← Kembali ke Informasi Terkini
“Apa itu Batu Empedu ?”
Klaten, Kamis 10 Oktober 2023 Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Apa itu Batu Empedu ?”. Narasumber Nindi Kusdianti, A.Md. Kep. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.
Penyakit batu empedu adalah kondisi yang ditandai dengan sakit perut mendadak akibat terbentuknya batu di dalam kantung empedu. Penyakit batu empedu bisa terjadi di saluran empedu. Kantung empedu adalah organ berukuran kecil yang terletak di bawah organ hati. Organ ini mampu memproduksi dan menyimpan cairan empedu yang berperan penting dalam proses pencernaan, termasuk mencerna kolesterol yang terkandung dalam makanan. Sebagian besar batu empedu berasal dari endapan kolesterol yang akhirnya mengeras dan membentuk batu. Penyebab batu empedu muncul akibat endapan kolesterol dan bilirubin yang menumpuk di dalam kantung empedu. Penumpukan terjadi ketika cairan empedu tidak mampu melarutkan kolesterol dan bilirubin berlebih yang dihasilkan oleh hati. Semua orang bisa mengalami penyakit batu empedu, umumnya bagi orang yang memiliki gaya hidup yang buruk. Namun masalah pada kantung empedu, dapat terjadi juga karena keturunan. Oleh karena itu, untuk mencegah batu empedu, sebaiknya menerapkan gaya hidup sehat mulai dari sekarang sehingga bisa mengurangi risiko terkena penyakit batu empedu.
Penyebab
Batu kecil di kantong empedu terbentuk ketika cairan empedu mengandung tinggi kolesterol dan bilirubin. Penyebab lainnya adalah kantong empedu yang tidak dikosongkan secara sempurna. Proses terjadinya yakni batu menyumbat pada saluran kandung empedu saat berkontraksi hingga menimbulkan nyeri. Saat kantong empedu rileks, batu akan jatuh kembali ke kantong empedu, dan rasa sakit mereda dalam waktu 30 sampai 90 menit. Kontraksi kandung empedu muncul saat ada rangsangan tertentu, seperti saat kita sedang mengkonsumsi makanan berlemak yang mungkin baru akan muncul setelah kurang lebih 1 jam. Frekuensi nyeri bervariasi, tidak selalu muncul setiap hari, dan pada beberapa orang tidak mengeluh nyeri setelah konsumsi makanan berlemak.
Gejala
- Nyeri hebat dan konstan di bagian kanan perut yang bisa terasa hingga punggung. Nyeri juga bisa dirasakan di kanan atas perut
- Mual dan muntah
- Demam
- Keringat dingin
- Mata dan kulit menguning
- Urin berwarna gelap
- Peradangan kantong empedu
- Penyumbatan saluran empedu
- Pankreatitis akut
- Kanker kantong empedu
- USG
- CT Scan Perut
- Pemindaian Radionuklida Gallbladder
- Tes darah
- Endoskopi Retrograde Cholangiopancreatopragphy (ERCP)
- Memberi obat dengan tujuan mengurangi gejala dan melarutkan batu
- operasi
- Amri Azistha Regi. 2017. Proporsi Penderita Batu Empedu dengan Status Gizi Obesitas di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati pada Tahun 2015-2016. Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
- Meylinda Eva. 2020. Asuhan Keperawatan pada Pasien Pre dan Post Operasi Cholelitiasis yang di Rawat di Rumah Sakit. Karya Tulis Ilmiah Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jurusan Keperawatan Prodi D-III Keperawatan Samarinda.
