← Kembali ke Informasi Terkini
“Apa itu Penyakit Campak ?”
Klaten, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Apa itu Penyakit Campak ?”. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Campak adalah suatu penyakit akut menular yang disebabkan oleh virus, biasanya menyerang anak- anak dengan derajat ringan sampai sedang. Penularan penyakit Campak adalah dari orang ke orang melalui Droplet atau dapat pula melalui Air Borne. Penyakit ini termasuk ke dalam golongan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Beberapa orang menganggap campak sebagai ruam kecil dan demam yang hilang dalam beberapa hari. Namun penyakit campak juga sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan dan kematian yang diakibatkan oleh komplikasi. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius pada pasien yang memiliki daya tahan tubuh rendah seperti diare, radang paru (Pneumonia), radang otak (Ensefalitis); kebutaan; gizi buruk dan bahkan kematian. Kekebalan terhadap Campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir dari ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Seseorang yang rentan terhadap Campak adalah bayi berumur lebih dari 1 tahun, bayi yang tidak mendapatkan imunisasi, remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.
Penyebab
Campak disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Penularan Campak sangat cepat dan mudah melalui :
- Percikan Saliva, ketika seseorang yang terinfeksi lalu batuk atau bersin, virus dapat menyebar ke udara dan menginfeksi orang lain yang berada di dekatnya
- Kontak langsung, kontak langsung dengan cairan tubuh penderita bisa menjadi sumber penularan
- Benda yang terkontaminasi, virus Campak bisa bertahan hidup di permukaan benda selama beberapa jam. Bayi atau balita yang menyentuh benda tersebut kemudian memegang mulut atau hidungnya dapat terinfeksi
- Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
- Menyerupai gejala pilek seperti batuk kering, hidung beringus dan sakit tenggorokan
- Lemas dan letih
- Demam tinggi
- Bercak kemerahan/ Rash
- Sakit dan nyeri
- Tidak ada selera makan
- Diare atau dan muntah-muntah
- Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan
- Bayi di bawah usia 12 bulan yang tidak diimunisasi campak
- Anak yang tinggal di area padat penduduk
- Bayi yang tidak mendapat Asi Eksklusif
- Perjalanan ke suatu wilayah dengan tingkat Campak tinggi
- Kekurangan vitamin A
- Infeksi telinga
- Diare dan muntah
- Dehidrasi
- Pneumonia
- Kebutaan
- Bromkitis pada Anak
- Encephalitis atau radang otak
- Imunisasi Campak
- Berikan ASI untuk mencegah infeksi ini pada bayi
- menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat seperti mencuci tangan
- Rutin mendisinfeksi benda dan permukaan di rumah
- Meningkatkan kekebalan tubuh anak dengan memberi asupan makanan yang bergizi, tidur yang cukup serta rutin berolahraga
- Mengurangi aktivitas terlalu banyak di luar rumah
- Hindari bersin sembarangan
- Hindari melakukan kontak dengan orang lain
- Mebiasakan rajin mencuci tangan
- Azizah Nurul. 2018. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Penyakit Campak pada Balita. Skripsi Peminatan Epidemiologi Prodei Kesehatan Masyarakat Prodi Kesehatan Masyarakat Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.
- Rahmayanti Mafulla Leny. 2015 .Hubungan Status Imunisasi Campak dan Perilaku Pencegahan Penyakit Campak dengan Kejadian Campak pada Bayi dan Balita di Puskesmas Kabupaten Bantul Tahun 2013-2014. Naskah Publikasi Program Studi Bidan Pendidik Jenjang DIV Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta.
