← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Prinsip Diet Dislipidemia ”

Klaten, Jumat, 15 Desember 2023, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Prinsip Diet Dislipidemia”. Narasumber Mahasiswa Poltekkes Semarang Jurusan Gizi. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Dislipidemia adalah terjadinya peningkatan kolesterol plasma, Trigliserida (TG), atau keduanya, atau kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi yang rendah yang berkontribusi terhadap perkembangan Aterosklerosis. Aterosklerosis adalah kerusakan pada dinding arteri yang mengenai dua lapisan membran yaitu intima dan media. Stres oksidatif, Hipertensi dan Hiperkolesterolemia adalah tiga faktor utama yang menyebabkan Aterosklerosis. Aterosklerosis dapat terjadi karena adanya peningkatan dari kadar kolesterol yang tidak normal sehingga mengakibatkan adanya akumulasi kolesterol di dalam dinding pembuluh darah. Akumulasi kolesterol tersebut kemudian membentuk sumbatan berupa plak dan secara bertahap plak tersebut dapat menimbulkan kerusakan pembuluh darah. Ketika plak tersebut terbentuk di arteri, plak tersebut dapat mengeras dan mempersempit lumen arteri sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung dan menyebabkan timbulnya penyakit jantung koroner. Diet Dislipidemia adalah diet dengan mengendalikan dan membatasi konsumsi asupan tinggi kadar kolesterol dan meningkatkan asupan lemak tidak jenuh ganda. Penggantian makanan sumber kolesterol dan lemak jenuh dengan makanan alternatif lainnya misal produk susu rendah lemak. Faktor risiko
  1. Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan Stroke
  2. Diabetes melitus
  3. Hipertensi
  4. Obesitas
  5. Pankreatitis akut
  6. Hepatosplenomegali (Pembesaran Hati)
  7. Parestesia (Kesemutan)
  8. Gangguan kesadaran
Prinsip Diet Dislipidemia
  1. Mengonsumsi makanan yang mengandung rendah lemak jenuh dan tinggi lemak
  2. Membatasi konsumsi makanan yang mengandung tinggi kolesterol
  3. Diet kaya buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, rendah natrium dan lemak jenuh dapat menurunkan berat badan dan tekanan darah.
  4. Menjaga berat badan normal dan melakukan aktivitas fisik secara teratur
Syarat Diet Dislipidemia
  1. Protein cukup yang bersumber dari ikan yang banyak mengandung lemak omega 3 dan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan dan hasil olahannya
  2. Lemak tak jenuh ganda dari sumber omega 3 seperti ikan laut (salmon) dan omega 6 seperti minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak kacang kedelai, biji-bijian dan lemak tak jenuh tunggal yang bersumber dari minyak kanola, minyak zaitun, minyak kacang dan Alpukat
  3. Serat tinggi seperti beras tumbuk, Havermout, kacang-kacangan, sayuran (wortel, brokoli) dan buah (jeruk, apel)
  4. Vitamin dan mineral cukup
Tujuan Diet Dislipidemia
  1. Menurunkan atau mempertahankan kadar kolesterol LDL normal
  2. Menurunkan asupan lemak jenuh dan trans dan menurunkan asupan kolesterol makanan
  3. Menurunkan berat badan apabila mengalami kegemukan
  4. Meningkatkan asupan karbohidrat kompleks
  5. Meningkatkan asupan serat
Makanan yang dianjurkan
  1. Sayuran segar yang diolah dengan minim penggunaan minyak
  2. Buah-buahan dalam keadaan segar seperti jeruk dan apel
  3. Kacang-kacangan
  4. Biji-bijian seperti oat
  5. Minyak zaitun, minyak ikan, minyak kacang kedelai
  6. Protein hewani seperti ikan dan daging ayam tanpa kulit
  7. Susu rendah lemak
  8. Roti gandum
  9. Teh hijau
  10. Bumbu masak alami terutama bawang putih, bawang merah, daun bawang
Makanan yang dibatasi
  1. Membatasi sumber makanan yang mengandung kolesterol seperti kuning telur, jeroan, otak, kulit ayam, daging kambing
  2. Membatasi konsumsi produk Bakery (roti, donat, kue, Cookies) karena mengandung margarin yang dipanaskan sehingga terbentuk lemak trans
  3. Membatasi konsumsi buah dan sayur yang diawetkan
  4. Membatasi konsumsi minyak maksimal 5 sdm/hari, konsumsi garam maksimal 1 sdt/hari, makanan dan minuman yang mengandung banyak gula (maks. 4 sdm/hari), mengganti snack manis dan sugar sweetened beverage (minuman dengan gula tambahan dalam jumlah yang tinggi dan menambah kalori asupan serta mengandung sedikit atau tidak ada zat gizi sama sekali) dengan buah- buahan
  5. Mengurangi konsumsi makanan sumber protein yang mengandung tinggi lemak seperti daging merah dengan lemak
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka Badan  Penelitian  dan  Pengembangan Kesehatan(Litbangkes).  Data  Jumlah Penyakit Dislipidemia di Kota Malang  Tahun  2013. Malang: Dinas Kesehatan Kota Malang. Rustami Syarifah Hani. 2018. Hubungan Pengetahuan Gizi dan Kepatuhan Diet dengan Kadar Kolesterol pada Pasien CHF di RSUD Kota Surakarta. Skripsi Program Studi S1 Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta.