← Kembali ke Informasi Terkini
“Bagaimana Metode Perawatan Tali Pusat yang Tepat ?”
Klaten, Rabu 1 November 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Bagaimana Metode Perawatan Tali Pusat yang Tepat ?”. Narasumber Muji Lestari, S.Kep., Ners. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 - 4000 gram, cukup bulan, lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainan kongenital yang berat. Pada waktu kelahiran, sejumlah adaptasi psikologik mulai terjadi pada tubuh bayi baru lahir, karena perubahan, bayi memerlukan pemantauan ketat untuk menentukan bagaimana membuat suatu transisi yang baik terhadap kehidupannya diluar Uterus. Bayi baru lahir juga membutuhkan perawatan yang dapat meningkatkan kesempatan menjalani masa transisi dengan berhasil. Salah satu penyebab kematian bayi adalah infeksi pada tali pusat dan Tetanus Neonatorum. Infeksi tali pusat disebabkan oleh bakteri yang memasuki tubuh melalui tali pusat bayi dan apabila infeksi tidak segera ditangani dapat menyebabkan kejadian Tetanus dan kematian pada bayi. Berbagai macam tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi pada tali pusat dimulai dari pemotongan tali pusat dan pengikatan tali pusat menggunakan teknik aseptik dan alat yang steril. Perawatan tali pusat yang buruk, mencuci tangan yang tidak benar dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada tali pusat. Tujuan perawatan tali pusat guna mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat pelepasan tali pusat. Tali pusat dapat terlepas dari 5-15 hari kelahiran bayi dan akan lebih lama apabila menyangkut penggunaan antiseptik atau infeksi. Risiko infeksi pada tali pusat akan tetap tinggi hingga tali pusat lepas.
Faktor yang mempengaruhi pelepasan tali pusat
Pelepasan tali pusat yang lama dapat dipengaruhi oleh penggunaan antiseptik dan terjadinya infeksi. Penggunaan antiseptik dapat mengurangi jumlah flora non patogenik normal disekitar Umbilikus. Penurunan jumlah Leukosit ini memperpanjang proses penyembuhan dan menghalangi pemutusan tali pusat.
Tujuan perawatan tali pusat
Tujuan perawatan tali pusat adalah untuk mencegah infeksi dan mempercepat pemisahan tali pusat dari perut, upaya yang dilakukan untuk mencegah infeksi dan mempercepat pemisahan ada berbagai substansi dari ritual yang telah digunakan untuk perawatan tali pusat.
Jenis perawatan tali pusat
perawatan tali pusat terbagi menjadi dua yaitu perawatan tali pusat secara modern dan tradisional. Perawatan modern meliputi perawatan tali pusat tertutup, terbuka, menggunakan antiseptik yang meliputi alkohol 70% atau anti mikrobial seperti Providon Iodine 10%, Klorheksidin. Sedangkan perawatan tradisional meliputi perawatan dengan madu, minyak Ghee (India) atau Kolostrum ASI.
Metode perawatan tali pusat
Teknik perawatan tali pusat dari buku Kesehatan Ibu dan Anak adalah
- Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi
- Hindari memberikan apapun pada tali pusat
- Rawat tali pusat terbuka dan kering
- Bila tali pusat kotor atau basah, cuci dengan air bersih dengan sabun mandi dan keringkan dengan kain bersih
- Tali pusat bau dan terlihat ada nanah
- Tampak kemerahan pada kulit disekitar tali pusat
- Nyeri tekan di sekitar area tali pusat
- Demam
- Membersihkan kulit disekitar tali pusat setidaknya setiap hari
- Bersihkan tali pusat menggunakan air biasa dan keringkan menggunakan kain bersih
- Biarkan terbuka (tidak dibungkus)
- Hindari menggunakan antiseptik ataupun bedak disekitar tali pusat
- Jaga agar tali pusat tetap kering (tidak lembab)
- Pilih pakaian berbahan katun yang longgar agar sirkulasi udara tetap segar
- Jika kotor bersihkan dengan kain bersih dan air matang
- Biarkan tali pusat lepas dengan sendirinya
- Jangan panik
- Bersihkan ujung tali pusat dengan alkohol swab 70%
- Bayi tetap diminumkan ASI
- Segera dibawa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat
