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah
- Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah
- Menggunakan kelambu saat tidur, gunakan pakaian pelindung
- Gunakan obat nyamuk
- Menanam tumbuhan pengusir nyamuk
- Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar
- Nastiti Arin Sekar. 2021. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Klagenserut. Skripsi Peminatan Promosi Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.
- Rizhal Moh. 2021. Hubungan Pengetahuan dengan Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (Literature Review). Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas dr. Soebandi.
