← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Apa itu Etika Batuk yang Baik dan Benar?”

Klaten, Kamis 5 Oktober 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Apa itu Etika Batuk yang Baik dan Benar?”. Narasumber Nurtami, S.ST, Ners. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Batuk adalah suatu refleks pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas. Batuk juga membantu melindungi paru dari aspirasi yaitu masuknya benda asing dari saluran cerna atau saluran napas bagian atas. Batuk merupakan gejala klinis dari gangguan pada saluran pernapasan. Batuk bukan merupakan suatu penyakit, tetapi merupakan manifestasi dari penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Penyakit yang bisa menyebabkan batuk sangat banyak sekali mulai dari infeksi, alergi, inflamasi bahkan keganasan. Etika batuk adalah tata cara batuk yang baik dan benar dengan cara menutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan baju. Jadi, bakteri tidak menyebar ke udara dan tidak menular ke orang lain. Etika batuk sangat efektif untuk menghindari penyebaran penyakit menular yang disebabkan oleh air liur yang dapat berterbangan di udara. Selain itu, cairan yang mengandung virus dapat menempel pada benda yang terkontaminasi. Penyebab Batuk Batuk umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang merupakan gejala flu, Infeksi Saluran Pernapasan bagian Atas (ISPA), alergi, asma atau Tuberculosis, benda asing yang masuk kedalam saluran napas, tersedak akibat minum susu, menghirup asap rokok dari orang sekitar, masalah emosi dan psikologis (untuk batuk psikogenik). Kebiasaan batuk yang salah
  1. Tidak menutup mulut saat batuk di tempat umum
  2. Tidak mencuci tangan setelah digunakan untuk menutup mulut atau hidung saat batuk, membuang ludah batuk disembarang tempat
  3. Membuang atau meletakkan tisu yang sudah dipakai disembarang tempat
  4. Tidak menggunakan masker saat flu atau batuk
Penyakit yang ditularkan melalui batuk
  1. Pilek
  2. Influenza
  3. Tuberkulosis (TBC)
  4. SARS
  5. MERS
  6. Covid 19
Tujuan etika batuk Mencegah penyebaran suatu penyakit secara luas melalui udara bebas (Droplets) dan membuat kenyamanan pada orang di sekitarnya. Droplets tersebut dapat mengandung kuman infeksius yang berpotensi menular ke orang lain disekitarnya melalui udara pernapasan. Penularan penyakit melalui media udara pernapasan disebut “Air Borne Disease”. Fungsi etika batuk Fungsi etika batuk ialah untuk menghalangi percikan Droplet yang keluar saat bersin atau batuk, misalnya dengan menggunakan masker, sapu tangan, tisu, ataupun lengan dalam. Namun, terdapat tindakan-tindakan lain yang bertujuan untuk menahan penyebaran Aerosol yang menempel di tangan, tisu atau benda-benda tertentu yaitu dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, segera membuang tisu bekas pakai menutup mulut atau hidung ke tempat sampah, mengganti masker setiap 4 jam sekali, dan tidak membuang dahak sembarangan. Selain dapat meminimalisir penyebaran penyakit, penerapan etika batuk dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan kualitas derajat kesehatan masyarakat, terutama ketika terjadi suatu wabah, sehingga beban biaya pengobatan dapat berkurang. Cara etika batuk yang baik dan benar
  1. Tutup hidung dan mulut dengan tisu
  2. Gunakan lengan tangan dalam jika tidak ada menggunakan tisu/ sarung tangan
  3. Segera buang tisu pada tempat sampah
  4. Cuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer
  5. Menggunakan masker
Tips penting menjaga kesehatan Selain etika batuk yang telah dijelaskan, dibawah ini tips penting lainnya yang perlu anda praktikkan, untuk menjaga diri dan orang lain dari penyebaran penyakit antara lain :
  1. Sering mencuci tangan terutama setelah dari toilet, sebelum makan dan setelah menyentuh permukaan benda di tempat umum
  2. Hindari menyentuh mulut, hidung, mata dengan tangan sebelum mencuci tangan. Bila sedang sakit, sebaiknya mencuci tangan setelah batuk sebelum menyentuh benda lain
  3. Sanitasi permukaan permukaan yang mungkin terciprat Droplets batuk atau tersentuh tangan yang terkontaminasi sebaiknya di bersihkan
  4. Hindari berjabat tangan, berciuman/ berpelukan saat sedang sakit, terutama dengan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (bayi dan lansia)
  5. Bila dalam kondisi sakit sebaiknya menggunakan masker untuk menutupi mulut dan hidung, pastikan tidak ada celah antara wajah dan masker
  6. Sebaiknya tidak menyentuh area depan masker saat sedang menggunakannya
  7. Bila masker basah, lembap sebaiknya Hindari menggunakan kembali masker sekali pakai.
  8. Saat melepas masker sebaiknya lepas dari belakang tanpa menyentuh bagian depan
  9. Masker bekas harus segera dibuang ke tempat sampah tertutup
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • Toka Do Wahyunita. 2022. Edukasi Dini Etika Batuk Sebagai Upaya Penanggulangan Penyakit Menular Pada Siswa PAUD di Kota Ternate. Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Khairun Ternate Maluku Utara Jurnal Pengabdian Masyarakat Meambo Volume 1 Nomer 2.
  • Murfat Zulfitriani, dkk. 2021. Penyuluhan dan Tatalaksana Etika Batuk Dan Bersin Sebagai Pencegahan Penyakit ISPA di Kabupaten Gowa. Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Makassar. Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Volume 2 Nomer 1.