← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Tatalaksana Tuberkulosis Anak”

Klaten, Kamis 5 Oktober 2023 Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Tatalaksana Tuberkulosis Anak”. Narasumber dr. Febricilla Citra Pratiwi, M.Sc, Sp.A. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST. Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis (M.TB). Sebagian besar kuman TB sering ditemukan menginfeksi parenkim paru dan menyebabkan TB paru, namun bakteri ini juga memiliki kemampuan menginfeksi organ tubuh lainnya (TB ekstra paru) seperti pleura, kelenjar limfe, tulang dan organ ekstra paru lainnya. Saat ini TB masih merupakan masalah kesehatan yang penting di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menduduki peringkat ke 2 dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia, dimana kasus anak sebanyak seperempat dari keseluruhan kasus TB. Penularan Tuberkulosis Kasus Tuberkulosis anak sebagian besar merupakan hasil penularan dari orang dewasa penderita TB aktif. Tuberkulosis biasanya menular dari orang ke orang lain lewat udara melalui percik dahak yang keluar dari seorang yang terinfeksi TB pada saat batuk tanpa menutup mulut atau hidung, bersin, bicara atau bernyanyi. Tatalaksana Tuberkulosis Anak Tatalaksana medikamentosa TB anak terdiri atas terapi (pengobatan) dan profilaksis (pengobatan pencegahan). Pengobatan TB diberikan pada anak yang sakit TB, sedangkan pengobatan pencegahan TB diberikan pada anak sehat yang terkontak dengan pasien TB (profilaksis primer) atau anak yang terinfeksi TB tanpa sakit TB (profilaksis sekunder). Beberapa hal penting dalam tatalaksana TB Anak adalah :
  1. Obat TB diberikan dalam paduan obat, tidak boleh diberikan sebagai monoterapi.
  2. Pengobatan diberikan setiap hari.
  3. Pemberian gizi yang adekuat.
  4. Mencari penyakit penyerta, jika ada dilakukan tatalaksana secara bersamaan.
Obat yang diberikan pada TB Anak adalah obat anti tuberculosis (OAT). Penderita TB anak pada umumnya memiliki jumlah kuman yang lebih sedikit (paubasiler), sehingga rekomendasi pemberian 4 macam OAT pada fase intensif hanya diberikan kepada anak dengan BTA positif, TB berat dan TB tipe dewasa. Terapi TB pada anak dengan BTA negative menggunakan panduan Isoniazide, Rifampicin dan Pirazinamide pada fase inisial atau intensif (2 bulan pertama) diikuti Rifampicin dan Isoniazide pada 4 bulan fase lanjutan. Untuk mempermudah pemberian OAT dan meningkatkan keteraturan minum obat, paduan OAT disediakan dalam bentuk  paket Kombinasi Dosis Tetap (KDT) atau Fixed-Dose Combination (FDC). Pemantauan dan Evaluasi Hasil Pengobatan TB Anak Pemantauan pasien TB anak dilakukan setiap 2 minggu pada fase intensif, dan sekali sebulan pada fase lanjutan. Pada tiap kunjungan dievaluasi respon pengobatan, kepatuhan, toleransi, dan kemungkinan adanya efek samping obat. Respon pengobatan dikatakan baik apabila gejala klinis membaik (demam menghilang dan batuk berkurang), nafsu makan dan berat badan meningkat. Perbaikan radiologis akan terliat dalam jangka waktu yang lama, sehingga tidak perlu dilakukan foto toraks untuk pemantauan pengobatan, kecuali pada TB milier atau efusi pleura TB. Demikian juga dengan pemeriksaan uji mantoux, karena uji mantoux yang positif akan tetap positif. Pemberian OAT dihentikan setelah pengobatan lengkap, dan didapatkan adanya perbaikan klinis yang nyata dan/ atau disertai perbaikan radiologis dan bukti infeksi. Pencegahan TB Anak
  1. Pencegahan penularan ke orang lain melalui kontak langsung (droplet) dengan menggunakan masker bagi yang sakit maupun yang sehat.
  2. Pemberian vaksin BCG merupakan tindakan yang paling efektif dalam mencegah penyakit TB. Vaksin BCG adalah vaksin hidup yang dilemahkan yang berasal dari Mycobacterium Bovis. Pemberian vaksinasi BCG berdasarkan Program Pengembangan Imunisasi diberikan pada bayi usia 0-2 bulan. Pemberian vaksin BCG pada bayi berusia >2 bulan harus didahului dengan uji tuberculin.
Daftar Pustaka
  • Amallia Agieska, Aila Karyus. 2019. Penatalaksanaan Holistik pada Pasien TB Anak dalam Masa Pengobatan Fase Lanjutan melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Medula Volume 9 Nomor 3.
  • Bestari Nafsi Tazkiyatun Kiki. 2022. Strategi Tatalaksana Tuberkulosis Sensistif Obat pada Anak. Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang Asahan, Sumatera Utara Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika Volume 5 Nomer 4.