← Kembali ke Informasi Terkini
“Serangan Jantung dan Pencegahannya”
Klaten, Kamis 16 November 2023 Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Serangan Jantung dan Pencegahannya”. Narasumber Fenty Okta Mustikawati, S.Kep. Ns. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.
Serangan jantung adalah salah satu jenis penyakit jantung yang membahayakan nyawa. Kondisi ini merupakan masalah kesehatan yang terjadi ketika aliran darah yang kaya akan oksigen tiba-tiba terhambat ke otot jantung sehingga jantung tidak mendapat oksigen. Jika aliran darah tidak dipulihkan dengan cepat, bagian dari otot jantung akan mulai mati. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda yang sudah mengalami kondisi ini akan mengalaminya lagi di kemudian hari. Hal ini dapat terjadi apabila gaya hidup anda yang dulu tidak diubah menjadi lebih sehat. Sekitar 20% pasien berumur 45 tahun ke atas berkesempatan tinggi untuk terkena serangan yang kedua. Hal tersebut umumnya terjadi sekitar 5 tahun setelah serangan yang pertama.
Penyebab
Penyebab utama serangan jantung adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Kondisi ini muncul ketika lemak, kolesterol dan zat lain yang terdapat di dalam tubuh membentuk plak yang kemudian menumpuk di dalam arteri koroner. Arteri inilah yang menyalurkan darah yang kaya akan oksigen menuju jantung. Saat plak menumpuk di dalam arteri selama bertahun-tahun, kondisi ini disebut juga dengan Aterosklerosis. Pada akhirnya, area plak dapat pecah (terbuka) di dalam arteri dan menyebabkan terbentuknya gumpalan darah pada permukaan plak. Gumpalan darah akan menyumbat pembuluh darah arteri, sehingga aliran darah tidak bisa mencapai jantung. Lama-kelamaan otot jantung akan rusak dan mati karena tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkannya.
Faktor risiko
Serangan jantung adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja. Beberapa factor yang dapat meningkatkan potensi risiko pengembangan sel penyebab dari salah satu jenis penyakit jantung ini di dalam tubuh. Berikut adalah faktor risikonya :
- Pria berusia 45 tahun ke atas dan wanita berusia 55 tahun ke atas lebih berisiko terkena kondisi ini dibandingkan usia yang lebih muda
- Merokok
- Mempunyai riwayat tekanan darah tinggi
- Kadar kolesterol atau Trigliserida yang tinggi
- Faktor keturunan
- Kurang melakukan aktivitas fisik
- Kegemukan
- Stres berat
- Berkeringat dingin
- Napas pendek
- Detak jantung tidak beraturan
- Mual
- Gangguan pencernaan
- EKG (Electrocardiogram)
- Tes darah
- Coronary Angiography
- Rontgen khusus diambil saat pewarna mengalir melalui arteri koroner
- Menghubungi IGD rumah sakit terdekat
- Mengonsumsi obat-obatan jantung
- Melonggarkan pakaian yang dikenakan
- Menghindari panik, tetap tenang
- Menunggu di depan pintu rumah untuk mendapat pertolongan medis
- Jangan tinggalkan pasien sendirian
- Jangan biarkan korban membiarkan saja gejala yang terjadi dan meminta anda untuk tidak memanggil bantuan
- Jangan menunggu hingga gejala menghilang
- Jangan berikan apapun kepada penderita melalui mulut, selain obat-obatan yang diperlukan
- Berhenti merokok
- Menjaga kadar kolesterol
- Kelola tekanan darah
- Istirahat cukup
- Manajemen stres
- Menjaga berat badan
- Berolahraga
