← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Cara Perawatan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah di Rumah”

Klaten, Jumat 17 November 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Cara Perawatan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah di Rumah”. Narasumber Retno Zuhriatul Farida, AMK. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan bayi risiko tinggi karena mempunyai kesakitan dan kematian lebih besar yang dikaitkan dengan kelahiran dan penyesuaian setelah lahir.  Perawatan bayi baru lahir adalah suatu tindakan perawatan pada bayi yang baru lahir sejak saat pemulihan dari kelahirannya,  bertujuan untuk memastikan bahwa bayi tersebut tetap terjaga kehangatannya, mendapatkan nutrisi yang memadai dan bebas dari infeksi. Beberapa bayi dengan BBLR membutuhkan perawatan di rumah sakit, apabila mengalami komplikasi seperti paru- paru yang belum sempurna atau gangguan di usus akan dipindahkan ke ruang NICU. Bayi diperbolehkan pulang saat berat badan bertambah sesuai target atau komplikasi yang dialami sudah dapat diatasi, ibu sudah bisa memberikan ASI eksklusif. Pemberian ASI dapat membantu pertumbuhan, daya tahan tubuh, serta peningkatan berat badan bayi. Setelah diperbolehkan pulang, dokter menyarankan orang tua bayi untuk melakukan pemeriksaan rutin pada bayinya. Bayi yang lahir prematur memiliki risiko gangguan kesehatan yang lebih besar dibandingkan bayi cukup bulan. Bayi prematur sangat rentan terhadap ketidakstabilan suhu, kesulitan makan, gula darah rendah, infeksi dan kesulitan bernapas. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian lebih. Cara merawat bayi BBLR di rumah

1. Memberikan ASI sesuai jadwal

Bayi dengan berat badan lahir rendah sebaiknya minum ASI setiap tiga atau bahkan dua jam, bila perlu bangunkan bayi untuk menyusu jika dia sedang tertidur. 2. Bersentuhan langsung dengan bayi Bersentuhan langsung dan menggendong bayi dengan metode kangguru bisa membantu menjaga kehangatan tubuh bayi sebab bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki jaringan lemak yang tipis sehingga kesulitan mempertahankan suhu tubuhnya tetap hangat. 3. Menemani bayi tidur Tidur Bersama bayi memudahkan untuk memberikan ASI. Tetapi tidur bersama bayi tidak berarti dalam satu ranjang. Bisa dilakukan dengan mendekatkan tempat tidur bayi bersebelahan. Sebaiknya memastikan bayi tidur dalam posisi terlentang. 4. Memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi Gangguan tumbuh kembang merupakan salah satu komplikasi pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Maka sebaiknya orang tua membawa bayi ke dokter anak secara teratur agar dokter dapat memantau kondisi dan mendeteksi adanya kemungkinan gangguan tumbuh kembang dari dini. 5. Melengkapi imunisasi bayi Bayi dengan berat badan lahir rendah mempunyai kekebalan tubuh yang lemah sehingga rentan terhadap penyakit. Sebaiknya pastikan imunisasi bayi lengkap dan sesuai waktu yang dianjurkan dokter. 6. Meluangkan waktu lebih banyak bersama bayi Orang tua dapat mendukung tumbuh kembang bayi dengan meluangkan waktu seperti menggendong atau mengajak bermain. 7. Tidak segan untuk mencari bantuan Bagi orang tua merawat bayi dengan berat badan lahir rendah memerlukan usaha ekstra. Supaya tidak kewalahan, ibu dapat meminta bantuan keluarga kurang lebih 40 hari pertama setelah melahirkan. Sehingga ibu bisa beristirahat untuk mempercepat pemulihan dan bayi terawat dengan baik. Menjaga kebersihan bayi
  1. Selama tali pusat belum lepas sebaiknya bayi diseka dan tidak di celupkan ke dalam bak mandi
  2. Tidak mengoleskan zat apapun atau membungkus tali pusat
  3. Sebaiknya ganti popok minimal tiap 2-3 jam sekali
  4. Popok sekali pakai di pakaikan dibawah tali pusat untuk mencegah kontaminasi
Hal- hal yang perlu diperhatikan
  1. Mencuci tangan sebelum memegang bayi
  2. Menghindarkan kontak dengan orang atau lingkungan yang beresiko tinggi terhadap penularan infeksi
  3. Menggunakan masker bila ibu sakit
  4. Pemberian imunisasi sesuai dengan jadwal
Kenali tanda waspada Kenali tanda waspada pada bayi bila mengalami sebagai berikut :
  1. Kesulitan bernapas
  2. Bernapas sangat cepat atau sangat lambat
  3. Serangan henti napas sering dan lama
  4. Bayi terasa dingin meskipun telah dilakukan penghangatan
  5. Malas minum
  6. Kejang
  7. Diare
  8. Kulit menjadi kuning

Apabila bayi mengalami tanda-tanda tersebut segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan pertolongan medis lebih cepat.

Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka Tarigan br. Magdalena rita. Pengetahuan Ibu tentang Penatalaksanaan Perawatan Bayi BBLR di Rumah di RSKIA Kota Bandung. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran Girsang Melvia Bina. 2009. Pola Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Oleh Ibu di Rumah Sakit dan di Rumah dan Hal- Hal yang Mempengaruhi : Study Grounded Theory. Tesis Magister Keperawatan Fakultas Keperawatan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia