← Kembali ke Informasi Terkini
“Apa itu Herpes Simplex ?”
Klaten, Selasa 31 Oktober 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Apa itu Herpes Simplex ?”. Narasumber dr. Nur Dwita Larasati, SpDVE MSc. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Herpes adalah penyakit akibat infeksi virus Herpes Simplex (HSV) pada seseorang dan merupakan penyakit menular. Penyakit Herpes biasa ditandai dengan ruam atau bintik-bintik kemerahan di daerah mulut maupun alat kelamin. Herpes memiliki dua tipe yakni HSV tipe 1 dan HSV tipe 2. HSV tipe 1 merupakan infeksi virus Herpes simplex yang menyerang daerah mulut. Namun bisa juga menyerang alat kelamin akibat transfer dari mulut ke alat kelamin. HSV tipe 1 ditandai dengan adanya ruam bahkan bisul di daerah mulut. Sebelum timbul adanya ruam tersebut, biasanya orang yang terinfeksi akan merasa kesemutan, gatal dan rasa terbakar di daerah tersebut. Gejala ini akan semakin mereda seiring berjalannya waktu. Virus ini dapat menular melalui kontak mulut, ruam herpes, maupun air liur. Sedikit berbeda dari HSV tipe 1, HSV tipe 2 tidak menginfeksi daerah mulut namun daerah kelamin. Herpes ini bisa banyak disebabkan karena berhubungan seksual dengan penderita ataupun melakukan seks oral dengan penderita HSV tipe 1. Gejala yang timbul tidak terlalu tampak, yakni adanya bisul di dalam alat kelamin disertai demam, nyeri di sekujur tubuh dan pembengkakan kelenjar getah bening. Pada ibu hamil, HSV tipe 2 bisa ditularkan kepada janin.
Patofisiologi Herpes Simplex
1.HSV 1
a.Transmisi : kontak langsung dengan cairan tubuh lain yang terkontaminasi
b.Patofisiologi :
- HSV 1 bereplikasi di area infeksi (Mukokutan)
- Penyebaran secara Retrograde melalui Axon menuju Dorsal Root Ganglia (DRG) dan mengalami Latensi
- HSV 1 dapat menekan sistem imun dengan beberapa mekanisme, salh satunya dengan memicu akumulasiinterseluler molekul CD1d pada APC. Normalnya molekul cd1D ditransportasi ke permukaan sel dimana antigen dipresentasikan sehingga dapat menstimulasi sel NK dan memicu respon imun
- HSV 2 menginvasi epitel yang akan bereplikasi intraseluler kemudian timbul sel mukokutan
- Sistem imun menekan replikasi virus kemudian virus dorman pada lapisan Periaksonal Nervus Sensoris atau ganglia otonom
- Rekativasi kemudian virus menyebar secara Anterograde melalui nervus menuju area mukokutan sesuai Dermatom kemudian timbul vesikel
- Gejala sistemik antara lain malaise, myalgia
- Orofacial Herpes : Dysphagia, Herpetic Gingivostomatitis yakni Lesi Ulseratif pada Palatum, lidah dan mukosa Buccal, Faringitis → Lesi Ulseratif dan Eksudatif pada Faring Posterior
- Genital Herpes : nyeri, rasa seperti terbakar, gatal, dysuria, terdapat Lesi Genital Ekstensif yang mencakup Vesikel, Pustul dan Ulkus Eritematosa, biasanya dijumpai di Glans Penis, batang penis, Vulva, Perineum, bokong, vagina dan atau Serviks
- Ulkus Aphtosa
- Sifilis
- Herpangina
- Eritema multiformis
- Sifilis
- Chancroid
- Limfogranuloma venereum
- Granuloma inguinal
- Kultur virus
- Deteksi antigen (dengan Enzyme Immunoassay atau Fluorescent Antibody)
- Serologi IgM dan IgG anti-HSV1 dan 2
- Herpes dapat menular melalui hubungan seksual
- Pemberian antivirus akan menurunkan rekurensi dan memperbaiki kualitas hidup
- Transmisi juga dapat melalui pemakaian barang Bersama
- Transmisi dapat terjadi saat Asymptomatic Viral Shedding
- Pasien disarankan untuk Abstinens
- Penggunaan kondom dapat mengurangi transmisi
- Membersihkan area luka dengan air biasa
- Mengompres luka dengan es batu yang dibalut handuk atau kain
- Menggunakan pakaian yang longgar untuk mengurangi sakit pada area kulit yang mengalami luka lepuh
- Mengonsumsi obat pereda nyeri jika diperlukan
- Pengolesan/ pemberian obat antivirus
