← Kembali ke Informasi Terkini
“Apa itu Diet Diabetes Melitus?”
Klaten, Selasa 10 Oktober 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Apa itu Diet Diabetes Melitus?”. Narasumber Mahasiswa Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Yogyakarta . Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Diabetes Melitus atau penyakit kencing manis merupakan penyakit menahun yang diderita seumur hidup. Diabetes Melitus tidak dapat disembuhkan, tetapi hanya bisa dicegah agar tidak terjadi komplikasi dengan mengontrol kadar gula darah. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti mengakibatkan masalah pada mata (kebutaan), gangren, dan beberapa penyakit lainnya seperti Stroke, jantung, obseitas, impoten, dan gangguan ginjal. Tidak jarang, penderita Diabetes Melitus yang sudah parah menjalani amputasi anggota tubuh karena terjadi pembusukan. Diabetes Melitus disebut dengan The Silent Killer sebab penyakit ini dapat menyerang beberapa organ tubuh dan mengakibatkan berbagai keluhan. Diabetes Melitus tidak dapat disembuhkan tetapi glukosa darah dapat dikendalikan melalui 4 pilar penatalaksanaan Diabetes Melitus seperti edukasi, diet, olahraga dan obat- obatan. Diet Diabetes Melitus adalah diet yang diberikan kepada pasien Diabetes Melitus dengan tujuan membantu memperbaiki kebiasaan makan untuk mendapatkan kontrol metabolik yang lebih baik dengan cara menyeimbangkan asupan makanan dengan obat penurun glukosa oral ataupun insulin dan aktifitas fisik untuk mencapai kadar gula darah normal, mencapai dan mempertahankan kadar lipida dalam normal.
Tujuan Diet
- Mencapai dan mempertahankan kadar gula darah mendekati normal
- Mencapai dan mempertahankan berat badan normal
- Mencegah terjadinya komplikasi
- Meningkatkan kualitas hidup
- Kebutuhan kalori disesuaikan dengan keadaan metabolik, umur, berat badan dan aktivitas tubuh
- Jumlah kalori disesuaikan dengan kesanggupan tubuh dalam menggunakannya
- Cukup protein, mineral dan vitamin dalam makanan
- Menggunakan bahan makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah
- J yang pertama adalah Jadwal, artinya mengikuti jadwal makan yang tepat atau teratur untuk menjaga waktu makan sesuai jam yang ditentukan (sarapan pkl. 07.00 WIB, snack pagi pk. 10.00 WIB, makan siang pk. 12.00 WIB, snack sore pk. 15.00 WIB dan makan makan pk 19.00 WIB serta snack malam pkl. 21.00 WIB jika diperlukan). Tujuan mematuhi waktu makan secara teratur adalah untuk mengurangi beban kerja tubuh agar tidak terlalu berat dalam mencerna atau menyerap zat-zat gizi. Pengaturan waktu makan pada jam-jam tertentu bermanfaat untuk melatih perut atau lambung pasien Diabetes Melitus akan “lapar” pada waktu makan yang telah ditentukan.
- J yang kedua adalah Jumlah, artinya mengkonsumsi jumlah makanan atau mengatur porsi makanan yang dikonsumsi setiap waktu makan. Jumlah atau porsi yang dimakan penderita Diabetes Melitus harus dihitung dari jumlah kalori dan kebutuhan protein, lemak, karbohidrat serta zat-zat gizi lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Semakin aktif penderita Diabetes Melitus maka akan semakin banyak kalori yang dibutuhkan sehingga membutuhkan porsi makanan yang lebih banyak. Pasien Diabetes Melitus juga harus memperhatikan porsi dari setiap jenis makanan yang dikonsumsi karena kadar gula darah akan meningkat dratis setelah mengkonsumsi makanan tertentu karena kecenderungan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gula darah yang tidak terkontrol.
- J yang ketiga adalah Jenis, artinya memilih jenis bahan makanan yang tepat agar dapat membiasakan pasien Diabetes Melitus mengkonsumsi makanan beraneka ragam dan memiliki kebiasaan pola konsumsi makan yang baik. Semakin banyak ragam makanan yang dikonsumsi pasien Diabetes Melitus maka akan semakin baik, karena tidak ada satu jenis bahan makanan yang mengandung semua zat-zat gizi sehingga kekurangan zat gizi tersebut akan ditutupi oleh jenis makanan lain. pasien Diabetes Melitus dikatakan telah memiliki pola konsumsi yang baik apabila telah membatasi asupan karbohidrat, mengurangi makanan tinggi lemak jenuh/kolesterol, membatasi konsumsi gula dan garam serta mengkonsumsi tinggi serat.
- Jalankan diet dengan penuh kesadaran dan kepatuhan
- Hindari stres karena stres dapat memicu kenaikan kadar gula darah
- Lakukan aktifitas dan latihan fisik secara teratur 3-5 kali/ minggu dengan durasi minimal 30 menit
- Penggunaan gula murni masih diperbolehkan dalam jumlah sedikit sebagai bumbu
- Hindari makanan yang mengandung banyak gula sederhana
- Hindari makanan yang banyak mengandung lemak
- Hindari makanan yang banyak mengandung Natrium
- Widodo Putra Anindita Hendro. 2017. Hubungan antara Kepatuhan Diet dengan Perubahan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus yang Berobat Ke Puskesmas Tawangrejo Kota Maidun. Skripsi Prodi Keperawatan Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.
- Gaghana Ningsih Futria. 2016. Faktor- Faktor Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Tahuna Timur. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado.
