← Kembali ke Informasi Terkini
"Kenali Herpes Zoster Dengan Variasi Gejala Awal"
Klaten, Oktober 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Herpes Zoster”. Narasumber dr. Nur Dwita Larasati SpDVE MSc. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Infeksi yang disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella Zoster yang laten endogen di ganglion Sensoris Radiks Dorsalis setelah infeksi primer. Herpes Zoster adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus yang bernama Varicella Zoster. Penyakit ini merupakan reaktivasi dan manifestasi dari penyakit Varicella (Cacar Air). Pada umumnya, Herpes Zoster diawali dengan gejala awalan/ Prodromal yang cukup bervariasi. Demam dengan suhu bervariasi, rasa lemah/ lesu dan pada Herpes Zoster disertai juga dengan rasa tak nyaman, pegal, nyeri pada area yang di kemudian hari akan mengalami erupsi kulit. Pada umumnya sebagian masyarakat juga telah mengenali bentuk erupsi pada Herpes Zoster yaitu kulit kemerahan dan tampak sedikit membengkak, di atasnya muncul Vesikel/ plenting bergerombol yang semula bening kemudian umumnya akan berubah menjadi keruh. Penanganan dini merupakan hal penting, karena kulit akan terhindar dari nyeri panas, gatal, hingga rasa seperti terbakar.
Epidemiologi
- Di US insidensi herpes zoster mencapai >1,2 juta kasus/tahun
- Insidensi herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia
- Herpes Zoster tidak dipengaruhi oleh variasi musim
- Dermatom yang paling sering terpengaruh yaitu Thorakal
- Gejala Prodromal antara lain nyeri dan parestesi di dermatom yang terkait (gatal, parestesi, panas, pedih, nyeri tekan, Hiperestesi, hingga rasa ditusuk-tusuk)
- Diawali dengan lesi makulopapular eritematosa kemudian dalam waktu 12-48 jam menjadi vesikel berkelompok dengan dasar kulit eritematosa dan edema lalu Vesikel berisi cairan jernih, kemudian menjadi keruh kemudian dapat menjadi Pustul dan Krusta dalam waktu 7-10 hari, Krusta biasanya bertahan hingga 2-3 minggu.
- Lokasi unilateral dan bersifat dermatomal sesuai tempat persarafan
- Herpes Simplex
- Dermatitis kontak
- Bila terdapat nyeri di daerah setinggi jantung, dapat salah diagnosis dengan Angina Pektoris pada Herpes Zoster fase Prodromal
- Identifikasi antigen / asam nukleat dengan metode PCR
- Tzank Test pada fase Erupsi Vesikel (tidak spesifik) menunjukkan gambaran Multinucleated Giant Cells
- Memulai pengobatan sesegera mungkin
- Istirahat hingga stadium krustasi
- Tidak menggaruk lesi
- Tidak ada pantangan makanan
- Tetap mandi, dengan cara berendam dalam bak air selama kurang lebih 10- 15 menit, dapat membantu meredakan sebagian rasa sakit dan gatal yang disebabkan virus ini. Hindari menggunakan sabun dengan kandungan yang keras dan hindari menggosok area yang rentan melepuh. Sebaliknya, bersihkan kulit secara lembut dengan sabun bebas pewangi. Setelah mandi, keringkan ruam dengan handuk katun yang bersih dan hindari menggosok kulit secara agresif dengan handuk. Setelah itu, segera cuci handuk untuk menghindari penyebaran ke orang lain.
- Mengurangi kecemasan dan ketidakpahaman pasien
- Pemberian antivirus maupun obat analgesik
- Segera menghubungi dokterbila anda mengalami Herpes Zoster dan mengalami gejala seperti Rasa sakit dan ruam yang terjadi di dekat mata serta ruam yang terjadi menyebar dan menyakitkan
