← Kembali ke Informasi Terkini
“Putus Minum Obat TB, Berbahaya Tidak?”
Klaten, Rabu 10 Januari 2024 Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan pendidikan kesehatan dengan tema “Putus Minum Obat TB, Berbahaya Tidak?”. Narasumber Apt. Riske Aulia, S.Farm. Acara diselenggarakan di Ruang Tunggu Poliklinik DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) RSST.
Tuberkulosis (TB) adalah Penyakit infeksi menular dan kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. 90% jaringan yang terserang melibatkan organ pàru- paru. Penyebarannya di luar paru, bisa terjadi di tulang dan sendi (TB tulang), selaput jantung, sistem saraf, kelenjar getah bening. Pengobatan TB dijalankan tergantung dari jenis TB. Minum obat TB tidak seperti minum obat pada umumnya. Sebab TB sendiri disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium Tuberculosis (MTB) yang dapat muncul saat pasien TB batuk dan bersin sehingga mengeluarkan droplet ke udara. Dikarenakan penyebabnya adalah “bakteri” maka pengobatan tidak boleh putus. Bakteri MTB tergolong pintar karena disaat seseorang berhenti minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) maka bakteri tersebut akan mengalami mutasi kromosom, sehingga akan terjadi perubahan kode protein dalam gen yang menyebabkan bakteri TB jadi lebih kuat. Jika pasien TB berhenti minum obat, karena MTB sudah mengenali cara kerja OAT yang sebelumnya, bakteri tersebut akan melawan OAT sesuai pertahanan yang baru. Proses ini membuat bakteri MTB menjadi resisten atau kebal terhadap obat yang sebelumnya diminum.
Gejala-gejala Penyakit TB
- Batuk terus menerus dan berdahak selama 3 minggu atau lebih
- Sesak nafas dan rasa nyeri dada
- Dahak bercampur darah
- Badan lemas, nafsu makan turun, berat badan turun, rasa kurang enak badan
- Berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan
- Sering timbul demam
- Etika batuk dan bersin
- Minum obat teratur
- Menutup mulut saat bersin/batuk
- Tidak meludah di sembarang tempat ( memudahkan ditempat yang terkena sinar matahari atau dintempat yg terdapat sabun/karbol
- Jemur tempat tidur bekas penderita secara teratur
- Buka jendela rumah lebar-lebar agar terjadi pertukaran sirkulasi udara dan sinar matahari
- Bakteri/ kuman menjadi lebih kuat dan tahan obat
- Obat tidak efektif/ tidak bias menyembuhkan
- Gejala menjadi lebih parah
- Perlu pengobatan yang lebih lama, obat lebih banyak dan dosis yang lebih tinggi
- Efek samping obat lebih berat
- Tidak patuh minum obat/ putus obat
- Malabsorbsi
- Reaksi terhadap efek samping obat sehingga menimbulkan ketidakpatuhan minum obat
- Masalah Transportasi,informasi, sosial
- Fase Intensif : minimal 6 bulan
- Fase Lanjutan : 3 – 18 bulan
- Total pengobatan : 9 bulan – 24 bulan
- Buat jadwal pengobatan yang teratur dan disiplin
- Carilah dukungan dari keluarga, temuan, komunikasi pasien TB
- Perhatikan asupan makanan yang sehat
- Jaga kesehatan secara keseluruhan
- Jika mengalami efek samping yang mengganggu seGera konsultasikan dengan dokter
- Jangan ragu untuk minta bantuan dan penjelasan lebih lanjut ke tenaga kesehatan
