← Kembali ke Informasi Terkini
“Sensori Integrasi pada Perkembangan Anak”
Klaten, Senin 6 November 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Sensori Integrasi pada Perkembangan Anak”. Narasumber Sriyani Setyaningsih, A.Md.OT. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Sensori integrasi merupakan suatu intervensi yang dilakukan oleh okupasi terapis untuk menangani anak dengan disfungsi sensori dalam rangka mengoptimalkan kemampuan persepsi anak terhadap lingkungan sekitar. Terapi sensori integrasi sebagai bentuk okupasi dan Treatment pada anak dengan kondisi tertentu seringkali digunakan sebagai cara untuk melakukan upaya perbaikan, baik perbaikan gangguan perkembangan atau gangguan belajar, gangguan interaksi social. Efektifitas terapi sensori integrasi mendapatkan hasil yan baik untuk anak- anak dengan retardasi mental ringan dan Autisme, terapi ini dapat mengoptimalkan sensori dan juga respon motorik anak. Terapi sensori integrasi dilakukan dengan pola permainan tertentu, sebab dalam permainan tersebut terdapat cara yang dikhususkan untuk melatih sensori anak sehingga dapat meningkatkan perkembangan anak.
Tujuan
Membuat anak dapat memperbaiki dan mengembangkan respons yang tepat dan spontan terhadap pengalaman lingkungan sehingga fungsinya dalam kehidupan sehari-hari meningkat. Sensori integrasi mendukung perkembangan fisik, sosial dan emosional anak.
Siapa yang memerlukan sensori integrasi
Terapi sensori integrasi ditujukan bagi anak yang mengalami gangguan pemrosesan indrawi atau Sensory Processing Disorder. Adapun gangguan tersebut seperti :
- Gangguan spektrum autistik
- Gangguan pemusatan perhatian
- Ketidakmampuan mempelajari hal umum atau hal tertentu
- Peristiwa cedera, penyakit, trauma
- Gangguan koordinasi perkembangan
- Kesulitan mengendalikan suasana hati
- Tactil (sentuhan), indera yg memproses tentang perasa dan peraba yg diterima melalui kulit
- Auditory (pendengaran), untuk mengidentifikasi volume,nada dan suara secara langsung
- Visual (penglihatan), untuk melihat dan membantu mengidentifikasi objek,menilai jarak dari orang lain,menyadari warna,tingkat cahaya
- Olfactory (penciuman), untuk mengidentifikasi aroma yang berbeda
- Gustatory ( pengecapan), untuk mendeteksi rasa manis,asin,asam ,pahit
- Vestibular, menunjukkan posisi tubuh dalam sebuah ruang gerak/gravitasi bumi sehingga anak mengetahui letak keberadaan diri sendiri meskipun dalam keadaan gelap
- Proprioception, kesadaran tubuh (input sensori otot dan sendi)memungkinkan manusia merasakan posisi tubuh berada dan besaran gaya yang diperlukan saat aktifitas
- Menjadi sangat khusus tentang makanan karena tekstur atau rasa
- Reaksi lambat terhadap gerakan cepat,suara keras atau cahaya terang
- Koordinasi motorik yg buruk
- “Pemilih Makanan ‘ dengan respon muntah yg berlebih
- Kurang waspada terhadap lingkungan sekitar : berlari didepan mobil, melompat ke air tanpa bisa berenang,menabrak tembok
- Menunjukan perilaku tertentu seperti ketidaknyamanan dengan kontak manusia seperti pelukan,tidak suka berpakaian
- Tulisan tangan yg buruk yang sulit dibaca
- Menggigit benda asing yang bukan makanan
- Menyikat tubuh anak dengan sikat khusus
- Meronce
- Bermain play dough,bola bergerigi
- Bermain pasir
- Berjalan diatas rumput
- Mendorong kursi /benda yang diberi beban
- Merayap/merangkak dengan beban dipunggung
- Mengangkat kursi
- Ayunan
- Melompat di atas trampolin
- Keseimbangan satu kaki
- Berjalan diatas titian
Perawatan pasca sensori integrasi, Orang tua dapat membantu kelancaran terapi dengan mempraktikkan teknik terapi di rumah supaya hasil yang diperoleh dari terapi tetap bertahan.
Kesimpulan- Ketujuh sistem indera sensori memberi informasi tentang hal yang terjadi di lingkungan luar sehingga memungkinkan seseorang menyeseuaikan diri dengan lingkungannya.
- Tidak semua anak memiliki perkembangan sensori yg sama dan untuk beberapa anak perbedaan fungsi sensori integrasi dapat membuat perubahan dalam kehidupan sehari hari
- Diperlukan stimulasi sensori yang tepat dengan aktivitas yg bertujuan sehingga diharapkan mencapai perilaku yg adaptif
