← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Pentingnya Zat Gizi bagi Ibu Hamil”

Klaten, Kamis 16 November 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Pentingnya Zat Gizi bagi Ibu Hamil”. Narasumber Mahasiswa Politeknik Jember Jurusan Gizi. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Masa kehamilan merupakan masa terpenting bagi siklus kehidupan wanita. Selama hamil seorang perempuan tidak hanya memberikan nutrisi bagi dirinya sendiri namun bagi dirinya dan janin. Ibu hamil perlu memperhatikan asupan zat gizi yang dikonsumsi. Bukan hanya memenuhi makanan dan minuman namun haruslah mengandung angka kecukupan gizi yang cukup dan seimbang. Jika gizi selama kehamilan tidak terpenuhi maka akan mengakibatkan kekurangan gizi hingga dampak terburuknya pertumbuhan janin yang tidak sempurna, berat badan lahir rendah (BBLR) serta kecacatan janin. Jika keadaan kesehatan dan status gizi ibu hamil baik, maka kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya akan baik pula, sebaliknya jika keadaan kesehatan dan status gizi ibu hamil kurang baik (anemia) maka dapat menyebabkan janin lahir mati atau bayi lahir dengan berat badan kurang dari normal/low birth weight. Asupan gizi yang cukup sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, kebutuhan gizi ini diperlukan ibu hamil untuk dapat memberikan nutrisi yang baik kepada janin untuk pertumbuhan dan perkembangan janin didalam kandungan. Kebutuhan zat gizi pada ibu hamil sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin, maka dari itu ibu hamil harus mencukupi kebutuhan zat gizi agar janin dapat berkembang dengan normal. Seorang ibu hamil harus mempunyai status gizi yang baik dan mengonsumsi makanan yang beraneka ragam. Ibu hamil harus mengkonsumsi makanan yang lebih banyak karena harus memenuhi kebutuhan zat gizi untuk dirinya dan untuk pertumbuhan serta perkembangannya janin atau bayinya. Manfaat zat gizi dalam kehamilan Pemenuhan kebutuhan zat gizi selama kehamilan sangat perlu diperhatikan. Pemenuhan zat gizi dapat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Selain itu juga berfungsi sebagai sumber tenaga untuk ibu serta janinnya, mengurangi terjadinya komplikasi dan resiko pada ibu hamil seperti halnya perdarahan post partum, mencegah terjadinya berat badan lahir rendah (BBLR) dan berat badan lahir sangat rendah pada janin serta menghindari dan mencegah terjadinya infeksi pada waktu persalinan. Prinsip makan ibu hamil
  1. Makan 1-2 piring lebih banyak dari biasanya selama hamil
  2. Makan aneka ragam makanan 4 – 5 kali sehari untuk memenuhi gizi ibu selama hamil
  3. Menghindari makanan yang berbumbu pedas dan berlemak
  4. Makan makanan sumber zat besi seperti putih telur, daging merah, hati ayam, ikan, sayuran berwarna hijau seperti bayam
  5. Penambahan kebutuhan cairan. Cairan bisa didapat selain dari air yaitu diperoleh dari buah-buahan yang banyak mengandung air contohnya yaitu semangka. Bisa juga didapatkan dari makanan yang berkuah contohnya yaitu sayur sop dan bening bayam
  6. Biasakan membaca label nilai gizi pada produk kemasan
Waspada untuk ibu hamil dengan Preeklamsia Preeklamsia adalah kondisi beresiko pada ibu hamil yaitu hipertensi atau darah tinggi yang terjadi pada ibu hamil setelah usia kehamilan 20 minggu. Namun demikian, preeklampsia dapat terjadi dimasa kehamilan, persalinan, maupun setelah persalinan atau masa nifas. Dalam pemenuhan gizi, ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi beraneka ragam makanan. Tetapi tetap ada Batasan untuk ibu hamil dengan preeklampsia. Makanan yang harus diperhatikan untuk dibatasi agar tidak berlebihan atau dihindari oleh ibu hamil adalah :
  1. Penggunaan garam hendaknya jangan berlebihan
  2. Hindari makanan yang mengandung tinggi lemak dan kolesterol tinggi seperti gorengan, jeroan, daging berlemak, dan sebagainya
  3. Menghindari konsumsi minuman beralkohol dan kafein
  4. Mengurangi konsumsi natrium atau garam karena dapat meningkatkan tekanan darah ibu dan sebaiknya mulai perbanyak konsumsi serat karena dapat menurunkan kemungkinan konstipasi (sulit buang air besar) dan menurunkan tekanan darah
Aktivitas fisik pada ibu hamil Aktivitas fisik adalah gerakan anggota tubuh yang mengeluarkan tenaga untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar. Beberapa aktivitas fisik yang dapat dilakukan ibu hamil yaitu senam hamil, jalan kaki, senam yoga, jogging (lari kecil ringan dan santai). Aktivitas fisik pada ibu hamil sebaiknya dilakukan secara rutin dan terarah karena dapat membantu proses persalinan menjadi lancar dan nyaman sehingga mengurangi kejadian kematian ibu hamil dan bersalin. Bahan makanan yang dianjurkan
  1. Sumber Karbohidrat: nasi, ubi, kentang, singkong
  2. Lauk hewani : telur, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, susu
  3. Lauk nabati : tahu, tempe, oncom, kacang hijau, kacang kedelai
  4. Sayuran : semua jenis sayuran
  5. Buah-buahan : semua buah-buahan
Bahan makanan yang tidak dianjurkan Makanan yang mengandung alkohol, teh, kopi, minuman yang mengandung alkohol, minuman bersoda, bahan makanan yang mengandung tinggi garam. Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka de Seymour, J. V., Beck, K. L., & Conlon, C. A. (2019). Nutrition in pregnancy. Obstetrics, Gynaecology and Reproductive Medicine, 29(8), 219–224. Utami, B., Utami, T., & Siwi, A. (2020). Hubungan Riwayat Hipertensi dan Status Gizi dengan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil : Literature Review. Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas, 3(2), hlm. 22-28.