← Kembali ke Informasi Terkini
“Kenali Apa itu Diet Rendah Garam ?”
Klaten, Rabu 1 November 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Kenali Apa itu Diet Rendah Garam?”. Narasumber Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Yogyakarta. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Diet adalah pengaturan pola makan yang sesuai dengan tujuan seseorang melakukan pengaturan makan tersebut. Diet rendah garam adalah pengaturan makanan dan atau minuman pada penderita Hipertensi dengan mengatur penggunaan garam dapur pada setiap makanan dan atau minuman yang akan dikonsumsi. Dalam upaya penurunan tekanan darah dapat dilakukan dengan monitoring tekanan darah, mengatur gaya hidup dan obat anti Hipertensi. Berkaitan dengan pengaturan gaya hidup yaitu mengurangi asupan garam atau diet rendah garam. Asupan garam yang berlebihan dapat menyebabkan Edema atau Asites dan Hipertensi karena adanya gangguan keseimbangan cairan tubuh. Tujuan diet rendah garam untuk membantu menurunkan tekanan darah serta mempertahankan tekanan darah menuju normal. Pemberian diet rendah garam pada pasien Hipertensi sesuai dengan tingkat keparahannya. Penatalaksanaan Hipertensi, diet rendah garam sangat diperlukan. Pembatasan asupan natrium berupa diet rendah garam merupakan salah satu terapi diet yang dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah. Dukungan keluarga sangat berperan penting dalam menjaga perubahan tekanan darah/diet rendah garam. Karena peran keluarga dalam membantu mengatur pola makan yang sehat, mengajak olahraga bersama, serta mengingatkan pasien untuk runtin dalam konsultasi terkait tekanan darah.
Tujuan diet rendah garam
Tujuan diet rendah garam adalah membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan dari diet rendah natrium yaitu membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pasien Hipertensi.
Syarat diet
- Cukup energi, protein, mineral dan vitamin
- Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan penderita
- Jumlah Natrium disesuaikan dengan berat ringannya penyakit dan obat yang diberikan
- Diet rendah garam tingkat I atau 200-400 mg Na, pada penderita Hipertensi berat dengan tidak diberikan garam dapur sama sekali ke dalam makanan. Bahan makanan yang mengandung kadar Natrium tinggi dihindari serta perbanyak konsumsi sayuran, buah dan air putih.
- Diet rendah garam tingkat II 600-800 mg, pada penderita Hipertensi yang tidak terlalu berat masih diperbolehkan menambahkan garam dapur dalam pengolahan makanan dan penambahan garam hanya setengan sendok teh atau 2 gram, bahan makanan berkadar Natrium tinggi tetap harus dihindari.
- Diet rendah garam III 1000-1200 mg Na, pada penderita Hipertensi ringan dengan satu sendok teh atau 4 gram garam dapur boleh ditambahkan dalam pengelolaan makanan.
- Memperbaiki rasa tawar dengan menambah gula, brambang bawang, jahe, kencur dan lain- lain
- Membubuhkan garam pada saat di atas meja, untuk mencegah penggunaan garam yang berlebihan
- Meningkatkan asupan Kalium yang terdapat pada buah-buahan dan sayuran
| Bahan Makanan | Bahan Makanan Dianjurkan | Bahan Makanan Tidak Dianjurkan |
| Sumber Karbohidrat | Beras, kentang, terigu, singkong, tepung tapioka, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tanpa garam dapur | Makanan yang diolah dari sumber hidrat arang dengan penambahan garam dapur, baking powder, soda kue, seperti roti, biskuit, mie bihun, makaroni, kue kering |
| Sumber Protein Hewani | Daging, ayam, dan ikan maksimal 100 gram/hari, telur maksimal 1 telur/hari, susu maksimal 200 gram sehari | Sarden, ikan asin, makanan kalengan, telur asin, sosis, keju, kornet, ebi atau udang kering |
| Sumber Protein Nabati | Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam | Kacang tanah, dan semua kacang kacangan yang dimasak dengan bahan Natrium lainnya |
| Sayuran | Semua sayur segar, sayuran yang diawetkan tanpa garam dapur dan natrium Benzoate | Sayuran yang dimasak dan di awetkan dengan garam dapur dan ikatan Natrium lainnya, seperti sayuran dalam kaleng, asinan dan acar |
| Buah-buahan | Semua buah-buahan segar, buah yang diawetkan tanpa garam dapur | Buah-buahan yang diawetkan dalam dapur |
| Lemak | Minyak goreng, margarin, dan mentega tanpa garam | Margarin dan mentega biasa |
| Minuman | Teh, jus buah, jus sayuran, dan air putih | Minuman ringan, coklat, kafein, alkohol |
| Bumbu-bumbu | Semua bumbu-bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur | Baking powder, soda kue, bumbu-bumbu yang mengandung garam dapur, seperti kecap, terasi, saus tomat, dan tauco |
