← Kembali ke Informasi Terkini
“Mengenal Stroke”
Klaten, Kamis 30 November 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Mengenal Stroke”. Narasumber Luluk Dwi Safari, AMK. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.
Penyakit Stroke menjadi penyakit penyebab kematian tertinggi kedua di dunia pada tahun 2015 dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2014. Stroke ini juga merupakan penyakit pada otak berupa gangguan fungsi saraf lokal dan atau global, munculnya mendadak, progresif, dan cepat serta dikenal dengan sillent killer dimana orang kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak. Berdasarkan patologisnya Stroke dibedakan menjadi dua yaitu Stroke Iskemik (sumbatan) dan Hemoragik (perdarahan). Stroke Hemoragik terjadi karena pendarahan ke otak akibat pecahnya pembuluh darah. Stroke Hemoragik dapat dibagi lagi menjadi perdarahan Intraserebral (ICH) dan perdarahan Subarachnoid (SAH). Stroke Hemoragik dikaitkan dengan morbiditas (angka kesakitan) yang parah dan mortalitas (tingkat kematian) yang tinggi. Penyebab terjadinya Stroke perdarahan yaitu akibat peningkatan tekanan darah yang mendadak tinggi dan atau oleh stres psikis yang berat. Peningkatan tekanan darah yang mendadak tinggi juga dapat disebabkan oleh trauma kepala atau peningkatan lainnya seperti mengedan, batuk keras, mengangkat beban dan sebagainya.
Penyebab
- Aneurisma otak
- Tumor otak
- Kondisi lain yang melibatkan pembuluh darah yang melemah di otak
- Obat pengencer darah
- Cedera kepala
- Stroke Iskemik yang mengalami perdarahan sekunder
- Gangguan penggunaan alkohol
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol tinggi (Hiperlipidemia)
- Sakit kepala migrain
- Penggunaan obat rekreasional atau penyalahgunaan obat resep
- Merokok dan penggunaan tembakau dalam bentuk lain (termasuk vaping dan tembakau tanpa asap)
- Mengalami Diabetes Melitus tipe 2
- Kelumpuhan pada wajah atau separuh anggota tubuh (Hemiparise) atau Hemiplegia (Paralisis) yang timbul secara mendadak
- Gangguan sensibilitas pada satu atau lebih anggota badan
- Penurunan kesadaran
- Afasia (kesulitan berbicara)
- Disatria (bicara cadel atau pelo)
- Gangguan penglihatan yaitu sulit melihat dengan sebelah mata maupun kedua mata serta berbagai objek menjadi kabur atau terlihat ganda
- Gangguan menelan atau Disfagia
- Vertigo, mual, muntah, nyeri kepala, terjadi karena peningkatan tekanan Intracranial dan Edema Serebri
- CT scan
- MRI
- Angiografi otak
- Pemeriksaan cairan Serebrospinal
- Gangguan dalam proses berpikir
- Kesulitan menelan, makan dan minum
- Masalah pada jantung
- Kejang
- Kematian
- Kelola kondisi kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat
- Makan- makanan sehat dan mempertahankan berat badan ideal
- Rutin periksa kesehatan secara berkala
- Hindari gaya hidup yang berisiko
