← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Low Back Pain (LBP)”

Klaten, Kamis 19 Oktober 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Low Back Pain (LBP)”. Narasumber Yuli Wahyu Utami, Ners . Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Low back pain (LBP) merupakan nyeri yang lokasinya antara batas tulang rusuk bawah dan pinggang yang berlangsung lebih dari satu hari. Low back pain (LBP) merupakan keluhan Muskuloskeletal yang sering terpapar beban berat jika dibiarkan berlanjut dapat mengakibatkan kelainan yang menetap pada otot dan juga kerangka tubuh. Keluhan pada punggung atau keluhan Muskuloskeletal merupakan keluhan pada otot dan juga kerangka tubuh. Otot yang menerima beban statis secara berulang- ulang dan dalam waktu yang lama dapat  menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligament dan tendon. Penyebabnya bervariasi antara lain degenerasi, inflamasi, infeksi, metabolism, neoplasma, trauma, kongenital, Muskuloskeletal, viserogenik, vaskuler dan psikogenik serta paska operasi. Low back pain kondisi saat muncul rasa nyeri atau perasaan tidak nyaman pada punggung bagian bawah mulai dari bawah kosta sampai lipatan bawah bokong tapi tanpa nyeri menjalar ke kaki. Jika tidak ditangani dengan benar maka nyeri punggung bawah dapat menurunkan mobilitas lumbal sehingga akan terjadi keterbatasan gerak dan mengganggu aktifitas. Penyebab
  1. Tumor atau infeksi di sekitar tulang belakang
  2. Gangguan organ dalam: batu atau infeksi ginjal, miom, endometriosis dan lain- lain
  3. Kelainan bentuk tulang rangka, misalnya Skoliosis, Lordosis, Kifosis, dan kelainan bentuk tulang belakang lainnya
  4. Cedera kecelakaan
  5. Masalah pada saraf, seperti Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau “syaraf terjepit”
Gejala
  1. Rasa nyeri yang menusuk pada bagian punggung bawah dan bisa jadi menjalar ke bokong, paha, maupun betis
  2. Kesulitan untuk berdiri tegak atau berjalan
  3. Kejang otot, terutama pada bagian punggung bawah
  4. Rasa nyeri timbul saat dalam postur tubuh tertentu seperti sedang membungkuk
Faktor resiko
  1. Faktor umur, mempengaruhi elastisitas pada tulang dan saraf
  2. Jenis kelamin, lebih banyak perempuan, karena kemampuan otot wanita lebih rendah dibandingkan pria
  3. Indeks Massa Tubuh (IMT), memiliki berat badan yang berlebih maka tulang belakang akan menjadi tertekan dalam menerima beban
  4. Lama kerja, posisi kerja, beban kerja, Semakin lama, dan posisi badan yang janggal/ tidak ergonomis, ditambah beban yang berat menimbulkan manifestasi klinis
  5. Repitisi, frekuensi gerakan yang sering dilakukan akan mendorong terjadinya ketegangan otot tendon
  6. Kebiasaan olahraga, kurangnya aktivitas fisik dapat menurunkan suplai oksigen ke dalam otot sehingga dapat menyebabkan kelelahan otot
Komplikasi 1.Perubahan dalam gaya berjalan, (berjalan terasa kaku, tidak bisa memutar punggung. pincang) 2.Persyarafan
  • Dapat menyebabkan kelainan pada system saraf tubuh dan cenderung bagian punggung hingga area bawah
  • BAB dan BAK menjadi tidak terkontrol
3.Nyeri, (nyeri punggung akut maupun kronis lebih dari dua bulan, nyeri menyebar kebagian bawah belakang kaki. Nyeri panas pada paha area betis dan lain- lain) Pemeriksaan penunjang 1.Neurofisiologik Electromyography (EMG),     tes ini dapat membantu mendeteksi adanya gangguan pada saraf, otot, atau masalah dengan sinyal yang dikirimkan saraf ke otot- otot. Namun tidak dianjurkan untuk pasien gengan Radikulopati/ syaraf terjepit. 2.Radiologik
  • Foto polos/ X-ray / Rontgen, direkomendasikan untuk mencari adanya kelainan tulang
  • Mielografi, Mielo-CT, CT-Scan, Magnetik Resonance Imaging (MRI), diindikasikan untuk mencari penyebab nyeri antara lain tumor, HNP perlengketan
3.Laboratorium -Darah: Laju endap darah, darah perifer lengkap, C-Reactif Protein (CRP), faktor rematoid, Fosfatase alkali / asam, kalsium (atas indikasi) -Urin: memiliki kegunaan untuk penyakit non spesifik menyerupai infeksi, Hematuri Penanganan
  1. Mandiri, dengan istirahatkan tubuh, lakukan kompres dingin, lalu balut dengan perban elastis diarea cedera, mengangkat bagian yang cedera dapat membantu untuk mengurangi pembengkakan dengan bantuan gravitasi
  2. Obat-obatan, Beberapa jenis obat pereda nyeri dapat membantu mengatasi low back pain dan kekakuan otot
  3. Operasi, operasi akan dilakukan oleh dokter apabila Low Back Pain disebabkan oleh kelainan struktur tulang belakang dan tidak membaik setelah melalui pengobatan lain.
  4. Lain- lain, dapat dilakukan dengan melakukan yoga, pilates dan sebagainya
Pencegahan
  1. Latihan fisik
  2. Posisi duduk dan berdiri tegap
  3. Pola makan sehat
  4. Tidak merokok
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • Rizkillah Bahari Irwan. 2019. Tingkat Nyeri Low Back Pain pada Kuli Panggul di Perum Bulog Buduran. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya.
  • Rizkillah Bahari Irwan. 2019. Tingkat Nyeri Low Back Pain pada Kuli Panggul di Perum Bulog Buduran. Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya.